Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Katukan Pintu


__ADS_3

Andien berberes beres di kamar mandi, perkataan bu bidan mengusik hatinya,namun Andien banyak berpikir, jarak 8 tahun antara dia dan Dimas , lain perbedaan keyakinan, Andien gak mau banyak pikir ,jodoh gak kemana .Hanya mau mikirkan pencapaiannya,harus sabar, bisa baca situasi .


Andien bersiap dengan dres putihnya ,pemberian bu bidan, mereka mau foto di beberapa area,yang kata bu bidan bagus.


Andien dan bu bidan tersenyum sambil bergandengan tangan menyusuri jalan.


" Suasana di sini nyaman ya bu".


" Ya nak, makanya mas mu betah ditugaskan disini, bersih , semakin maju dari hari ke hari".


" Lihat bunganya seperti bunga sakura aja,mekar banyak gitu nak, di tanam di pot pot di pinggir jalan."


" Pose di situ Ndien, ibu fotoin bagus deh, " ujar bu bidan.


Andien pun berpose tersenyum,beberapa kali di jepret dengan handphone canggih milik bu bidan.


" Gantian dong bu, Sini Andien fotoin ibu".


" Ah ibu udah tua nak."


" Gak apa apa kan bu, kirimin sama bapak, pasti si bapak di rumah sudah merindukan isterinya tercinta, " ujar Andien menahan senyum.


Andien pun memfoto bu bidan.Usia bu bidan 50an lebih, namun masih terawat, cantik, yah jauh dengan mamak di rumah, mamak kan kerjanya berat sedari menikah dengan bapak, hidup susah, terlihat lebih renta.Nginjak salon aja gak, boro boro ke dokter kecantikan .


Padahal mamak pada masa gadisnya cantik, ada foto nya.

__ADS_1


Uang membuat kecantikan bertahan dan juga bisa menghilang.


Bu bisan meminta tolong pejalan kaki ,mem foto Andien dan dirinya .


" Tadi ibu udah pamitan sama pelatih Ndien."


" Andien juga permisi bu, gak enak kan bu ,gak permisi."


" Iyalah nak, kamu sangat sopan, dewasa, baik, ibu senang kamu nak. Kamu menghargai banget orangtua. Didikan mamakmu ibu suka. Anak mamak mu gak ada yang gak sopan, semua baik, rajin bantu mamak dan bapak, tahu diri."


" Keadaan membuat kami peka bu, " ujar Andien .


" Mamak kalian baik, bapak kalian juga nak."


" Tuh liat Ndien, orang pada antri beli es."


" Itu punya teman ibu, dulu dia susah banget nak, terus ada ide jual es potong pakai roti, eh ternyata usaha nya jalan.Sampai bisa kuliahin 3 anaknya ke luar negeri. Anaknya 1 di Amerika sekarang bekerja, 1 di Australia, 1 lagi di Dubai, mereka udah pada kerja semua Ndien ."


" Bentar ibu telepon teman ibu ya."


Andien mengangguk.


Tidak lama kemudian seorang nyonya sebaya bu bidan menghampiri mereka.


" Waduh , tumben singgah nih bu".

__ADS_1


" Iya nih jeng. nginap di situ, terus yah sempatin kemari ."


" Ayuk masuk yuk ke dalam,sudah seperri keluarga sendiri ,kenapa gak langsung masuk aja jeng, ada sport foto terbaru di dalam, baru rampung di renov."


" Ini siapa ? cakep banget jeng".


" Ini loh ,anak yang sebaya dengan adiknya Dimas , tetanggaan aku ci.Tahu sendiri kan ci,sejak anak ke 2 meninggal, aku kan drop, eh gak lamanya Andien lahir di praktekku Mana senyum lagi, pandai banget ambil hati aku dan suami, bahkan Dimas sayang banget ".


" Sama dengan aku jeng. Tuh anak tetangga juga, baik anaknya, orangtuanya susah, sudah lama sama aku tinggal, semua beres dia tangani. Baik, sayang peduli sama aku, anak itu gak harus dari rahim kita, kalau bernasib baik, yah kita di pertemukan walau gak sedarah".


" Benar banget ci, saya juga gitu."


" Dimas terkadang mau juga kesini, sesekali sama temannya rekan dokter rame rame makan es cream."


" Iya ,Dimas senang sma es cream avocadonya cici."


" Anak kita ,belum ada yang mau nikah ya Jeng, kita dah tua, anak betah men jomblo".


" Iya , itulah Ci, kadang heran pemikiran anak anak gimana".


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2