Cinderella Gila

Cinderella Gila
Begini rasanya dipukul preman?


__ADS_3

Menyadari kesempatan menangnya hampir nol persen jika harus beradu pedang dengan Guilherme, Ashley menantang pria itu untuk adu jotos dengan tangan kosong.


Tentu saja hal ini tidak jauh berbeda, mengingat kekuatan Guilhermelah yang menjadi permasalahannya.


Namun Ashley bukanlah orang yang berbudi luhur tinggi hingga harus menghadapi lawannya dengan sportif.


Terbiasa hidup dengan mengejar keberhasilan misi agar terus berada di puncak rantai kehidupan dan terhindar dari bogem mentah ayahnya, Ashley tumbuh sebagai pribadi yang tidak mengenal keadilan. Demi meningkatkan peluang kemenangannya, ia akan melakukan hal sekotor apa pun.


Mengetahui identitas asli wanita tersebut yang merupakan putri dari Vincent, Guilherme sudah menduga jika Ashley sedang merencanakan sesuatu. Hal yang membuat pria itu tidak kaget saat melihat sebuah benda tajam menyayat kulitnya.


Tidak menghiraukan hal tersebut dilancarkannya pukulan lanjutan yang terarah ke sisi kiri tubuh Ashley.


Menangkap pergerakan tersebut, dengan sigap wanita itu menurunkan lengannya sambil mengangkat lutut kiri, berusaha memperkuat pertahanan dirinya.


Terpukullah lengan kiri Ashley oleh pukulan berkekuatan tidak menusiawi tersebut. Mengeratkan gigi menahat rasa sakit, wanita itu terpikir, apakah begini rasanya dipukul preman?

__ADS_1


Dengan tubuh aslinya yang begitu kuat, kebanyakan orang tidak bisa memberi rasa sakit pada Ashley. Namun tubuh Ashelia berbeda, dan perawakan Guilherme sama seperti salah satu anak buahnya yang bertugas mendisiplinkan anggota organisasinya.


Tidak berhenti di sana, pria kekar itu masih melanjutkan serangan beruntunnya. Melihat sisi kanan Ashley sedikit terbuka karena pertahanan tersebut, Guilherme meraih bagian belakang kepala wanita itu.


Meski mencoba menghalau dengan tangan kirinya, Ashley masih kalah kuat. Menunduk pun sudah tidak sempat, karena saat kepalanya ditarik turun, lutut Guilherme juga menyambutnya dengan hangat.


Melancarkan pukulan lurus, Ashley berniat mengaitkan karambitnya ke leher pria tersebut. Jika tidak bisa menghindar, setidaknya ia juga harus mendapat 1 point.


Namun bagi Guilherme, hal itu sama sekali tidak sebanding. Melepaskan wanita tersebut, ia mendorong pundak Ashley sambil menarik dirinya menjauh.


Mungkin kesal karena dibuat harus mengakui perbedaan kekuatan mereka, tidak seperti biasanya, Ashley tidak menampakkan senyuman jahat di bibirnya. Meski ia kembali unggul dengan skor 2 : 1, ekspresi wajahnya sangatlah tidak puas.


Berusaha melupakan rasa nyeri di lengannya, si Pirang kembali berlari menghampiri si Kekar tanpa rasa takut sedikit pun.


Melancarkan 4 tendangan beruntun, usahanya masih tidak membuahkan hasil yang ia inginkan. Lawan berkelahinya berhasil menghindari semua serangan yang ia lancarkan dengan baik.

__ADS_1


Semakin dibuat tidak sabar oleh benang kesabaran mikro yang telah lama putus, Ashley semakin tidak fokus dan terburu-buru. Serangannya semakin mudah di prediksi dan terlihat kacau.


Alhasil sebuah pukulan telak mendarat di ulu hati wanita itu. Pukulan tanpa ragu tersebut mampu membuat Ashley sempoyongan. Rasanya seperti isi perutnya mau keluar. Seakan ada sesuatu yang masih tersangkut dan menekan di sana.


Sambil terbatuk-batuk, Ashley kembali sadar. Rasa amarahnya terhadap tubuh Ashelia berangsur menghilang. Ia tidak tahu mengapa, namun Guilherme juga hanya terdiam menunggunya bangun.


Dengan kembalinya fokus dan ketenangan diri Ashley, wanita itu tertawa. Ia berterimakasih kepada pria di hadapannya atas pukulan barusan.


Melihat ekspresi wajah menyepelekan yang khas milik Ashley kembali muncul, sudut bibir Guilherme sedikit terangkat.


"Kau punya trik lain? Gunakan sekarang jika tidak ingin kalah." Tanya pria tersebut kembali dalam posisi siap bertarung.


Tidak menjawab, Ashley hanya tersenyum. Melirik ke arah Alais, didapatinya kesatria itu telah berhasil menumbangkan 4 orang penjaga. Sebuah pertanda jika ia tidak memiliki banyak waktu lagi.


Kembali menatap Guilherme yang masih terlihat 'baik-baik saja', Ashley merasa ia harus mulai bertindak serius. Dalam waktu bersamaan dengan Alais, ia harus membuat pertarungan itu berakhir sesuai keinginannya.

__ADS_1


.................. Bersambung .................


__ADS_2