Cinderella Gila

Cinderella Gila
Kenapa Anda berjalan mundur?


__ADS_3

Berjalan melewati jasad-jasad tak bernyawa yang tergeletak di sana sini, Ashley mendekati kedua laki-laki yang ada di hadapannya.


Berhenti di depan kurir kenalannya, wanita itu kemudian bertanya,


"Tetep mau ngelindungi dia?"


Tidak bergerak sedikit pun, pria tersebut masih terus berdiri di depan atasannya. Meski terkesan menghalangi Ashley, namun tidak ada tanda-tanda hendak menyerang darinya.


"Kau tidak membunuhku?" Tanyanya yang mengira Ashley akan langsung menusukkan pedangnya hingga tembus mengenai orang yang ada di belakangnya.


"Tergantung. Lo ga mau ngelawan?" Jawab Ashley yang justru balik bertanya.


Senyuman menyebalkan yang selalu ditunjukan si Kurir di mana pun dan kapan pun, kini tidak terlihat sama sekali. Ia terlihat seperti orang yang kesal karena telah kehilangan harapan.


"Kau yang paling tahu kalau itu hanya sia-sia."


"Ngelindungin bos lo juga sia-sia." Sahut Ashley kemudian.


Layaknya orang yang benar-benar tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi pada dunianya, kurir itu kembali membalas,

__ADS_1


"Aku tidak sedang melindungi siapa pun. Aku hanya memilih caraku mati."


Bukan kiasan, laki-laki tersebut memang telah memasrahkan nyawanya untuk diambil oleh Ashley. Daripada terbunuh ataupun tersiksa oleh Far dan anggotanya, ia lebih memilih 'pulang' sekarang.


Melihat cara si Kurir yang begitu berani mencoba bersekutu dengan Ashley, orang yang menyandera dirinya, membuat wanita tersebut berpikir bahwa pria itu akan lebih sulit ditundukkan dan memiliki keinginan kuat.


"Gua kira lo lebih ambisius dari ini."


"Kukira kau juga lebih konsisten." Sahut pria itu cepat, menunjukkan kekecewaannya terhadap keputusan Ashley.


Tidak mau mengakui hal tersebut begitu saja, Ashley kemudian menjelaskan bahwa tujuannya masih tetap sama dan tidak akan berubah sampai ia mendapatkan jawaban yang dicarinya. Hanya caranya saja yang berubah.


"Daripada gua repot-repot nyari, lebih cepet mancing Far buat nemuin gua sendiri." Jelasnya mencari pembenaran.


Berbaliklah pria itu kemudian, menghadap bosnya yang baru saja menyadari persekutuan antara Ashley dengan dirinya.


Sebenarnya, rencana awal wanita itu dan si kurir tidak akan terlalu berpengaruh buruk bagi laki-laki yang memegang kekuasaan di area pelacuran tersebut. Sehingga, meski akhirnya ketahuan pun tidak masalah.


Namun, karena kini rencananya berubah dan Ashley menjadi seorang 'pemburu', sedangkan anjing pengawasnya ternyata adalah sekutu si Pemburu, ia pun tidak memiliki pilihan lain selain menganggap mereka sebagai musuh.

__ADS_1


Akan tetapi, apa yang bisa dilakukan seekor kelinci di hadapan seorang pemburu dan seekor anjing?


Berjalan mundur menjauhi pengawasnya, laki-laki itu mengulur waktu, masih berharap seseorang akan datang menyelamatkannya.


Melihat seorang laki-laki paruh baya gemetar ketakutan dan kehilangan seluruh wibawanya, membuat Ashley merasa miris. Terbiasa dikelilingi orang-orang kuat yang tak kenal takut dan berkharisma, membuat wanita itu tidak terbiasa dengan fenomena normal tersebut.


"Kenapa Anda berjalan mundur?"


Terus melangkah menjauhi si kurir, laki-laki itu akhirnya berhenti setelah punggungnya menyentuh dinding, pertanda ia tidak bisa menghindar lagi. Berlari kesamping hanya akan membuatnya semakin terpojok karena ada si Pemburu yang masih berjaga di tengah ruangan.


"Apa yang Anda takutkan? Saya hanya ingin memberikan pisau Anda."


Sudah siap melemparkan hiasan dinding yang baru saja diraihnya, laki-laki tersebut kemudian berhenti. Wajahnya terlihat sedikit lega seakan si Kurir telah menjadi sang penyelamat yang ia nanti-nantikan.


Seperti dugaan Ashley, memang hanya pemilik tempat itulah yang berbekal senjata di ruangan tersebut. Namun si Kurir menyarankan kepada atasannya untuk menitipkan pisau tersebut kepada dirinya agar tidak terebut ataupun diketahui oleh musuhnya.


Meletakan hiasan dinding itu kembali, atasan si Kurir kemudian mengulurkan tangannya dengan wajah cerah, siap menerima pisau yang sebenarnya tetap tidak mampu menghentikan Ashley.


Akan tetapi bukan di tangan, melainkan di dada pisau tersebut diserahkan. Bukan diletakkan namun ditusukkan dalam-dalam. Tanpa menunjukkan ekspresi, kurir itu mengakhiri perjalanan hidup atasannya.

__ADS_1


Wajah terkejut pria paruh baya itu sudah cukup menjadi hadiah kenang-kenangan terakhir sebelum si Kurir ikut menyusulnya.


.................. Bersambung .................


__ADS_2