Cinderella Gila

Cinderella Gila
Calon suami gua niat banget nyariin gua


__ADS_3

Setelah memberi Daryl sebuah sambutan hangat dengan tongkat kayunya, Ashley menyapa,


"Hai."


Ia pun menurunkan tongkatnya untuk menyeimbangkan tubuhnya kembali. Dengan senyum kaku, Daryl merespon,


"Sambutanmu... sangat menyentuh."


Menyentuh nyawa seseorang.


Ini ketiga kalinya Ashley menyambut Daryl. Saat di depan toilet di bar, Ashley menendang dengan tendangan yang bisa menghancurkan pintu, saat di kasino Ashley berniat memotong lehernya, dan sekarang ia hampir menghancurkan tengkorak kepala Daryl.


"Nyambut pangeran harus beda, kan?"


Ketiga orang di sana dibuat terkejut oleh ucapan Ashley. Meski sudah mengetahui identitas dari keponakan penguasa kerajaan Durman tersebut, wanita itu tetap menyerangnya tanpa ragu.


Daryl tersenyum melihat Ashley masih tetap sama seperti wanita yang ia kenal. Sikapnya yang tidak wajar itu jutru semakin memikat pria kurang stimulus tersebut.


Tentu saja sebenarnya Ashley tidak mengetahui siapa pria di depannya. Ia menyebutnya pangeran karena mengacu pada laki-laki yang mencari Cinderella dengan menggunakan sepatunya.


Jika tahu Daryl memanglah seorang pangeran, Ashley tidak mungkin langsung menyerangnya. Di mata wanita itu, Daryl hanyalah seorang bangsawan sombong yang mempekerjakan beberapa preman tidak berguna untuk mengendalikan rasa takut saingannya.


"Ah, aku tidak membawa sepatumu, tapi aku menjaganya dengan baik."


Mengetahui kondisi Ashley yang kehilangan satu kakinya, dan Daryl terus membahas mengenai sepatu, membuat kesatria di samping Ashley merasa tidak nyaman. Akan tetapi, wanita itu tidak terlihat tersinggung sama sekali. Terlepas dari serangan yang ia lakukan di awal, Ashley justru terlihat sangat santai.


"Oh, gua gatau lo punya fetish sama sepatu. Gua punya banyak kalo lo mau."


Ucapan Ashley membuat Daryl tersentak. Sedangkan Bellena dan kesatria itu berusaha menahan tawa mereka agar tidak membuat Daryl semakin tersudut.


Sambil menahan rasa malu atas ledekan Ashley yang sudah biasa ia terima, Daryl menjawab,


"Terimakasih. Tapi aku lebih tertarik dengan pemiliknya."


"Oh my, how straightforward. Gua lagi di lamar?"


Terkejut dengan ucapan wanita itu selanjutnya, Daryl baru saja sadar dengan apa yang telah ia katakan. Ia menjawabnya tanpa pikir panjang karena sedang fokus menekan rasa malunya. Lalu tanpa sadar, ia langsung melontarkan fakta pertama yang muncul di benaknya.


Hal yang justru membuatnya semakin malu.


Laki-laki itu langsung memalingkan pandangannya sambil menutup mulutnya dengan tangan kiri. Melihat pria yang malu-malu tapi juga blak-blakan tersebut membuat Ashley sedikit bingung.

__ADS_1


Berbeda dengan Bellena yang bingung dengan arus pembicaraan mereka, kesatria keluarga Derius itu mulai paham dengan situasinya.


Ia yakin jika kedua orang tersebut sedang saling menggoda satu sama lain.


Ya, ia sebenarnya salah paham.


"Gimana lo yakin kalo gua 'pemiliknya'? Gua bahkan ga nyoba sepatunya."


"Siapa tau gua cuma impostor?" Lanjut Ashley dengan senyuman jahat yang sesungguhnya tidak memiliki arti apa pun.


Ia hanya sedang mendalami peran.


Namun berbeda dengannya, Daryl kini hanya menatapnya tanpa ekspresi. Ia tidak begitu mengerti dengan candaan wanita itu kali ini, karena sudah jelas Ashleylah pemiliknya.


Meski begitu, benar jika ia telah mencari wanita tersebut meski dalam identitas yang berbeda. Ia bahkan hampir saja terkecoh dan melewatkan kesempatannya.


Satu hal yang ia tahu,


"Yang asli akan langsung terlihat asli."


Ashley terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum mengakui kebenaran dari ucapannya. Sama seperti kecurigaannya terhadap Vincent. Begitu melihat Anthony, ia langsung tahu siapa yang asli dan yakin jika Vincent bukanlah ayahnya.


"Yaampun, calon suami gua niat banget nyariin gua."


Mendengar ucapan wanita di depannya, Daryl kembali teringat dengan perkataannya sendiri yang kemudian diartikan oleh Ashley sebagai tindakan melamar seseorang. Bukan lagi tertarik, bukan lagi melamar, tapi topiknya sudah berubah menjadi calon suami.


Ia tahu Ashley akan terus mempermainkannya jika ucapan wanita itu terlihat berpengaruh kepadanya. Namun di sisi lain, ia juga tidak bisa menahan rasa malunya. Wajahnya kian memerah dan terasa panas. Kini tidak ada lagi topeng yang mampu menyembunyikan pemandangan tersebut.


Semakin banyak kata yang terucap dari bibir wanita itu, membuat kesatria yang salah paham itu, menjadi lebih salah paham. Bellena yang bingung dengan cara Ashley menyampaikan topiknya pun dibuat semakin bingung. Bahkan Daryl yang terus mengikuti arus Ashley akhirnya terjebak dalam permainan kata wanita itu.


Mereka sama sekali tidak tahu, jika ucapan Ashley semuanya mengarah pada dongeng populer di dunianya, yang menceritakan seorang pangeran yang mencari wanita pujaannya dengan petunjuk sepatu dan kemudian menikahinya. Atas dasar itulah Ashley menyebut Daryl calon suaminya, dan hanya itu.


Saat pikiran orang-orang itu sudah diarahkan ke hal yang lain, Ashley tiba-tiba berkata,


"Tp gua lagi ga mood."


Kali ini hal yang ia maksud adalah topik yang sebenarnya. Ia masih berpikir jika Daryl datang untuk menerima tantangannya dan membalas perbuatan wanita itu terhadap anak buahnya. Atau mungkin hanya sekedar mengharumkan kembali namanya.


Karena sedang tidak ingin diganggu, bukannya memberikan perlawanan yang seharusnya, Ashley mungkin akan mengakhirinya dengan cepat. Bahkan menggunakan kecurangan bila perlu.


Ia adalah orang yang menikmati momen saat melawan orang lain. Karena tidak ingin melewatkannya momen tersebut, ia lebih memilih untuk menundanya.

__ADS_1


Namun yang ada di pikiran Daryl sangat jauh berbeda.


"Sorry. Padahal akhirnya ketemu."


Ya. Padahal akhirnya mereka bisa bertemu lagi. Tanpa topeng dan tanpa berpura-pura menjadi orang lain.


Apakah ia harus merelakan kesempatan itu? Apakah ia harus kembali ke rutinitasnya yang sangat monoton tanpa emosi itu selagi menunggu suasana hati Ashley membaik? Will juga telah membantunya mencari Ashley seminggu ini. Apakah akan ada 'lain waktu' jika ia hanya menunggu?


Dilihatnya wanita itu membalikkan badannya dan beranjak pergi. Sambil melihat punggung Ashley yang perlahan menjauh, ia berpikir,


Tidak bisakah beri aku satu petunjuk? Untuk menunggu atau terus mengejarnya?


"Gua ga masalah nyari lo balik kalo mau-"


Kata-kata Ashley tiba-tiba terpotong saat tongkat yang ia gunakan patah menjadi dua. Dilihatnya potongan kayu yang sudah tidak berguna lagi itu, sebelum menatap Bellena tajam seolah gadis itulah penyebabnya.


Bellena yang malang hanya bisa terbata-bata mencari kata yang tidak mampu ia ucapkan. Bukan salahnya jika kayu itu patah. Tindakan Ashley menyerang Daryllah yang menjadi pemicunya. Ia tidak yakin kenapa Daryl terlihat baik-baik saja, namun serangan Ashley saat itu sangatlah tidak manusiawi hingga wajar jika kayunya patah.


Namun tentu gadis itu tidak bisa berkata demikian.


Dibantingnya potongan kayu tersebut ke tanah sebelum ia menyuruh Bellena mengambilnya lagi. Tingkahnya kali ini terlihat seperti anak kecil yang sedang marah. Karena suasana hatinya sedang kacau, wanita itu kadang tidak bisa mengontrol dirinya.


Meski biasanya pun ia tetap tidak mengontrol dirinya.


Daryl terdiam sejenak, mendapati dua petunjuk yang ia dapatkan di waktu yang sama.


Pertama, Ashley jelas berkata ia akan mencari Daryl jika pria itu mau. Kedua, tongkat kayu Ashley yang patah memberinya sebuah alasan untuk tetap melangkah maju.


Melihat Daryl yang berjalan mendekati Ashley, kesatria yang diutus untuk menjaganya hendak menghalangi. Namun ia mengurungkan niatnya akibat kesalahpahamannya yang masih belum dibenarkan.


Menghargai kesempatan yang diberikan kesatria itu, Daryl tersenyum ke arahnya menunjukan ia tidak berniat buruk.


"Permisi." Ucapnya di samping Ashley, sebelum tiba-tiba menggendong wanita itu layaknya seorang putri.


Dengan cepat wanita itu langsung menarik rambut Daryl ke belakang dan menodongkan ujung kayunya ke bawah dagu laki-laki tersebut.


"Ngapain bang***?"


"Menjadi calon suami yang baik?" Jawabnya sambil tersenyum.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


__ADS_2