Cinderella Gila

Cinderella Gila
I need to mark my assets


__ADS_3

"El, El!"


Memanggil sambil menghampiri wanita yang datang mengunjunginya, seperti biasa, Eva mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Ashley.


Hanya tinggal beberapa langkah lagi untuknya menggapai wanita itu, sebelum tiba-tiba,


"Berenti."


Satu kata yang mampu langsung menghentikan seluruh pergerakan Eva. Membuatnya mematung layaknya terkena kutukan Medusa.


Sambil tersenyum, diulurkannya tangan Ashley kemudian, menengadah di depan wajah Eva. Spontan, wanita mungil itu pun melangkah maju dan meletakkan dagunya di telapak tangan Ashley, sembari menurunkan kedua tangannya yang masih terjulur.


Bukankah dia sangat imut? Seperti hewan peliharaan. Ugo versi perempuan- mendiang rottweiler Ashley.


Melihat Eva yang begitu senang dan patuh terhadap wanita pirang tersebut, para pengawas di tempat Guilherme pun mulai mempercayai Ashley sebagai 'pelanggan'. Lalu untuk lebih meyakinkan lagi, Ashley harus mengeluarkan uangnya guna menyewa waktu Eva.


...****************...


Masuk ke kamar wanita tersebut, Ashley duduk di sebuah kursi panjang dengan Bellena yang berdiri di belakangnya. Alais berdiri di dekat pintu, menjaga agar tidak ada yang menerobos atau menguping pembicaraan nonanya.


Setelah menyuguhkan segala makanan yang ia punya, Eva kemudian duduk di samping Ashley. Sambil menyuapi wanita pirang tersebut, ia juga sesekali memakannya sendiri.


"Kukira kau akan datang besok." Ucap Eva sambil menyodorkan sebuah anggur hijau tak berbiji.


Membuka mulut lalu memakan buah tersebut, Ashley kemudian menjawab,


"Niat gua ke sini lusa."


Sambil mengunyah, diliriknya wanita kecil yang duduk di sampingnya tersebut oleh Ashley. Wanita yang masih tidak kehilangan senyumnya saat mengucapkan kata 'tapi' dengan nada bertanya. Seperti seseorang yang ingin mendengar sebuah alasan baik dari bibir wanita jahat.

__ADS_1


"Gua udah dapet informan tadi, jadi lo ga perlu nyariin gua info lagi."


Tidak ada yang salah dari ucapan itu. Jika didengarkan pun, itu adalah hal terbaik yang dapat menjauhkan Eva dari resiko. Namun bagi wanita berambut coklat terang tersebut, yang mengetahui jika Ashley tidak akan datang lagi setelahnya, tentu merasa hal itu adalah berita buruk.


"Dia- dia juga orang dalam?"


"Bukan. Mungkin. Tapi dia pinter nyari info." Jawab Ashley kemudian, membuat Eva hampir kehilangan alasan.


Menekankan kata 'orang dalam' Eva pun terus berusaha meyakinkan Ashley jika akan ada hal yang hanya diketahui dari dalam, hal yang hanya akan diketahui olehnya. Ia tetap bersikeras untuk mencarikan info meski tahu siapa orang yang sedang diusiknya.


Semua demi menemui seseorang yang memancarkan aura kebebasan lebih dari siapa pun. Wanita yang mampu membuat Eva merasa bebas hanya dengan berada di dekatnya.


Ashley memikirkan apa yang dikatakan Eva untuk sejenak. Tidak ada salahnya mendapat informasi tambahan dari sumber yang juga terbilang langka. Toh Eva juga paham dengan bahaya yang ia hadapi, tidak mungkin ia akan bertindak ceroboh.


Sesaat setelah menetapkan rencananya, Ashley biasanya akan menggunakan kesempatan sebanyak mungkin dan memerasnya hingga kering, sampai ampasnya pun berubah menjadi abu. Apa yang membuat Eva harus menjadi pengecualian?


Membiarkan Eva melakukan apa yang ia mau, Ashley tidak pernah menyangka ia akan menyesali keputusannya hari itu.


...****************...


Sedikit tidak mengerti kegunaan stempel tersebut, saat Ashelia sudah memiliki stempelnya sendiri, pertanyaan yang dipendam Alais pun akhirnya terjawab.


Menggeser kotak yang diletakan Bellena di atas meja tersebut ke samping, Ashley seolah memberi tanda kepada Alais jika kini adalah gilirannya. Masih tidak tahu apa yang harus ia lakukan, pria itu hanya diam menunggu perintah dari nonanya.


Namun bukannya mengatakan secara langsung apa yang diiginkannya, Ashley justru hanya berpesan kepada Alais untuk mengembalikan benda itu kepadanya saat sudah selasai.


Dibukanya kotak tersebut kemudian oleh sang kesatria. Tidak ada benda lain di dalam sana kecuali sebuah stempel. Apakah Ashley ingin ia menulis surat? Surat perjanjian misalnya?


Memperhatikan ukiran yang terdapat pada stempel tersebut, Alais baru menyadari jika lambang huruf m kapital yang berada di sana bukanlah lambang keluarga Midgraff.

__ADS_1


"Ini, bukan Midgraff?" Tanya pria itu memastikan.


Menatap kesatrianya sambil tersenyum, Ashley kemudian menyatukan kedua tangannya yang hendak ia gunakan sebagai tumpuan. Perlahan menyandarkan dagu di atas jemari tangannya, wanita itu pun menjawab,


"Nope. That's Miller. Your hidden last name."


Kembali menurunkan tangannya dan melanjutkan kegiatannya membaca buku harian Ashelia, Ashley memberikan penjelasan singkat.


"I need to mark my assets."


Dari bentuk stempelnya yang berada dengan stempel segel pada umumnya, seharusnya pria itu sudah bisa menebak.


Bukan surat. Alais kini sadar apa yang Ashley ingin ia lakukan menggunakan stempel tersebut. Bukan dengan tinta, namun dengan api. Bukan pada kertas ataupun lilin, namun pada kulit pria itu sendiri.


Mengingatkan sekali lagi jika jantung kesatria tersebut telah menjadi milik Ashley, Alais tahu di mana nonanya ingin 'menandai' dirinya.


Sedikit ragu karena merasa seperti mengkhianati keluarga Midgraff dan keluar dari jalur kesatrianya dengan memiliki 2 nama, ia pun teringat dengan Ashley yang berkata dengan lantang jika dirinya bukanlah Ashelia.


Sosok yang ia serahkan jiwa dan raganya itu bukanlah seorang kepala keluarga. Jika ada orang yang paling tidak ingin ia khianati, maka orang itu adalah nonanya, terlepas dari apa pun identitas yang digunakan Ashley saat ini.


Kembali meneguhkan hatinya, kesatria tersebut kemudian menundukan badannya berkata ia justru merasa terhormat dan akan segera melaksanakan perintah nonanya.


Lalu di hari yang sama, menjelang tengah malam. Ashley dan kedua pengikutnya pergi menuju tempat bermain baru mereka.


Mengetahui apa yang Ashley lakukan, Guilherme sama sekali tidak menentang atau melarangnya. Pria itu sudah disibukan dengan regulasi baru yang belum membuatnya terbiasa. Ia hanya meminta mereka berdua untuk berhati-hati dan siap menanggung resiko perbuatan mereka sendiri.


Namun tujuan kedatangan Ashley kali ini sedikit berbeda. Bukan datang untuk meminta laporan Eva, tujuannya kali ini adalah untuk menemui klien lain. Klien yang telah sengaja dijadwalkan oleh Eva untuk menemuinya. Atas permintaan Ashley tentu saja.


Seorang pria yang memiliki hubungan dengan bisnis obat Far.

__ADS_1


.................. Bersambung .................


__ADS_2