Cinderella Gila

Cinderella Gila
You won't be the fifth, right?


__ADS_3

Keluar dari gang sendirian, Ashley melanjutkan perjalanannya menuju 'area bermain' Harun. Tidak mendapatkan info apa pun, ia hanya bisa berharap Harun dapat membantunya mencari tahu.


Menggulung lengannya ke atas, wanita itu berupaya menutup bukti perbuatannya di ujung jalan buntu yang baru saja ia tinggalkan. Melakukannya dengan rapi dan cepat, Ashley berusaha sebisa mungkin tidak mengotori pakaiannya. Meskipun demikian, sangat sulit bagi pekerjaan kasar seperti itu untuk tidak meninggalkan jejak sama sekali.


Sampai di wilayah Harun, Ashley di sambut oleh seorang anak kecil yang menabraknya tiba-tiba. Ditariknya kemudian bagian belakang kerah anak itu sampai ia terangkat dan tercekik. Teror yang tergambar jelas di wajah anak tersebut, membuat Ashley kemudian melepaskannya.


Bukan karena kasihan, wanita itu hanya yakin jika anak yang pernah mencuri uang Daryl tersebut tidak akan berani mencuri darinya lagi.


Menahan kepala bocah yang hendak melarikan diri itu, Ashley lalu menanyakan keberadaan Harun. Sayangnya, laki-laki yang dicarinya tengah tidak berada di tempat.


Meski hanya sekilas, anak tersebut sangat yakin ia baru saja mencium aroma darah saat Ashley mengangkatnya. Alasan yang mampu menjelaskan raut wajah luar biasa takut yang dikenakannya.


Awalnya anak kecil itu mengira Ashley tidak akan mempercayai ucapannya, namun wanita tersebut justru langsung melepasnya begitu saja. Berbalik lalu melangkah keluar gang, Ashley pergi tanpa berpamitan.


Menepis keraguannya, wanita itu pergi menuju arena sabung orang yang pernah di datanginya dulu. Ia hanya tak mengira jika tempat itu juga beroperasi pada siang hari.


"Tutup. Buka pukul 6." Ujar sang pemilik toko pernak-pernik saat Ashley membayar biaya masuk.


Terdiam sejenak Ashley lalu mengambil uangnya kembali dan beranjak pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Bocah sialan.


Jauh-jauh datang ke sana, wanita itu membuang waktu dan tenaganya karena termakan tipuan anak kecil. Ia paham jika anak tersebut pasti berniat melindungi Harun, apalagi Harun terkena masalah akibat kesalahan anak itu. Namun berani bertindak berarti harus berani menanggung resiko.


Berjalan kembali untuk menemui bocah yang berani mengerjainya, Ashley dihentikan oleh seseorang yang tiba-tiba memanggilnya dari belakang.

__ADS_1


Menoleh guna melihat siapa bangsawan yang juga berkeliaran di lingkungan mencurigakan tersebut, didapatinya seorang pria berambut pirang tengah menunduk memberi salam.


"Nama saya Will Grud Boschman. Jika Anda berkenan, bisa saya meminta waktu untuk bicara?"


Dari keseluruhan bangsawan yang ditemui Ashley, hanya pria tersebut yang memiliki sopan santun. Dari namanya, Ashley dapat menebak jika pria itu juga berasal dari keluarga setingkat Count.


Ketika kebanyakan orang bersikap buruk terhadapmu, lalu tiba-tiba ada seseorang yang bersikap baik, wajar untuk menaruh kecurigaan terhadapnya.


Tidak membalas salam tersebut, Ashley sengaja memberi kesan bahwa kedatangan pria itu tidaklah diinginkan. Meski merasa sedikit tersinggung, Will harus menurunkan egonya. Hanya Ashley yang mungkin bisa membantunya saat ini.


Mengabaikan laki-laki asing yang muncul entah dari mana tersebut, Ashley kemudian beranjak pergi.


"Ini tentang Nona Thalistine. Atau yang Anda kenal sebagai-"


"Eva."


"I just killed 4 people."


"You won't be the fifth, right?"


Bergidik pria itu dibuatnya. Seliar apa sifat haus darah wanita di hadapannya hingga membuatnya membunuh 4 orang di siang hari? Bahkan setelah pembantaian yang ia lakukan semalam.


Apa tidak masalah Daryl menyukai orang seperti ini?


"Saya yakin kita berada di pihak yang sama." Jawab Will kemudian.

__ADS_1


"Pihak mana yang lo anggep 'kita'?"


Untuk sesaat Will merasa sedikit ragu menjawab pertanyaan tersebut. Namun yakin Ashley akan berpihak kepadanya, pria itu pun menjawab.


"Saya tahu Anda berhubungan dekat dengan Nona Thalistine."


"Bukankah karena itu Anda menghancurkan tempat bisnis seseorang tadi malam? Untuk menolong Nona Thalistine?"


Tiba-tiba tertawa dengan keras, Ashley membuat Will merasa ia telah mengambil keputusan yang salah. Tawanya begitu lepas hingga terdengar sangat meremehkan.


"Lo bercanda? Gua ngelakuin itu karna kesepakatan bisnis yang mereka tawarin ga sesuai keinginan gua."


"Dan kenapa lo tau tentang itu-"


Dalam sekejap raut wajah wanita tersebut berubah serius. Dengan aura membunuh yang begitu kuat, Ashley menyerang laki-laki di hadapannya secara tiba-tiba.


"Mata-mata?"


Berhasil selamat meski baju luarnya harus terpotong, Will menatap wanita yang tanpa basa basi hendak menebasnya barusan. Terlihatlah bilah pedang yang semula bersembunyi di dalam tongkat Ashley, membuat pria itu terpaksa harus menjaga jarak dengan lawan bicaranya.


"Saya hanya datang untuk meminta bantuan Anda."


"Bukankah Anda juga ingin menolongnya?" Tanya Will di sela kesunyian saat keduanya hanya diam.


Namun tak seperti perkiraannya, jawaban Ashley sangatlah mengecewakan.

__ADS_1


"Kenapa gua harus nolong orang asing yang cuma gua temuin beberapa kali?"


.................. Bersambung .................


__ADS_2