Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Wangi


__ADS_3

" Dah wangi kan Ndien? tanya sebuah suara mendekati Andien.


" Ya , kenapa heran ha mas,kalau cowok ,baru siap mandi,wangi sabunnya kecijm, kalau cewek enggak".


" Hak istimewa Ndien, " ujar Dimas tertawa lepas.


" Mas susah makan ?".


" Belum, tadi gitu selesai operasi, mas langsung kesini, sesudah pasien melewari masa kristis nya, begadang Ndien, udah dua hari kurang tidur."


" Makan dulu mas, yuk kita makan ber tiga."


" Mami belum makan juga?".


" Belum nak, tadi nyicipi es cream , terus kami mesan makanan, mami feeling, mana mungkin kamu melewatkan kesempatan emas, yah mami pesanin makanan kamu. feeling mami benar kan ,gak meleset".


Dimas mengulum senyumnya.


" Nasi padang, kesukaan Kamu dan Andien. nih mami pesan the best nya, yuk maem".


Andien dan Dimas sama sama mengangguk.


" Kamu kurusan Ndien", ujar Dimas.


" Meninggi mungkin mas".


" Meninggi sih iya, tetapi kamu kurusan, apa


kecapekan latihan ?".


" Latihan pasti lebih extra mas, bahkan ada atelit extra diet karena bobot badannya naik."


" Apa kamu diet Ndien?".


" Endak mas, badan Andien kan kurus gini,kayak mami dan papi, makan banyak tetap kurusan."


" Hoki makan mas,nge bakso aja gak buat lemak".


Dimas membuka kan bungkusan nasi buat Andien. Dimas tersenyum, makan gaya beginian, mereka berdua sangat suka.Dulu mami nya Dimas sering membeli nasi padang buat mereka berdua, mereka selalu bagi dua.Sampai semakin dewasa,mereka menjadi satu bungkus ,bungkusan di dekati,makan sama sama.Dan malam ini Dimas menyusun nasi berhadap hadapan. Andien tersenyum.

__ADS_1


Dimas menyuapi Andien.Andien juga menyuapi Dimas.


" Makanlah mas, mas yang kelaparan,jaga kesehatan . Mas masih berjuang ambil spesialis,jangan teledor gak istirahat."


" Di dengar nak, nasehat Andien."


" Iya mi ".


" Nih rendang kesukaan nya mas".


Dimas dengan senang hati mengunyah rendang yang Andien suapi.


" Kamu kapan tanding Ndien?"


" Besok mas ".


" Pukul berapa Ndien?".


" Pagi Pukul 9 mas,dan kalau menang Sore


pukul 6 ".


" Maaf Ndien, besok mas gak bisa kalau pagi, ada operasi, kalau sore,mas liatin kamu bisa, mas doain kamu menang, biar bisa mas nonton kamu".


" Pasti Ndien."


Dimas kembali menyuap satu suapan nasi pada Andien.


Sang mami tersenyum melihat kedekatan anak nya dengan anak angkatnya.


" Usah makan dulu, nanti baru verita"


Andien dan Dimas tersenyum.


Selesai makan, mereka bermain ludo dengan memakai aplikasi.


" Andien ngantuk, Andien istirahat dulu ya mas,bu".


" Istirahatlah Ndien, ".Dimas mengusap wajah Andien.

__ADS_1


Andien pun berbaring.Dimas tetap menggengam tangan Andien.Sedari kecil mereka sering begitu ketika tidur.


Andien tidur dengan nyeyaknya.


" Mami boleh nanya nak, mengapa sampai saat ini kamu belum pacaran, belum juga menikah"


Dimas hanya memandang teduh wajah Andien.


" Dimas mencintai Andien mi , walau perbedaan agama. Namun Dimas yakin, Andien berqt nerima Dimas mi, keyakinan kami berbeda."


" Kalau menikah di luar negeri nak?".


" Bisa mi, namun mami tahu kan , 2 tahun lagi ".


" Jika Andien masih sekolah, kamu akan kewalahan Dim".


" Pria harus berjuang buat wanita yang dia cintai


mi ".


" Tidurlah nak,kamu juga butuh istirahat".


Dimas pun mengangguk, mulai berbaring di kasur extra bed.


" Tidurlah mas,keliatan wajah mas lelah".


Dimas tersenyum.


Malam itu Dimas tidur begitu nyenyak, demikian Andien juga tidur dengan pulas.


Sang mami mengabadikan moment itu dengan handphone nya.


Bagi sang ibu, perbedaan keyakinan bukanlah masalah, setiap manusia terlahir berbeda,perbedaan itu tidak menjadi masalah, yang paling penting dalam kehidupan ,berbuat baik pada diri sediri,berbuat baik pada orang lain.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2