
Berdiri di depan sebuah lapak kecil yang memperdagangkan makanan ringan, Ashley menyapa sang pedagang cilik.
"Oh! Nona Emas, kukira kau sedang berlibur satu minggu. Kau kembali lebih awal."
Ashley memang setuju untuk menunggu hingga satu minggu, sebelum akhirnya hasil investigasi informan itu keluar. Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, dan ia harus segera mengambil tindakan sebelum terlambat. Terlalu menganggap remeh jangkauan Far, Ashley tidak menyangka ia akan terkejar dengan begitu cepat.
Ditanyakanlah sebuah pertanyaan dengan suara lirih oleh si Pirang. Pertanyaan mengenai ke mana dipindahkannya pelacur yang tertangkap oleh anak buah Far.
Terdiam sejenak, anak itu berpikir. Jika kata 'dipindahkan' tersebut memang murni memiliki arti dipindah, maka nilai jual orang tersebut pasti cukup tinggi. Meskipun begitu, bukan orang yang pengasih, informan itu yakin jika Far tidak mungkin hanya sekedar memindahkan lokasi kerjanya. Dengan kata lain,
"Pelelangan."
Tidak lagi menggunakan kalimat tersirat, kedua orang di sana berbicara dengan normal. Area itu memang sangat sepi pada jam-jam tertentu, memberi mereka ruang untuk berunding dengan bebas. Menggunakan suara lirih saja sudah cukup bagi mereka untuk mencegah kecoboran informasi, berbeda dengan di jaman modern.
Lalu, saat Ashley menanyakan di mana lokasi lelang tersebut, anak itu justru berkata,
__ADS_1
"Tergantung dari tujuanmu, jawabanku bisa berbeda."
"Kau ingin mencuri atau membelinya?" Tanya anak laki-laki di sana.
"Tergantung peluangnya, tindakan gua juga bisa berubah."
Tersenyum saat mendengar jawaban tersebut, informan cilik itu pun memutuskan untuk memberi tahu semua yang ia ketahui.
Jika Eva benar akan dijual di pelelangan, maka wanita itu pasti sedang disekap di lokasi penyimpanan sebelum akhirnya dibawa ke rumah lelang. Namun sayangnya, sang informan tidak mengetahui di mana tepatnya lokasi tersebut. Yang ia tahu hanya tempat penyimpanan itu berada di area pusat kota Vinnas.
Sedangkan untuk rumah lelangnya sendiri, terbagi menjadi 3 titik di seluruh wilayah Lozan. Apa dan di bawa ke mana 'barang' lelangannya, hanya para pengurus rumah lelang tersebutlah yang mengetahuinya. Karena itu, orang-orang akan membayar mahal demi informasi tersebut saat ada barang langka yang akan dijual.
"Meski dijual keluarganya dan dilepas dari gelar kebangsawanannya, seorang bangsawan akan tetap memiliki aura yang berbeda, kan?"
Ditanyakanlah kemudian oleh Ashley, kenapa anak tersebut tidak mengetahui lokasi penyimpanannya jika memang sangat menguntungkan bagi seorang informan. Lalu dengan begitu santai, anak itu menjawab jika ia sedang mendapat tugas besar. Penyelidikannya mengenai tempat tersebut harus ia tunda karena datangnya sebuah 'kesempatan sekali seumur hidup'.
__ADS_1
Anak itu memang sangat menyukai uang, namun ia jauh lebih tertarik menjadi bagian dari sebuah perubahan.
Sengaja tidak langsung memberitahu keseluruhan informasinya, sang informan ingin mengetes kewaspadaan Ashley. Sedikit aneh baginya, melihat wanita yang ia kagumi tersebut tidak terlihat setenang biasannya.
"Ada yang harus gua waspadain?"
Namun mungkin ia tidak perlu khawatir.
Puas dengan respon yang diberikan wanita pirang di hadapannya, anak itu kemudian berkata,
"Waktu."
Ada yang mengatakan jika lelangan tersebut diadakan pada akhir bulan, namun ada juga yang berkata bahwa lelangan itu dilaksanakan tiap awal bulan. Di lain sisi, mereka semua tahu kegiatan tersebut selalu dilaksanakan serentak di 3 tempat. Entah mana yang salah karena keduanya memiliki bukti kuat.
Dengan adanya kemungkinan tersebut, waktu yang telah menunjukan pertengahan bulan itu pun menjadi ujung tombak bagi Ashley. Sedangkan ketidak tahuannya mengenai lokasi rumah lelang yang akan membawa Eva adalah ujung tebingnya.
__ADS_1
Ashley hanya punya waktu beberapa hari.
.................. Bersambung .................