Cinderella Gila

Cinderella Gila
BELLENA!


__ADS_3

Ashley beranjak dari tempat duduknya dan berjalan 2 meter di belakang Kenny. Ruangan yang biasanya rapi itu kini sedikit tidak tertata. Sebuah kabel untuk mengisi daya laptop melintang di depannya.


Pada saat itu, Ashley memang tidak memakai alas kaki apa pun karena kakinya terasa panas meski dalam ruangan ber-AC.


Dilompatinya kabel itu seperti berjalan santai. Namun sialnya, ia melewati bagian kabel yang sedikit robek.


Entah kebetulan atau memang kejadian luar biasa, seakan diseret oleh takdir yang tidak bisa ia hindari, aliran listrik dari dalam kabel itu bereaksi dan tersalur ke kaki Ashley yang berjarak sekitar 1 sentimeter di atasnya.


Keseimbangan dirinya menghilang bersamaan dengan perasaan seperti terayun sedang menaiki jet coaster. Tubuhnya pun terjatuh ke lantai.


Kenny yang mendengar suara Ashley terjatuh langsung menengok ke belakang.


Bukan kesal atau malu, raut wajah yang tergambar di wajah bosnya justru raut wajah sedih.


"Kenny?" Panggil Ashley dengan suara menahan tangis.


Tidak tahu apa yang terjadi dan harus bereaksi bagaimana, Kenny kemudian berjongkok 2 meter di depan bosnya yang tengah duduk di lantai.


Laki-laki itu melakukannya hanya untuk menyetarakan tinggi pandangan Ashley. Ia merasa Aneh melihat Ashley menatapnya dari bawah.


"Anda... gapapa?"


Mendengar pertanyaan Kenny, raut wajah wanita itu semakin terlihat seperti akan menangis dengan kencang.


Positif.


Bosnya telah berubah lagi.


Beberapa saat lalu, di belahan galaksi lain, yang keberadaan galaksinya juga masih dipertanyakan, sebuah pesta ulang tahun tengah diselenggarakan.


Pesta itu digelar dengan sangat meriah untuk memperingati usia putri dari Duke Derius yang telah menginjak 20 tahun.


"Yang Mulia Duke wilayah Westilon memasuki ruangan!"


Diawali dengan acara formal, perayaan tersebut terus berlanjut hingga sesi yang lebih santai.


Berbeda dari biasanya, para tamu yang datang ke sana sengaja menetap lebih lama. Selain menghadiri undangan, mereka juga datang dengan tujuan untuk melihat tamu spesial yang telah diundang oleh pemilik acara.

__ADS_1


Ketenaran Ashelia telah tersebar luas bahkan hingga keluar wilayah Lozan. Mendengar berbagai macam rumor yang telah dibumbui tersebut, membuat mereka sangat penasaran dengan sosok asli gadis yang dirumorkan.


Namun, berbeda dengan bayangan mereka, Ashelia ternyata hanya seorang gadis pemalu yang tidak banyak bicara. Ia bahkan terus menunduk dan juga menutup wajahnya saat berbicara.


Mengecewakan.


Antusias tinggi yang didorong oleh ekspektasi mereka sendiri, tidak terbayar sepadan dengan kenyataan yang ada. Demi melampiaskan kekecewaan mereka, mereka pun mulai mengganggu gadis tersebut.


Layaknya bukan sesuatu yang aneh, mereka menghina dan mempermalukan Ashelia di depan umum.


Lalu apa yang dilakukan oleh pemilik acara yang mengundangnya?


Ia justru adalah orang pertama yang mengawali perundungan tersebut.


Dari kejauhan, seorang pria yang tidak ikut andil dalam perundungan tersebut hanya melirik Ashelia tanpa sedikit pun rasa tertarik ataupun kasihan.


"Memang bukan."


Kehilangan jejak dari wanita yang ia cari selama seminggu terakhir, pria itu pikir kali ini ia akan mendapatkan sesuatu.


Ia masih beranggapan jika putri Count yang meninggalkan sepatunya mungkin saja adalah gadis yang sama dengan orang yang selalu ia temui di kasino. Namun setelah melihat kejadian tersebut, ia akhirnya yakin jika pemikirannya salah. Pria itu kemudian berbalik dan berniat pergi dari sana tanpa berniat memberi pertolongan pada Ashelia.


Kesal, kesal, kesal, kesal, kesal, kesal, dan kesal. Hanya perasaan itu yang mengisi seluruh jiwanya.


Saat itu, ia tengah duduk di lantai. Kepalanya tertunduk dengan tatanan rambut yang berantakan. Ia juga merasakan air mata yang telah mengering di kedua pipinya.


Suara tawa dan ledekan masih terdengar dari orang-orang yang mengelilinginya, tanpa menyadari bahwa orang yang mereka rendahkan sudah tidak lagi berada di sana.


Seseorang kemudian melemparkan kue ke lantai. Kue itu sengaja ia lemparkan tepat di depan Ashley. Seorang laki-laki kemudian berkata,


"Astaga kau baik sekali. Dia jadi tidak perlu susah berdiri dan bisa langsung makan."


Tawa para tamu yang lain pun saling bersautan setelahnya. Tanpa mempedulikan mereka, Ashley masih mencoba mengontrol rasa kesalnya yang membuatnya sulit bernafas.


Lalu beberapa detik kemudian, ia menyadari ada yang aneh. Perasaan yang sama seperti saat pertama kali datang ke dunia itu. Ia tidak merasakan setengah dari kaki kiri Ashelia.


Memang kakinya tidak bisa tumbuh lagi, namun yang ia maksud adalah ia tidak bisa merasakan kaki palsunya yang seharusnya terasa saat dipakai.

__ADS_1


Matanya kemudian melihat ke depan. Ia mendapati sebuah kursi roda terguling di sana, sekitar 2 meter dari tempatnya duduk.


"Bell."


Orang-orang yang tadinya tertawa mulai mengurangi suaranya, mencoba mendengarkan apa yang target hinaan mereka coba katakan. Bukan benar-benar ingin mendengar, mereka hanya ingin menggunakannya sebagai bahan guyonan baru.


Di sisi lain, gadis yang dipanggil oleh Ashley tengah dihalang-halangi oleh beberapa bangsawan lain dan dilarang mendekati nonanya.


Tidak ada orang lain yang membawa pelayan pribadi mereka selain Ashelia.


Karena sangat ingin melihat perubahan Nona Midgraff itu, Kalia- orang yang mengundangnya, memberi Ashelia ijin untuk membawa Bellena. Ia khawatir Ashelia tidak akan datang jika tidak bersama pelayan pribadinya.


Namun kini, bukan hanya Ashelia, Bellena pun dijadikan bahan lelucon untuk mereka. Meski telah didandani secantik apa pun, bagi mereka pelayan tetaplah pelayan. Orang yang tidak pantas datang ke tempat berkumpul mereka.


"Kau mengatakan sesuatu?" Ledek salah seorang wanita di dekat Ashley.


"Jika-"


"BELLENA!" Panggil Ashley memotong ucapan wanita itu.


Semua orang tersentak saat Ashley tiba-tiba berteriak dengan suara lantang.


Mendengar cara nonanya memanggil, Bellena langsung mendorong para bangsawan yang menghalanginya menjauh. Suara lantang itu mampu meningkatkan keberaniannya secara drastis untuk melawan bangsawan lain. Tentu karena pemilik suara tersebut jauh lebih menakutkan daripada mereka semua.


Bukan hanya Bellena, Daryl yang hendak keluar dari pintu pun langsung bereaksi saat mendengar nama wanita yang ia cari dipanggil dengan begitu keras. Ia pun bergegas kembali ke pusat kerumunan tersebut untuk mencari 'Bellena'.


Akan tetapi, bukan wanita tinggi dengan kaki palsu yang muncul di sana, melainkan seorang gadis berambut coklat yang wajahnya pernah ia lihat sebelumnya. Gadis kaya yang datang bersama Ashley di bar dan berpura-pura menjadi majikannya.


Bellena yang baru saja sampai setelah berlari menerobos kerumunan orang sombong itu langsung bersimpuh di depan Ashley dan kemudian bersujud sambil menjawab,


"Ya! Dewi!"


Hanya dengan mendengar cara memanggilnya yang terkesan tidak sabaran itu, Bellena langsung tahu siapa yang bersemayam di dalam tubuh Ashelia saat ini.


Lalu, dikarenakan rasa paniknya, ia spontan memanggil Ashley dengan sebutan yang pernah wanita itu larang satu kali. Beruntung Ashley tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Para bangsawan yang berkumpul mengelilingi Ashley menjadi canggung sebab tawa mereka tiba-tiba terputus akibat perubahan sikap Ashley dan pelayannya. Kalia yang merasa terhina karena ucapannya diabaikan oleh Ashley pun mengeratkan giginya kesal.

__ADS_1


"Dasar tidak tahu diri!"


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2