Cinderella Gila

Cinderella Gila
I swear, if you bite, gua sarapan sate kuda


__ADS_3

Diam tak bergerak, Ashley mencoba tidur setelah melewati hari yang melelahkan. Namun matanya seketika terbuka dengan lebar, menandakan usahanya selama lebih dari satu jam tersebut sama sekali tidak berefek.


Tidak sulit bagi Ashley biasanya untuk tidur, karena 'tidur' baginya seperti meditasi. Sekedar merilekskan badan dan menenangkan pikiran. Tidak perlu kehilangan kesadaran sepenuhnya dan bermimpi.


Akan tetapi, di situlah permasalahannya. Pikirannya masih terus terganggu oleh hal lain yang ia rasa belum terselesaikan.


Ini bukan tentang Eva ataupun Far, melainkan wajah kecewa yang ditunjukkan oleh Daryl. Raut wajah terkejut sekaligus sedih yang pria itu perlihatkan, terus terbayang di benak Ashley dan tak henti-hentinya mengusik ketenangan wanita tersebut.


Bangkitlah ia kemudian, sebelum kembali memasang kaki palsunya dan mengenakan gaun malam Ashelia yang lebih mudah dipakai. Tanpa berlapiskan pakaian luar, Ashley langsung beranjak meninggalkan kamarnya, berniat mengatasi permasalahan tidurnya saat itu juga.


Karena Bellena yang biasanya menyiapkan kereta kuda untuknya, wanita tersebut tidak tahu ke mana dan kepada siapa ia harus memberi perintah. Namun tidak berniat mencari kusir karena ia merasa terburu-buru, pergilah si Pirang ke area pekarangan keluarga Midgraff yang berada di belakang mes para pekerjanya.


Dihampirinya sebuah kandang kuda yang berada di samping lapangan berumput. 6 ekor kuda terjajar di sana, terlelap karena mereka bukanlah makhluk nokturnal seperti Ashley.


Salah satu yang berada di paling ujung kemudian terbangun saat mendengar ada suara langkah kaki yang mendekatinya. Dilihatnya sosok gadis berambut pirang panjang dengan mata kehijauan yang sering ia temui. Namun berbeda dengan sebelumnya, gadis itu terasa seperti orang lain saat ini.


Orang asing.


Meringkiklah hewan besar tersebut, seolah menentang kehadiran orang asing yang hendak mendekatinya.


Sempat terkejut, Ashley langsung mundur dan berbalik. Namun langkahnya terhenti saat kembali mempertimbangkan 'gangguan mental' yang masih akan terus menghantuinya.

__ADS_1


Membulatkan tekad, wanita itu pun memberanikan diri guna melanjutkan rencananya.


Berusaha menenangkan kuda tersebut, diulurkanlah tangang kirinya ke samping mencoba meraih kepala si kuda. Tidak berani berhadapan langsung dengan hewan besar tersebut Ashley hanya melirik sambil mendekat perlahan.


"Easy there. Gua juga ga suka kuda. Gua lebih mending naik mobil."


Meski tidak mengerti ucapan wanita tersebut, namun nada suara yang tenang sekaligus tegas tersebut mampu membuat si Kuda sedikit tunduk. Karena Ashley juga memalingkan wajahnya, kuda itu pun mampu sedikit menurunkan rasa takutnya.


Diendusnya telapak tangan Ashley yang langsung membuat wanita tersebut berhenti bergerak seketika.


"I swear, if you bite, gua sarapan sate kuda."


Tak disangka-sangka, hal itulah yang kemudian membantu si kuda merasa jauh lebih tenang. Kini kuda tersebut percaya bahwa Ashley bukanlah ancaman yang perlu ia takutkan.


Lalu, digenggamlah tali kekang kuda tersebut oleh si Pirang. Berjalan ke samping layaknya seekor kepiting, Ashley mengulurkan tangan kanannya hendak mengusap kepala sang kuda.


Hal ini adalah salah satu kejadian yang tidak ingin ditunjukkan Ashley kepada siapa pun. Meski wajar bagi seseorang untuk takut dengan kuda, wanita itu tidak akan pernah berpikir demikian.


"Oke. Lo cuma perlu nganter gua ke tempat Daryl, trus kita balik. Udah." Ujar Ashley sambil mengusap kepala kuda tersebut, berusaha membuatnya semakin percaya kepadanya.


Saat si Kuda terlihat jauh lebih tenang dan patuh, wanita itu pun mencari cara untuk mengeluarkannya.

__ADS_1


Berhasil menuntun kuda jantan tersebut keluar dengan mengejutkan, kini Ashley mencari cara untuk naik ke atas punggung si kuda tanpa pelana.


Setelah 2 kali mencoba dan masih tak berhasil, wanita itu hendak mencari sesuatu yang bisa ia gunakan sebagai pijakan. Akan tetapi, hal yang lebih mengejutkan terjadi.


Kuda pejantan tersebut tiba-tiba duduk seolah berniat membantu Ashley naik. Sempat tertegun sesaat, wanita itu kemudian kembali tersadar dan langsung memanfaatkan kesempatan tersebut.


"Ha, I'm starting to like you."


Seketika setelah melangkahkan kakinya, si Kuda pun kembali berdiri. Ashley agak terkejut saat kuda itu tiba-tiba kembali berdiri meski ia belum siap, namun tidak terjadi masalah setelahnya.


Selesai menata posisi duduknya dengan nyaman, ditariknya pelan tali kekang yang tergenggam di kedua tangannya. Berjalanlah si Kuda dengan tempo wajar. Kuda tersebut sadar jika Ashley tidak biasa menunggang kuda dan ia tidak ingin manusia itu terjatuh karena dirinya.


Tidak disangka, bahkan seekor hewan pun jauh lebih pengertian daripada Ashley.


"Siapa nama lo?" Tanya wanita tersebut yang kemudian dijawab oleh dengusan oleh teman barunya.


Tertawalah wanita itu, karena sama-sama tidak mengerti bahasa satu sama lain namun ia tetap mengajaknya bicara.


Dimulailah perjalanan malam antara dua sahabat tersebut ke barat. Bukan untuk mencari kitab suci melainkan sang biang keladi yang mengutuk Ashley hingga ia tidak mampu memejamkan mata.


.................. Bersambung .................

__ADS_1


__ADS_2