Cinderella Gila

Cinderella Gila
Saya sedang membicarakan Nona Ashelia Rosanna Midgraff


__ADS_3

Mendekati gerbang kediaman Midgraff, dua orang penjaga yang berdiri di depan gerbang langsung terlihat lega sekaligus cemas. Salah satu dari mereka kemudian berlari ke dalam, hendak menyampaikan informasi atas kepulangan Ashley.


Membungkuk memberi salam kepada dua orang penunggang kuda tersebut, penjaga yang masih tinggal pun menyuarakan perasaan leganya melihat Ashley telah kembali dengan selamat. Ditanyakanlah kemudian, keadaan wanita itu oleh sang penjaga, yang setelahnya dijawab dengan jawaban 'baik-baik saja' oleh si Pirang tanpa penjelasan lebih lanjut.


"Papa tau gua pergi?" Tanya wanita tersebut melanjutkan.


Masih membungkukkan badan, penjaga di sana mengiyakan pertanyaan nonanya. Dua orang yang berjaga semalam telah melapor kepada Vincent karena Ashley tak kunjung kembali hingga saat pergantian giliran mereka setelah matahari terbit. Alhasil, Count Lozan itu hendak terjun langsung sambil membawa beberapa kesatrianya guna mencari sang putri semata wayang yang pergi entah ke mana.


Sampai di rumah tepat waktu sebelum Vincent berangkat melakukan pencarian, Ashley merasa telah mengambil keputusan tepat dengan menuruti saran Daryl.


Masuklah kedua bangsawan yang baru saja tiba tersebut ke area hamalan depan, yang tak lama kemudian disambut dengan kehebohan seluruh penghuni rumah.


Turun dari tunggangannya, Ashley dan Daryl memberi salam kepada sang kepala keluarga kediaman tersebut beserta istrinya. Hanya menggunakan gestur tanpa kata-kata, Ashley membuat tidak ada yang menyadari salamnya hanya ditujukan kepada Vincent.


Raut wajah khawatir tergambar jelas di wajah pria paruh baya itu, hal yang bisa dibilang tidak baru namun tetap terasa asing di mata Ashley. Setelah membalas salam Marquis di samping putrinya, Vincent kembali memfokuskan perhatiannya kepada gadis muda di hadapannya.


"Kau dari mana saja!? Apa kau terluka?"


Tidak menduga hasilnya akan seperti ini, Ashley sama sekali belum menyiapkan alasan apa pun. Ia mencoba mencari alasan yang masuk akal secepat mungkin guna menenangkan kekhawatiran Vincent.


"Tuan Ristoff?"


Sebelum Ashley sempat memberinya jawaban, pria tersebut beralih kepada sosok laki-laki di sisi kiri putrinya. Sama sekali tidak menaruh kecurigaan, Vincent justru berpikir jika sama seperti sebelumnya, Daryl pasti yang menolong Ashley dari bahaya.


Namun, secara tiba-tiba pria berdarah keluarga kerajaan tersebut justru berlutut dan berkata,


"Saya akan bertanggung jawab!"

__ADS_1


membalik kesan 'penyelamat' yang disandangnya menjadi 'tersangka'.


"Nona Ashelia datang menemui saya untuk meluruskan kesalah pahaman saya. Karena hari sudah gelap, jadi saya meminta Beliau untuk menginap."


Mendengar Daryl menanggung semua kepitusan itu agar dapat menjaga nama baik Ashley, wanita pirang tersebut berhasil ia buat terkesan. Untuk seorang 'orang asing' Daryl memang terlalu berpengaruh baginya. Hal yang membuat derajat pria tersebut naik satu tingkat di mata Ashley.


Namun tentu saja, penjelasan seperti itu tidak akan diterima dangan baik oleh orang tua si Gadis. Tidak mampu menerima fakta palsu bahwa seorang pria berani mengajak putrinya menginap membuat Vincent naik pitam.


"Kenapa kau tidak mengantarnya pulang!?" Tidak lagi menggunakan kalimat formal, Vincent menekankan perannya sebagai seorang ayah di hadapan Daryl dan bukan seorang Count yang berstatus di bawahnya.


"Maaf, saya pikir Nona Ashelia pasti sudah cukup lelah saat itu, jadi saya tidak mengantarkan Beliau." Jawab Daryl masih menjauhkan Ashley dari permasalahan tersebut.


Amarah Vincent tetap belum mereda. Berlutut pun tidak cukup untuk membuat ayah dari satu orang anak tersebut luluh. Jawaban yang diberikan Daryl juga masih belum bisa diterima olehnya. Marion yang sedari tadi berdiri di samping Vincent pun tidak berani ikut campur, seolah ia juga setuju dan paham betul mengapa suaminya sangat marah.


Sedangkan Ashley, si Tersangka Utama yang sebenarnya, hanya diam menyaksikan drama tersebut berlangsung. Ia tidak memiliki niat sedikit pun untuk berandil dalam perseteruan tersebut sebelum keadaan semakin runyam.


"Namun jika Anda tidak mempercayai ucapan saya, saya akan bertanggung jawab."


Terdiam sejenak, Vincent kemudian merespon ucapan Daryl dengan sinis. Sebuah ekspresi yang tak disangka bisa terpasang di wajah laki-laki yang dikenal ramah tersebut.


"Apa kau akan menggunakan putriku sebagai alasan untuk lari dan bergabung dengan faksi ayahmu?" Tanyanya.


Terkejut dengan kata-kata yang baru saja didengarnya, Daryl spontan mengangkat kepalanya dan berkata dengan tegas,


"Masalah pribadi saya akan tetap menjadi privasi saya."


Bukan hanya Daryl, Ashley pun mampu dibuat terkejut oleh Vincent. Saat marah, ayah kandungnya memang memancarkan aura mencekam yang jauh lebih banyak ketimbang Vincent, sehingga ia masih mampu menyesuaikan.

__ADS_1


Namun ekspresi wajah sinis Vincent saat ini jelas sekali sangat mirip dengan Anthony, membuat Ashley merinding karena merasa ayahnya telah merasuki Vincent.


"Apa kau sedang membicarakan Duke Grekstine?" Sahut Vincent remeh.


"Tidak, saya sedang membicarakan Nona Ashelia Rosanna Midgraff."


Melirik ke arah pria yang belum juga lelah berlurut di sana, Ashley tidak menyangka Daryl mengingat nama Ashelia saat ia sendiri kadang lupa Ashelia memiliki nama tengah. Jujur saja, rasanya juga sedikit tidak seimbang karena wanita tersebut bahkan tidak ingat 2 nama tengah Daryl.


Ditatapnya pria tersebut oleh Vincent untuk beberapa saat. Tidak gentar dan terus menunjukan kesungguhan hatinya, Daryl akhirnya berhasil membuat Vincent menerima permohonan maaf secara tidak langsung tersebut.


Kembali melihat putri tunggalnya yang sempat tersentak saat bertatapan mata dengannya, Vincent pun menanyakan keberadaan Alais. Sebagai kesatria pribadi wanita itu, memang sewajarnya ia selalu menemani Ashley saat berada di luar ruangan.


Namun layaknya Vincent, Ashley juga sudah bertanya-tanya sejak tadi, ke mana perginya batang hidung pria over protective tersebut. Aneh rasanya saat pria berambut coklat kemerahan tersebut tidak menjadi orang yang pertama ia lihat saat berada di luar ruangan. Saat membuka pintu kamar saja, terkadang Alais telah menyambutnya. Apakah kesatria itu sedang istirahat seperti yang Ashley minta?


Namun Vincent jelas-jelas mengajak beberapa kesatria dalam rencana pencariannya, tidak mungkin Alais akan berdiam diri saat mendengar berita yang menyangkut nonanya tersebut.


Melirik ke arah Bellena yang berada tidak jauh dari sana dan berdiri di samping kepala pelayan, Ashley seolah melempar pertanyaan Vincent kepadanya. Menjawab dengan gelengan kepala, gadis itu juga sama-sama tidak mengetahui di mana keberadaan rekannya.


Lenyapnya kesatria tersebut tanpa kabar membuat Ashley merasa sedikit janggal. Teringat dengan apa yang terjadi dengan Eva dan ucapan peramal yang ia temui tadi, perasaan wanita itu dibuat tidak nyaman.


Namun jika Alais berada di dalam lingkungan keluarga Midgraff seharusnya ia baik-baik saja, kan?


Dilihatnya kemudian, seorang wanita yang berdiri di samping Vincent dengan wajah tak berdosa.


Atau mungkin tidak?


.................. Bersambung .................

__ADS_1


__ADS_2