Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Sampah


__ADS_3

Andien membagi baju sekolah, tas dan perlengkapan sekolah, memberi mereka sepatu sekolah juga.Anak anak itu begitu bahagianya.


Abi ingin, anak anak Indonesia , rajin bersekolah, merubah nasib keluarganga, berpendidikan dan mempunyai ilmu .


" Baris satu yah kalian adek adekku.Biar cepat pembagiannya ya dek."


" Iya kak, " ujar mereka.


Andien di bantu Dimas, Rere , Tulang, Tante dan beberapa sepupunya membagi satu persatu pada anak anak disana.


Abi sangat bahagia.Juga ibu ibu disana sangat bahagia.


" Makasih ya Andien, sukses terus ya Andien, dalam badminton nya. Udah bisa anak kami merasakan tas baru dan sepatu baru, Puji Tuhan , doa anak saya di jawab, sepatunya udah gak bisa lagi di pakai , udah rusak, uang belum ada menggantinya."


Mata Andien berkaca kaca.Memeluk sang ibu, memberikan sembako pada sang ibu.


" Benar benar susah ibu ini nak, suami ibu ini sakit, bukan mengada ada , lumpuh, dia berjualan dari kapal ke kapal, anak anaknya pintar pintar."


" Ibu tunggu bentar ya, sama kita ke rumah ibu."


Sang ibu pun mengangguk.


Andien dan sang ibu berjalan kaki, tidak begitu jauh dari dermaga. Andien melihat keadaan sang ibu sangat sedih, Andien memberikan beberapa katung beras, sembako, dan juga uang buat sang ibu.


" Kalau berobat bagaimana bu ?".


" Ada BPJS nak, dan ada juga bantuan dari masyarakat, uang sekolah tidak bayar, ada bantuan dari sekolah dan juga kelurahan."


" Puji Tuhan ya Bu, yang semangat bu, buat anak anak ibu."


Sang ibu mengangguk tersenyum.


Andien pun melakukan perjalanan menyusuri beberapa toko souvenir, mengunjungi patung si gale gale.


Dimas memakai Ulos, berpose bersama Andien berdua. Mereka juga ada berfoto ramai ramai disana.

__ADS_1


" Setia itu mahal harganya ya mas. walau pasangan sakit, menjadi tulang punggung keluarga, si bapak tadi terawat banget, bersih."


" Ya yaaang, itulah arti setia, mau senang atau susah bersama."


Andien menyaksikan sang abang dan sang calon kakak ipar sedang berpose di feri, di foto memakai pakaian casual.


" Yaaang, kita foto juga yukkk, tulang sama Tante aja berfoto ".


" Serius mau ?".


Dimas mengangguk.


Andien pun menaiki deg bagian atas.


Mereka pun beberapa kali berpose.


" Cakep banget dek, keliatan banget natural, apalagi kalian pakai baju putih dan jeans biru, bagus banget", ujar Ardi.


" Setidaknya kami kecipratan beberapa pose la bang, buat ganti profil handphone dan IG.Dan boomingnya pasti di gosipin mau menikah, foto prewed di danau toba ,hehehehe."


" Iya Tulang, anggap doa ."


" Dari tadi tulang lihat , Dimas mengunyah kacang rebus, suka ya Dim ?".


" Suka Tulang, kacangnya manis dan baru di masak, enak buat cemilan tulang."


" Itu lagi di masak goreng pisang, kita sewa feri ini, makanan mereka sedikan Dim ,sama goreng pisang ,kentang goreng, sosis juga."


" Include harganya ya dek, lumayan juga."


" Semua kita kita aja di feri, jadi lebih leluasa lah, " ujar sang Tante.


" Lihat adek adek Tan, ber tik tok di atas feri," ujar Andien menunjuk anak anak sang tante.


" Anak anak jaman sekarang, suka nyanyi, suka dance gara gara tik tok juga Ndien. Dari baru netas udah tahu musik dan nari nari gitu."

__ADS_1


" Tante gak ber tik tok sama teman tante ."


" Orang itulah buat Ndien, yang kupas bawang, yang panen bawang, yang beli ikan pun, di tik tok kan, lain lagi anak anak muda nya kreatif, di buatlah video gitu, tentang pariwisata si bea bea, air terjun efrata, booming lah datang orang orang dari mana mana, maju juga kampung ini , banyak yang nginap disini. Mampir ke warung warung, beli cendera mata, macamlah , perlahan naik ekonomi masyarakat Ndien, membuat ulos la tiap kampung, di pasarkan di tik tok, di jual , lumayan jalan ."


" Tehnologi membantu masyarakat Tan, kalau yang menggunakan buat hal negatif ya negatifla, tetapi sumbangsihnya buat masyarakat juga sisi positifnya banyak ya Tan ".


" Benar Ndien."


" Asik kali Dimas ngunyah kacang rebus Ndien."


" Suka dia Tan."


" Kalau udah tua, semua gak boleh di makan, asam urat lah, kolestrol la, macam la itu Ndien."


Andien dan Dimas tersenyum.


" Gak pernah bosan sama danau toba ini Tan, bagus pemandangannya. Hanya sampah masih banyak, kurang peka masyarakatnya dengan kebersihan dan kesehatan Tan, " ujar Dimas.


" Benar Dim, di berikan penyuluhan oleh dinas pariwisata, terus buang sampah juga ke danau. Padahal mandi, mencuci, semua di danau."


" Lain lagi wisatawan Tan, beli air mineral, beli kerupuk, snack, tuh sampah di cemplungin langsung di danau, maju kali pikiran, tetapi atitude dan kedisiplinan gak ada yah Tan."


" Gak bisa mencontoh dari negara luar, buang sampah di denda. Ini jelas jelas sungai, di buang sampah disitu, gak mau bayar uang sampah sama petugas yang angkut sampah di perumahan, ada yang buang di pinggir jalan, ngikuylah semua,jadi se onggok tempat sampah, di jalan raya pun jadi di buat gitu, cobalah kan Tan, jelek kali pemandangan."


" Mana berlalat semua Ndien, memanglah, entah gimana memanusiakan manusia . Susah....".


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


Nb: Saya bahas soal kurangnya kepedulian masyarakat, karena miris memandang pemandangan alam, begitu indah, tetapi masih banyak sampah di buang di objek wisata tersebut, mari healing tanpa mencemari lingkungan alam.


__ADS_2