
Seperti biasanya, Andien melakukan pemanasan, Andien merasa dia sedikit gugup, namun Andien meneguk minumannya.
Senyuman sang abang dan jempol pelatih memberi support sangat berarti pada Andien.
Di awal Set, Nadien kelihatan masih kesulitan mengembalikan dan membaca trik lawan.Apalagi lawannya senioran darinya.Andien kemudian mencari segala metode menahlukkan sang senior ,sampai di pertengahan Andien berhasil mematikan langkah langkah sang senior.Dengan tempo cepat dan pukulan tajam, Andien bisa memenangkan babak pertama.
Sang pelatih mendekati Andien, memberi beberapa siasat dan masukan. Andien pun mengangguk.
" Jangan jadi beban ya dek", ujar ardi sang abang.
Andien tersenyum mengangguk .
Permainan kemudian di lanjutkan babak ke 2, persajngan sengit pun terjadi,hingga para perlatih merasakan ketegangan, banyak juga atelit menonton pertandingan Andien dengan sang senior.Kejar mengejar angka mendominasi di babak ini, dan Andien harus melepas babak ini dengan perbedaan hanya 1 skor saja.
" Tidak apa apa Ndien, masih ada babak ke 3 , tenagamu kan tenaga kuda, jadi saya yakin kamu bisa , " ujar sang pelatih menepuk pundak Andien.
" Saya percaya sama kamu Ndien. Apapun hasilnya, kamu udah sangat pesat dalam berlatih dan kemajuanmu sangat signifikan," ujar sang pelatih.
" Chayo dekkk , abang traktir bakso double ,beneran ," ujar Ardi mengedipkan matanya.
Andien hanya tertawa.
Kembali bertanding melanjutkan babak ke 3, Andien lebih gigih memperoleh nilai, smash,pukulan di net, semua Andien kerahkan. Gaya pukulan membalik Andien membuat para pelatih lainnya terkejut melihat permainan Andien saat akrobatik.Tepukan penonton membuat suasana kembali riuh menyemangati tim kesukaan mereka.
Decakan kagum pun terlontar dari beberapa pelatih dengan melihat kebolehan Andien.
Dengan satu smash tajam, Andien menyelesaikan babak ke 3 dengan satu kemenangan mutelak. Andien membuat tanda salib mengakhiri pertarungannya.
__ADS_1
" Slamat Ndien, kamu sangat berbakat, saat menggantung reket , susah ada penerus saya ,lega rasanya Ndien, sudah lama saya mencari pengganti, kamu sangat spesial sama saya Ndien."
" Makasih mbak", ujar Andien.
Andien mendapat pelukan dari sang abang, kemudian tepukan di pundak dan selamat dari sang pelatih Andien dapatkan.
" Kita ke Surabaya Ndien . Akhirnya bibit unggul itu muncul," ujar sang pelatih tersenyum.
" Hebat kamu Ndien, baru kali ini pak Danu happy, kamu memang murid yang bisa buat wajah ketat ,menjadi tersenyum" , ujar sang pelatih berbeda.
Andien mendapatkan tropy ,sejumlah uang dari sponsor ,boneka dan medali.Andien sangat bahagia ,buah perjuangannya meraih cita cita semakin Tuhan bukakan.
Ardi menelepon sang mamak dan bapak, terdengar suara haru dan tangisan sang mamak .Tangisan kebahagiaan.
" Mamak ini lucu kan dek,menang nangis,kalahpun nangis, heran abang liatnya", ujar Ardi.
Andien dan Ardi ngakak berdua.
Ardi membawa sang adik, mereka pun sangat bahagia.
" Lumayan uangnya dapat kak, ada juga 5juta kak."
" Tabung dek, seperti kata mamak dan bapak."
" Semoga kebeli kita rumah yang kita rumah yang kita tempati ya dek, itukan cita cita adek".
" Benar bang. kalau udah rumah sendiri, kita gak akan mikir buat uang sewa tiap tahun, itu aja ibu pemilik baik bang, sewanya kalau ke oeang lain udah berapa", ujar Andien.
__ADS_1
" Benar dek, ibu penyewa udah baik sama kita,kita juga sudah seperti keluarga mereka."
" Ketemuanlah kamu sama Dimas ya dek".
" Ihhh abang mikirin itu aja."
" Adeknya masih di bawah umur bang".
" Masuk sekolah besok kan dek?".
" Iya bang."
" Untung berangkatnya sabtu ya dek. Tanding gitu ijin apa gak masalah?".
" Gak masalah bang, karena belum full sekolah, masih ada online bang".
" Jangan sampai terganggu sekolahnya ya dek."
" Iya bang", jawab Andien.
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment