Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Duniaku Kamu


__ADS_3

Andien duduk menyantap mie pangsit orderan bu bidan dan dirinya, Andien memakai aplikasi grab food buat mengorder.Andien makan mie pangsit dengan lahap.


" Jarang makan beginian bu, soalnya di platnas kan gak boleh nimbun lemak," ujar Andien tertawa terkikik.


" Sambalnya jangan diborong Ndien, nanti sakit perut ".


Andien mengangguk .


" Mie disini enak juga ya bu ".


" Udara juga lebih enak nak, gak semacet Jakarta juga."


" Mas Dimas betah disini ya bu."


" Iya nak, kadang tugas ke Solo juga, ke Semarang, gak jauh kan."


Andien mengangguk.


" Hayooo maem apa, bagi dunkkk, " ujar Dimas membuka mulutnya tepat di depan Andien.


Andien menyuap Dimas.


" Pedas Ndien."


Andien tertawa terkikik, Andien tahu betul, Dimas gak doyan cabe.


" Bapak udah bilang,jangan banyak makan cabe, di iya in, tapi pedas juga kan Dimas?".


" Iya pi, Andien tambah bandel kan Pi, wajib Dimas hukum pi ".


" Alah akal akalan kamu aja nak, mami paham betul siasatmu, kamu hari ini beda, senyuman mekar, kamu lebih gaya, padahal Andien mami biasa aja tuhhh, kamu udah kiss ya ?".


Dimas menggaruk kepalanya.

__ADS_1


" Kamu memang pemangsa anakku, pacar orang di embat."


" Mau gimana lagi kan Pi, demi cinta ,apapun di jalani."


" Nanti kamu di hajar Edward baru kamu tahu rasa," ujar sang ibu.


" Jangan sampai bu, Andien gak mau, Andien merasa bersalah."


Bu bidan tertawa.


" Tergantung mas mu Ndien, mampu gak meyakinkan kamu, benar kan Ndien?".


Andien melirik ke Dimas, dan kembali menunduk.


" Dimas sungguh sungguh bu, Dimas menunggu Andien menyelesaikan urusannya dengan Edward."


" Kamu bakalan hits Ndien, pisah dari Edward, dan bakalan hits back to dokter cinta, " ujar sang mami.


" Wartawan kalau wawancara selalu nanyain dokter cintamu kemana ,gak nongol nongol, " ujar bu bidan.


" Selesai makan, kita ke dokter Bima."


Andien mengangguk.


Andien mencuci tangannya, perlshan tertatih berjalan menuju Dimas.


" Ndien, mami sama papi kamu ingat beliin oleh oleh, mas mu kok gak di beri apapun ? ," tanya Dimas.


" Cembokur alias cemburu bilang, gak mau kalah aja dari kami, " ujar sang mami.


" Udah ,hadiah kiss kan lebih dari apapun nak, benar kan? ," ledek sang papi.


Dimas menggaruk kepalanya.

__ADS_1


" Tenang Dim, kamu mah special, paket special pakai telur. Tetangga aja anak emak ingat , apalagi kamu Dim, tenang di boncengan, " ujar Bu Bidan menahan tawanya .


" Ahhh mas kena bully aja, yuk lah dek, kita ke dokter Bima aja."


" Bapak kirain ke penghulu," ujar sang bapak.


" Maunya yah Dim, " kembali sang ibu meledek sang anak.


Mereka pun tertawa .


Andien perlahan di papah Dimas , menuju lift .Andien melihat tatapan dokter Shelly.


Para perawat berbisik. Andien hanya diam, tidak tahu mau bereaksi seperti apa.


Dimas kekeh tidak mau melepaskan genggaman tangannya pada Andien. Malahan perawat tersenyum senyum melihat tingkah Andien dan Dimas.


Mereka sampai berbisik sweet banget mereka.


Andien dan Dimas keluar dari lift, perlahan menuju ke ruangan Bima.


" Ehhh, pasangan legendaris udah datang, dari pagi, bolak balik Wa, ingatkan jangan lupa obati calon nya, ternyata begini tohhh, mesranya, setianya , dan penyayangnya dokter Dimas, gak menduga aku loh Dim, kamu yang pendiam, kaku, dan gak banyak bicara, bisa seramah itu sama Andien, kamu kasi apa sih Ndien, kamu liat wajah pak dokter Dimas cerah banget, penampilannya ,super rapi, bergaya, paffum aja , merek Dior nih, limited edition, ngebet amat pak dokter," ledek Bima tertawa.


Dimas hanya mampu tertawa.


Sedangkan Andien hanya mampu menunduk.


😘😍🥰😘😍🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2