Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Tak Bisa Tidak Memikirkanmu


__ADS_3

Andien kembali menatap tanggal di handphonenya , sebuah memo tertulis , besok adalah wisuda Dimas. Andien juga melihat status Dimas. dimana Terdapat foto studio mereka, bersama kedua orangtua Dimas.


Andien berbaring menutup matanya. Jika mau jujur , dia sangat merindukan moment mereka. Menahan perasaan gak segampang yang di pikirkan.


Andien membuat status nya, Tiersenyum akan membuat mu manis, doa akan membuatmu kuat, Bersyukur akan membuatmu lebih bahagia.


Akan ada fase lelah dengan menahan perasaan. Mencoba iklas dan mengalah, menghalangi ego di dalam diri, membiarkan kehidupan berjalan dengan sendirinya, tanpa banyak bicara, tanpa banyak teman, tanpa banyak kata.Hingga pada akhirnya, akan mengerti , bahwa Tuhan mengingatkan, hidup adalah hanya tentang hati yang iklas.


Tisak munafik, hari hari Andien di isi dengan kadang iklas, esoknga gak iklas.Terus bisa iklas lagi, besoknya ke ingat ,jadi gak iklas lagi.Fase seperti ini susah selesainya.Wanita lebih memainkan perasaan .


Jika sudah terbiasa menghadapi badai, kenapa harus mengigil menghadapi gerimis, dunia ini seeang tidak baik baik saja.Itulah yang Andien rasakan.


Benar kata orang, berjuang sendiri itu memang sakit.


" Baby you' re just harder too see than most."( Sayang, ini lebih sulit dari biasanya.) Meragu, mengikuti hati, memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan.Belajar mempercayai hati.


" Pagi pagi udah termenung nak."


Andien tersenyum pada sang mamak.


Menjahuinya , tidak membuat Andien bahagia.


" Mas mu wisuda besok kan nak."


" Iya mak."


" Kamu sebenarnya gimana sih sama Dimas, kalian ini ruwet amat mamak lihat ".


" Entahlah mak , jodoh gak akan kemana."


Andien bingung menjawab Wa Edward.


Andien tidak me read Wa tersebut, hanya melihat munculnya di layar handphone nya.


Andien bergegas sarapan,kemudian mandi. Tugas berat menyongsongnya, hari ini dia akan kembali bertanding, melawan dari negara lain.

__ADS_1


Andien dan sang mamak bertemu pemain lainnya, menuju tempat pertandingan.


Andien mendapatkan jadwal pertandingan di pukul 11 siang. Dia menonton temannya bertanding terlebih dahulu. Sang mamak setia menemaninya. Sesekali emak bersorak ketika teman satu timnya mencetak angka.


Andien ikut menyemangati tim nya .


" Gimana persiapan kamu Ndien?", tanya Joko.


" Seperti biasa aja mas, gak gimana gimana."


" Selesai partai ini, kamu tanding kan Ndien ?".


" Iya mas."


" Bentar lagi , Andien juga bersiap siap mas."


" Semangat yah Ndien, pembawaan kamu tenang banget, kalau liat kamu main, fokus, trik kamu gak kebaca, walau kamu udah lelah sekalipun, kamu tenang banget, aku nonton kamu setiap kamu tanding, kamu bersinar Ndien."


" Jangan terlalu di puji mas, ntar gedek kepala, " ujar Andien tertawa.


Andien mengagguk tersenyum sangat manis.


" Doktermu gak datang Ndien?".


" Besok dia wisuda mas, jadi yah gak datang."


" Dokter cintamu ,keliatan banget yah Ndien, sayang banget sama kamu ".


" Masa sih mas, ngarang dehhhh".


" Aku laki laki Ndien, tahu mana yang tulus , mana yang modus. "


" Peramal dehhh".


" Enggak loh Ndien, serius."

__ADS_1


" Just friend kok mas."


" Kamu dan dia lebih Ndien, beneran serasi."


" Banuak perbedaan sih mas, beda usia, beda keyakinan."


" Kamu meragukan semua itu Ndien? dua pribadi yang penting Ndien."


" Sulit beda agama loh mas, kalau natal, aku serasa jomblo, kalau idul fitri, dia serasa jomblo."


" Yang penting hati loh Ndien, mendapat seseorang yang klop itu, sulit, beneran, kamu yakin deh. kamu jalan sama siapapun, kenyamanan yang kamu cari gak bakalan kamu dapat . "


" Pengalaman yah mas?".


" Ya Ndien, ada sesal karena pisah di sebabkan perbedaan keyakinan, hal prinsipil, mas anak tunggal, namun mas kekeh bertahan, namun pacar mas menyerah. Mas gak menerima perpisahan, dia di jodohin sama orang lain, rasanya hancur banget Ndien, tetapi mas bisa lihat, mantan mas gak sebahagia apa yang pernah kami lalui. Mau gimana lagi Bi, terhalang restu orangtuanya juga ."


" Apa dia sudah menikah mas?".


" Sudah, tetapi belum satu tahunan, pria pilihan orang tuanya ketahuan selingkuh, KDRT juga ".


" Trus mas ?".


" Dia pisah, mas dekati, namun dia malu Ndien, minder, dia seorang dokter juga, dokter anak. Mentalnya sangat down, dia bilang , dia gak layak buat mas. Mas kekeh tetap menginginkan dia."


" Sweet banget mas, kutunggu janda mu yah mas?," ledek Andien.


Joko tertawa.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2