Cinderella Gila

Cinderella Gila
I just love the thrill


__ADS_3

Mendatangi tempat orang yang katanya mengetahui cara untuk menemui Far, Ashley tidak menyangka jika dirinya harus terpisah dari kedua bawahannya.


Melirik si kurir yang berperan sebagai pembuat janji, Ashley seolah mempertanyakan apakah ini rencana yang telah ia susun sejak awal. Namun hanya tersenyum seperti biasa, pria itu tidak memberikan jawaban yang eksplisit.


Untuk sesaat, Ashley merasa ingin merobek mulut kurir tersebut guna menghapus senyuman abadi yang selalu terukir di sana.


Kembali melihat dua orang yang terhalang di belakangnya, Ashley kemudian berkata,


"Kalian tunggu di luar."


Persetan dengan jebakan. Sedari awal, kehadiran Alais dan Bellena hanyalah sebagai supporter baginya. Ia selalu mengambil tindakan dengan pikiran bahwa ia harus menyelesaikan urusannya sendiri. Kejutan semacam ini, bukanlah hal yang mampu membuatnya ragu.


Menampakkan senyum tipis tidak masalah, Ashley pun berjalan ke tengah ruangan dengan santai. Duduk di kursi kosong yang tersedia di depan sang pemilik ruangan, ia membiarkan satu-satunya pintu keluar itu ditutup.


Diawalilah percakapan tersebut dengan sedikit basa basi. Lalu, sebelum memasuki topik inti, pemilik ruangan tersebut membahas mengenai bagaimana Ashley menemukan informasi tentangnya.

__ADS_1


"Aku terkesan. Sangat terkesan. Tidak ada yang berani bertindak senekat dirimu." Ucap pria itu.


"Nekat? Itu bukan nekat, itu rencana buat gapai tujuan gua."


Tertawalah laki-laki paruh baya tersebut, mendengar jawaban Ashley yang begitu terus terang namun memiliki sisi arogan.


"Ya, rencana dengan resiko tinggi." Balasnya kemudian.


"I just love the thrill."


Yang aneh adalah, inti penbicaraan tersebut bukanlah mengenai keonaran yang Ashley lakukan, melainkan mengenai bisnis mereka kedepan. Ia berbicara seolah wanita itu telah menjadi salah satu calon rekan bisnis favoritnya.


Diluar dugaan, pembahasan awal mereka ternyata memiliki kronologi yang berbeda namun sangat sesuai saat dibicarakan. Tidak peduli kebohongan apa yang diucapkan si Kurir guna menyamarkan penyusupan Ashley, wanita itu sudah cukup puas dengan efek yang ditimbulkan.


Membahas mengenai hal-hal yang lebih mendetail, pertemuan itu pun berlangsung sedikit lebih lama.

__ADS_1


Mengetahui jika orang tersebut memang memiliki akses sendiri untuk menemui Far, Ashley dibuat kembali bersemangat. Pria itulah orang yang telah dicari-cari wanita tersebut beberapa hari terakhir ini.


Dengan menjadi rekan dekat dari orang itu, Ashley akan bisa mendapat peluang lebih besar untuk mengetahui indentitas sekaligus informasi mengenai Far. Ditambah lagi, statusnya sebagai 'petinggi' di area pelacuran tersebut mungkin bisa digunakan oleh Ashley untuk mencari keberadaan Eva.


Membicarakan perihal bisnis yang tidak asing lagi bagi wanita tersebut, membuat pembicaraan tersebut berakhir dengan lancar ke tahap akhir. Tahap di mana Ashley nantinya bisa disahkan menjadi anggota organisasi Far.


Dibukalah pintu besar ruangan tersebut oleh salah satu pengikut pria itu kemudian, membiarkan Ashley pergi menemui pelayannya.


Meminta sejumlah uang yang dibawa Bellena guna membayar 'biaya masuk', Ashley harus rela kekayaannya berkurang. Kali ini pintu tersebut tidak ditutup lagi saat Ashley kembali masuk ke sana.


Melihat nonanya kembali dengan wajah puas, apa yang terjadi di dalam pasti sudah sesuai dengan keinginan wanita itu. Meski sempat khawatir bahwa datang ke sana merupakan sebuah perangkap, kedua bawahan Ashley akhirnya bisa bernapas lega.


Tidak pernah mereka kira, permasalahan yang sudah teratasi dengan baik sesuai rencana tersebut akan berubah bahkan sebelum mentari menyambut kota Vinnas.


Sebuah kejadian yang cukup besar untuk tidak diliput di halaman depan surat kabar harian.

__ADS_1


.................. Bersambung .................


__ADS_2