Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Dalam Dekapanmu


__ADS_3

Andien perlahan melangkah, dipapah Dimas.


Mereka memasuki lift.


" Apa sakit Ndien ?".


" Gak sakit banget, sedang sakitnya mas."


Dimas tertawa.


" Sakit ko bisa sedang."


Ketika pintu lift terbuka , beberapa mata perawat menatap Andien dan Dimas.


Djmas tidak memperdulikan reaksi para perawat. Andien menjadi tidak enakkan.


" Andien bisa sendiri mas, beneran, " ujar Andien.


Dimas kekeh menuntun Andien, Andien tidak tahu harus bagaimana , hanya menurut saja.


Dimas mengetuk sebuah ruangan , dan sebuah suara pun mempersilahkan mereka masuk.


" Aku tahu kamu Dim, " ujar sebuah suara, tanpa menoleh.


" Tahu dari mana Bim ?".


" Langkah kamu."


Dimas tersenyum.


" Andien, wawwww...kamu dari mana kenal sama atelit cakep Dim, atelit tangguh kebanggaan bangsa."


" Kenalkan ke aku, masih single lo Ndien, " ujar Bima.


Andien hanya menahan tawanya.


" Cek dulu kaki Andien, atelit tubuhnya kan aset, nih agak perih kalau melangkah, " ujar Dimas


" Waduh, kamu kan ada jadwal tanding kan Ndien "


Andien bengong, kok pada tahu.

__ADS_1


" Jadwalmu dah tayang, di fans club mu, aku kan salah satu anggota fans club mu, Dimas juga, kalau nonton , kami sering sama, gak nyangka banget, Dimas ternyata kenal kamu, nih rusuh banget anaknya dehhh".


" Ndien, kamu cakep ,tinggi, manis, beneran mengagumkan. Dulu rambutmu panjang lebih cakep, nih dah pendek banget."


" Iya dok, gerah kalau rambut panjang, " ujar Andien.


" Cepat cek Bim, biar gak berlarut."


" Okey bos, nih aset bangsa penanganan extra , " ujar Bima.


" Dim, jujur lah kamu, kamu khawatir banget sana Andien , apa ini wanita yang kamu cintai ? beda agama , dan dia sudah punya pacar, trus kamu patah hati".


Dimas hanya diam.


" Beda agama kok di persulit sih, nikah di luar aja, susah selesai."


Andien hanya diam.


" Saya cek yah Ndien, " ujar Bima.


Dimas langsung mengangkat tubuh Andien, mendudukkannya di tempat pemeriksaan.


Andien tidak tahu harus berkata apa.


" Kami hanya patner Bim, tidak lebih, " ujar Dimas menatap Andien dengan penuh arti.


Andien menunduk.


" Apa sakit ?".


Andien menggeleng.


" Katakan sakit kalau sakit yah Ndien."


Andien mengangguk.


" Bagian ini, apa sakit Ndien?".


" Sakit nya sedang sih dok, gak se sakit waktu cedera,mungkin karena terpeleset tadi, di tambah pernah keseleo dok."


" Hmmm, amannya kita foto ya Ndien."

__ADS_1


Andien mengangguk.


Dimas mengambilkan air mineral buat Andien.


" Dim..., tuh air mineralku lohh, mentang mentang pasien exclusive , kamu keluatan banget jaganya," ledek Bima.


Setelah hasil foto keluar , Dimas sangat serius memperhatikan hasil foto , demikian juga Bima.


" Tidak ada pergeseran tulang, aman Ndien. Hanya cedera otot, saya suntik , akan pulih, kamu kapan tanding ?".


" 5 hari lagi dok, saya akan balik besok ."


" Setidaknya 3 hari Ndien, kakimu di rawat, " ujar Bima.


" Saya usah ambil tiket pulang dok. lagian saya juga hanya booking hotel 1hari aja."


" Kamu 3 hari dirawat Ndien, jangan membanyah, daripada nanti serius, tiketmu batalin ,kalau bisa rescedule. kalau gak bisa ,gak apa apa biar hangus, dan kamu nginap di rumah mas saja, gak jauh dari rumah sakit ini, " ujar Dimas menatap Andien.


" Tapi mas...".


" Gak ada tapi tapi an Ndien," tatap serius Dimas.


Andien pun pasrah.


" Percayalah, saya bukan dokter abal abal Ndien, trust me, kakimu bakal pilih ,gak nyeri lagi. "


" Kita lakukan perawatan ya Ndien ?".


Andien mengangguk .


" Akan lumayan sakit, karena ini kan tulang, tahan ya Ndien."


Andien menunduk bahkan membungkuk.


Dkmas langsung mendekap tubuh Andien, menyandarkan Andien menghadap dada bidangnya.Wangi parfum Dimas begitu khas.


🥰😍🥰😍😍😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2