
Sakit, sabar, mencoba belajar melepaskan dan mengikhlaskan itu berat penuh dengan tangisan kenangan .Hujan tak lagi menghapus rindu, hujan tak bisa menghapus hadirmu.Gak selamanya rumah berbentuk bangunan.Bisa jadi berbentuk manusia, yang bisa menerima kamu pulang dalam keadaan apapun.
Jika seorang suami menginginkan isteri seperti seorang malaikat, maka suami harusnya menyediakan surga bagi malaikat itu.Karena tidak ada malaikat tinggal di neraka.
" Gak apa apa ,aku kamu anggap bodoh, kamu seakan menghina aku mas, disalah mengerti terus ,it' s okay .He is the true protector, kadang aku kehilangan arah kamu buat, apakqh agar aku tak terhilang?kadang aku bertanya apakah aku disakiti agar aku mengalami kesembuhan batin, aku dihianati apakah agar aku mengalami cintanya Tuhan?it' s all because he wants you? to see him to one person by person?,mungkin ini cara Tuhan agar aku tak mengagungkan cinta manusia yang bisa saja berbalik arah dan rasa .Kembang api tidak akan indah jika malam belum tiba.Kenangan terbakar abu,masih belum ada di akhir kisah kita."
Dimas hanya mendekap Andien dengan erat. Tidak tahu harus berkata apa lagi.Atas semua salah yang dia lakukan ,sehingga semua ini terjadi.
Malam itu mereka lebih banyak diam, dan hanya saling menatap.Dimas tahu luka itu begitu dalam.Dan dia sangat melukai kepercayaan sang isteri.
Mentari belum bersinar terang, Dimas sudah bergegas membuat sarapan buat mereka berdua.Disini mereka kembali mandiri ,walau bersampingan dengan kediaman orangtuanya, Dimas mengerti akan apa yang di dambakan isterinya, keteledorannya dalam menyiapkan bangunan istana mereka , menambah rusuh masalah .
" Bangun yaaaang,....," bisik Dimas di telinga Andien.
Andien pun membuka matanya . Kecupan hangat Dimas berikan pada Andien. Memulai kegagalan , dan jujur , apapun akan Dimas lakukan memulihkan pernikahan mereka.
Andien pun duduk. Disana sudah Dimas sediakan kimono, dan baju ganti Andien.
" Apa pelatihan harini yaaaang ?".
Andien hanya mengangguk.
" Mas bekerja hari ini, pasien menumpuk."
__ADS_1
" Ya ...," kanya dua kata yang Andien bisa katakan.
Dia melihat perilaku suaminya ,ada itikad baik, jika memang mau memperbaiki, baiklah, bukan keterpaksaan , keinginan dia sendiri.
Selesai mandi, rambut Andien pun Dimas keringkan. Seperti biasa, mereka kembali mandi bersama, dulu di rumah sang mertua rutinitas itu terhenti karena keleluasaan itu pasti terbatas.
Andien mengancing kemeja Dimas, merapikan pakaian sang suami.
Dimas langsung mendekap Andien dalam pelukannya, dia sangat merindukan kebersamaan mereka. Dimas mengecup puncak kepala Andien.
Mereka pun saling menatap.
Dimas membelai wajah sang iateri dengan lembut. Wajah pokos yang begitu baik, wajar sang isteri mencemburuinya, karena takut kehilangan dirinya, wajar sang isteri marah di bohongi, dia juga punya hati dan perasaan.
Andien mengangguk.
Dimas menggenggam tangan Andien, menariknya dalam pelukannya.
Mereka menuju ke lantai bawah.
Andien sangat ingat, Dimas sangat suka memasak pangsit buatnya, baik pangsit goreng atau pangsit kuah.
" Makanlah...".
__ADS_1
Andien mengangguk.
Perlahan Andien memakan makanan nya, Dimas juga demikian.
" Mas akan mengabtarmu yaaang dsn akan menjemputmu "
Andien hanya bisa mengangguk.
Di sepanjang jalan, Dimas selalu menggenggam tangan Andien. Memarkir mobil dan membeli cake kesukaan Andien. Dari jauh Andien memperhatikan sang suami, jujur Andien menahan tangisnya. Matanya hanya mampu berkaca kaca.
Andien sudah sampai di titik pasrah dengan apa yang dia jalani, namun pemulihan Tuhan itu benar adanya.
Andien menghapus air matanya.
Bagi siapapun di luar sana, memaafkan memang sangat membutuhkan pengorbanan. Jika sudah tidak bisa di perbaiki, maka berdoa , dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
🥰😍🤩🥰😍🤩🥰😍
Jangan Lupa
Like
vote
__ADS_1
Koment