
Andien tidak membatasi ruang geraknya berteman dengan siapapun, asalkan ke arah positif. Andien sangat terkejut saat Bambang, Yanto, Anggun, Yudha dan Tantri membelikan beberapa oleh oleh buat Andien dan keluarganya.
" Waduh gak usah mbak, gaknusah mas, gimana bawa nya,gini banyak," ujar Andien kebingungan saat dia di turunkan di lobby hotel,satu satu temannya memberikan bungkusan padanya.
" Ini dari mas, wajib terima yah Ndien, kita ketemu lagi bulan depan di Singapura, tetap semangat latihan dan melakukan gang terbaik, belajar yang baik, biar cepat selesai," ujar Yudha dengan suara yang sangat bijaksana.
Tatapan Yudha dan Dimas saling beradu, seperri menyimpan persaingan.
" Ini mas beli khusus buat emak dan anak, karena sudah melahirkan bule kece kayak kamu Ndien, mengenalmu sangat menyenangkan, artis badminton kami, si tangan emas, " ujar Yanto.
" Waduh mas, jangan repot repot, gak.enakam akunya lohhh," ujar Andien berseloroh.
" Nih ,dres buat kamu, aku dan Tata samaan ,beda warna aja, nanti kita ketemu di Sibgapura ,jalan pakai dres ini ya Ndien, jangan lupa," ujar Anggun.
" Makasih banyak ya mbak, " ujar Andien memeluk Anggun.
" Pesawatmu pukul berapa Ndien ?".
" Ada delay mbak, jadi sorean."
" Iyalah Ndien, baik baik disana, kan udah gabung sm group guwon, jangan lupa rajin rajin nyapa dan up date status, " ujar Indra tiba tiba datang menyodorkan dengan papaer bag pada Andien.
" Rebes bosss," ujar Andien tersenyum manis.
" Kami pamit dulu yah Ndien, tuh pak supir udah bekonde nungguin, " ujar Yudha tersenyum sangat manis.
__ADS_1
" Good luck semua yahhhh," ujar Andien.
Selepas mereka pergi, Andien dan Dimas bengong melihat banyaknya oleh oleh Andien.
" Ndien , kamu kayak artis deh, banyak yang ngejar, " ujar Dimas.
" Mas cemburu?"
" Jelas Ndien, " ujar Dimas menatap kedua mata Andien.
" Sajngan mas banyak yah Ndien, apa gak mau jadi kekasih mas?".
" Mas yakin? kita beda keyakinan, Andien juga orang sederhana , mas rugi dapatin Andien.Hanya atelit mas , bukan dokter atau punya karir menjanjikan."
" Mas menerima semuanya Ndien. Tetapi mas menghargai prinsipmu buat fokus sekolah dan badminton, mas menunggumu, " ujar Dimas meraih tangan Andien dalam genggamannya.
Ada satu sisi dalam dirinya bahagia,namun Andien juga menyayangi keluarga Dimas,bagaimana perasaan mereka anak satu satunya menikahi menantunyang berbeda agama, lain hal lagi jarak usia mereka,Dkmas sudah siap buat menikah, sedangkan Andien masih berjuang buat karir dan masa depannya.
Banyak galau yang tidak terurai, Andien gak tahu harus bagaimana.Namun semua ada jalannya.
" Semua ada jalannya Ndien, percayalah."
" Kalau semua ada jalannya mas, maka semua juga menuju jalannya masing masing, manusia bisa berencana mas, tetapi Tuhan yang nentuin akan kepada siapa setiap manusia berjodoh."
" Ya Ndien, benar. Karena banyak yang pacaran juga gak jadian.Eh mana ketemu bentar aja, kalau memang jodoh, ya bisa bersama."
__ADS_1
" Banyak banget ngangkut oleh oleh ini mas".
" Barang mami gak ada, udah masukin aja 1 koper mas, ke cabin atau bagasi, udah beres Ndien."
" Ya mas."
Dimas membantu mengangkat oleh oleh dari teman Andien.
" Mami belum balik mas?".
" Mami langsung ke bandara di bawa temannya Ndien. Karena mami lebih dekat dari tempat dia ngumpul sama temannya."
" Yq lah mas, jadi ketemuan di bandara ya mas ?".
" Ya Ndien."
" Pakaian mami udah di bereskan Ndien, kita tinggal angkut ."
" Ya mas. "
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment