Cinderella Gila

Cinderella Gila
2 Sate Royal Oasis!


__ADS_3

Di kamar Ashley, di pagi hari, seorang wanita dengan rambut pirang berkilau tengah menatap keluar pintu balkon yang terbuka lebar.


Baginya, pagi itu terasa lebih cerah dari biasanya. Udaranya pun terasa jauh lebih segar daripada biasanya, hingga paru-parunya seakan lenyap tak tahu ke mana.


Buket bunga anyelir putih yang selalu ia tatap dengan kekesalan selama hampir seminggu itu juga entah kenapa kali ini terlihat indah. Sangat indah hingga membuat ujung bibirnya terangkat lembut.


Dikenakanlah setelan baju baru yang tidak sempat ia pakai karena masih dalam proses rehabilitasi. Pakaian yang baru saja datang beberapa hari lalu. Pakaian yang dipesankan oleh Asteron khusus untuk Ashley sebagai ganti rugi gaun Ashelia saat pesta ulang tahun Kalia.


Sempurna.


Ashley bahkan seakan dapat mendengar alunan musik lembut yang beriringan dengan nyanyian burung-burung dari luar.


Ah, apakah alam selalu menyiapkan orkestra seperti ini setiap hari?


Bersama dengan Bellena si pelayan setia yang selalu menjadi korban setiap Ashley merasa bosan, berjalanlah mereka berdua keluar ruangan, berniat menyambut dunia dan seisinya.


Dibukalah pintu kembar tersebut, yang kemudian menampakkan seorang pria tampan dengan pakaian rapi, yang dengan sigap muncul dari balik dinding.


"Ck. Lo nganggur ya?"


Wajah senangnya langsung lenyap tak berbekas saat melihat kesatria dengan rambut coklat kemerahan itu tiba-tiba muncul, tidak ingin ketinggalan. Ashley pikir laki-laki itu akan melakukan rutinitas paginya berlatih seperti biasa. Namun seakan mengetahui sifat wanita tersebut, orang itu sengaja menunggu di depan kamar nonanya.


"Menjaga Anda juga bagian dari tugas saya." Jawab sang kesatria masih sambil membungkukkan badan memberi salam.


"Whatevs."


Berbeda dari amatir yang dikirim sebelumnya, pria itu telah mengetahui dan mengikuti standar Ashley. Karenanya, setelah wanita tersebut berjalan melewatinya, barulah ia bangkit dan mengikuti langkah nonanya dari belakang.


Vincent dan Marion mungkin masih sarapan saat itu, namun Ashley sengaja melewatkannya. Mengetahui keadaan putrinya selama seminggu ini, Vincent pun memaklumi hal tersebut.


Sesampainya di luar, Bellena langsung pergi untuk memanggil kereta kuda mereka. Sedangkan Ashley masih terus berjalan menuju gerbang raksasa jauh di depannya.


Kedua penjaga gerbang yang melihat Ashley langsung memberi salam dari kejauhan.


Dengan diikuti seorang kesatria, pelayan pribadi yang baru saja menyusul, dan kereta kuda yang berjalan sangat pelan untuk mengimbangi nonanya, Ashley masih terus berjalan menuju gerbang. Meski deretan manusia itu terlihat konyol, mereka tidak punya pilihan lain selain mengikuti permainan wanita berdarah dingin tersebut.


Begitu kakinya menginjak ke luar gerbang, Ashley berhenti. Sambil menarik napasnya dalam, sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Tak lama, dilepaskanlah tawa puas yang terdengar sangat identik dengan tokoh jahat.

__ADS_1


Saat itu ia baru paham, bagaimana rasanya terbebas dari suatu hal. Perasaan yang luar biasa ringan.


Puas dengan ritual tersebut, dilanjutkanlah perjalanan mereka menuju pusat kota Vinnas.


Baru seminggu- hanya seminggu, namun rasanya sudah seperti bernostalgia. Mungkin wanita itu yang memang sedikit berlebihan.


Turun dari kereta kudanya, mereka bertiga pun berkeliling di sekitaran alun-alun. Kemudian,


"Nona! Nona koin emas!"


Mendengar kata 'koin emas', semua orang yang berada di alun-alun kota pun menoleh ke arah sumber suara. Begitu pula Ashley dan kedua pengikutnya.


Dilihatnya seorang anak laki-laki dari kejauhan. Seorang pedagang kaki lima yang memang sudah Ashley kenal. Mengetahui anak itu memang sedang memanggilnya, Ashley pun berjalan menghampiri anak yang masih tidak diketahui namanya tersebut.


Dengan wajah ceria khas miliknya, anak itu menyambut wanita yang terkenal tidak ramah tersebut.


"Nona, lama tidak bertemu. Kau sangat terkenal akhir-akhir ini."


Orang-orang yang sempat menoleh ke arahnya pun mulai kehilangan rasa penasaran mereka setelah melihat tidak adanya hal menarik yang terjadi di sana. Lain halnya dengan Ashley. Ia merasa jika anak itu akan memberinya hal yang sangat menarik.


Menjadi terkenal memang bukanlah hal baru untuk wanita tersebut. Tergantung dari siapa yang mengatakannya, informasi itu dapat memiliki arti yang berbeda.


"Oh, ya?" Jawab Ashley memastikan.


"Ya! Karena kau sangat cantik!"


Dua orang di samping Ashley yang tidak mengetahui identitas anak tersebut hanya bisa tersipu, melihat seorang anak remaja memuji nona mereka tanpa merasa canggung. Diliriklah wanita muda di samping mereka yang hanya merespon dengan sebuah tawa kecil lembut.


Tunggu, bukankah ini aneh?


Bellena dan kesatria di samping Ashley yang mengetahui sifat liar wanita itu, merasa tidak beres melihat nona mereka bersikap sangat bersahabat terhadap pedagang kecil tersebut.


Wajar sebenarnya, karena Ashley menilai seseorang dari kemampuan mereka, dan anak di depannya itu sangatlah berguna di matanya. Seperti sekarang contohnya, saat anak itu mengatakan bahwa alasan tenarnya Ashley adalah karena ia 'cantik', itu berarti orang-orang yang sedang mencarinya adalah laki-laki.


Laki-laki? Mungkinkah mereka adalah teman dari orang-orang yang dibunuh Ashley minggu lalu?


Mencoba menanyakan inti dari informasi tersebut, Ashley pun bertanya,

__ADS_1


"Jadi? Apa rekomendasi hari ini?"


"2 Sate Royal Oasis!" Jawab anak itu dengan penuh semangat merekomendasikan menu spesial miliknya.


Kedua pengikut Ashley tertegun setelah mendengar nama tersebut, melihat makanan pinggiran yang terlihat tidak berbeda dari sate biasa lainnya.


Siapa yang peduli dengan penamaannya yang aneh? Dilihatlah 2 tusuk sate daging itu oleh Ashley, yang kemudian di saat bersamaan membuatnya teringat akan sesuatu.


Royal yang berarti anggota kerajaan dan oasis yang identik dengan gurun pasir. Dari kedua petunjuk tersebut, Ashley dapat langsung mengetahui siapa orang yang sedang mencarinya.


Sambil mengusap dagunya perlahan menggunakan ibu jari, wanita itu menyeringai.


"I think, I'd like that."


"Karna gua bertiga, jadi mungkin, 7?" Lanjutnya memastikan ia tidak salah menebak.


Anak laki-laki itu terdiam sejenak, menghapus wajah cerianya selama beberapa detik. Sebelum akhirnya kembali tersenyum dengan senyuman yang lebih lebar.


Bukan 6 melainkan 7. Anak itu menyadari pesan yang coba disampaikan oleh wanita di hadapannya tersebut. Sebuah informasi yang secara mengejutkan telah disadari oleh Ashley lebih dulu.


"Ah, Anda benar-benar tahu apa yang akan Anda makan."


Mendengar pujian tulus yang terselubung tersebut, Ashley kemudian tertawa yang jelas saja membuat kedua pengikutnya merasa waspada. Seingat Bellena, dan berdasarkan informasi yang didapat kesatria tersebut, saat di mana Ashley tertawa adalah saat-saat sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Karna kalo cuma 2 mungkin kurang." Jawab wanita itu setelahnya.


Benar saja, bukan Ashley jika tidak mencari keributan meski hanya sehari.


"Lo punya tempat rekomendasi paling cocok buat makan ini?"


"Tentu! Wilayah barat Vinnas."


Seolah terpengaruh oleh antusias Ashley, ia pun menjawabnya dengan semangat. Namun aneh jika membayangkan mereka pergi ke sana hanya untuk menikmati sate, kan?


Ditanyakanlah hal itu oleh kesatria Ashley yang masih sedikit curiga dengan cara bicara anak laki-laki di sana. Lalu dengan polosnya, Bellena yang membalas pertanyaan tersebut.


"Karena matahari terbenam di sana bagus?"

__ADS_1


"Tapi ini masih pagi." Sahut pria itu.


.................. Bersambung .................


__ADS_2