
Andien juga singgah ke TIP Top, daerah kesawan, kue nya pakai tradisional masaknya, disana ada live musik, Andien kangen memakan kue jadulnya,penuh dengan series.
Dimas tersenyum mekihat Andien menikmati liburannya. Beginilah bagian kisah hidup Andien hilang, padahal gadis se usianya lagi manja manja nya sama orangtua, sedangkan Andien sedari kecil susah berjuang, jadi tulang punggung keluarga. Andien banyak membantu kedua orangtuanya .
Andien menyuapi Dimas dengan bolu jadul ala Tip Top.
" Apa enak Mas?".
" Wanginya beda Ndien, baunya khas."
" Kue disini ,dengar dengar pemanggangannya pakai tungku gitu mas, masih tradisional , makanya wangi mas."
" Hmmm, ada harga , ada rupa, iya kan Ndien."
Andien mengangguk.
" Kalau kalian nikah, isteri kamu nanti tekdung ,alias mengandung, waspada kamu Dim, Andien satu kota Medan ini makanan kesukaannya " ujar Ardi ngakak.
" Ihhh abang reseh, kalau nanti anak abang ngidam kayak abang, baru tahu rasa, " ujar Abi tertawa
__ADS_1
" Perut kak Ester lumayan gedek hamil ya mas.Andien pikir kembar".
" Ada bawaan dek, ada orang perutnya kecil, namun ada yang besar."
" Andien, si pudan, wanita berparas cantik, baik, karir bagus, setidaknya mapan secara ekonomi, punya kekasih yang sangat mencintainya, melebihi segalanya, komplit kan Tulang," ujar Ardi.
" Mertua yang baik, hormat, itu juga penting Ardi "
Ardi mengangguk.
" Akr akurlah isterim sama adik adikmu Di, jangan karena masuk ipar, kalian bersaudara jadi retak, banyakan seperti itu, jangan karena iatwri. adik, mamak sama bapak di buang, kamu satu anak laki laki Di, walau adikmu tulang punggung selama ini, jangan semua biaya mamak adikmu yang tanggung, misalnya kalau mamak sakit, sedikitpun kamu kasi, sudah menunjukkan baktimu, buat apalah ya Di, kaya, kalau dia aja yang kaya, keluarga isterinya dia senangkan, keluarganya sendiri dia gak pedulian. Padahal yang membesarkan dia, yah orangtua nya, sampai hati.Banyak kayak gitu Tulang lihat di jaman now."
" Dengar itu bang, " ledek Andien.
" Gak di bilang tlang oun , abang ingat dek, udah prinsip abang, abang satu anak laki laki, abang punya adik 2, kalau abang hanya peduli sama keluarga isteri abang kan timpang, abang juga sayang kalian".
( Pengalaman kali nih Author yahhh?".)
( Hmmm..., benar lohhh, begitulah adanya, satu anak laki laki, di minta saudara uang obat , bolak balik minta dibantulah mamaknya beli obat, dia bilang sama saudaranya gini, kapan dia mau kasi dia kasi,gak usah di desak desak dan di minta minta ,padahal buat obat jantung mamaknya, menurut kalian, seram kan anak gitu, sampai saudaranya gak minta lagi. Padahal uang obat itu, untuk enyambung nyawa mamaknya. Adiknya susah, gak pernah dia nanya, ada uang beras dek? ada uang untuk sekolah anak?, dia anggap angin lalu,padahal tahu dia lagi susah kali adiknya d buat suaminya. Punya abang gitu, seram kan. Rasanya gak guna, reel pengalaman pemirsa🤭🤭🤭, curhat nihh yeeee.)
__ADS_1
" Kalian bersaudara ,walau sudah menikah, kompak kompak ya."
" Saudara kalau susah di bantu, jangan di diami, itulah gunanya saudara, " ujar sang Tulang.
" Ya Tulang, kami masih ingat, bapak susah, Tulang, Tante bantu bapak kami sama mamak kami."
" Bukan membela diri nak, kita liat saudara kita susah ,mana senang hati kita kan."
" Kalau saudara kita senang, sehat, bagus ekonominya ,hati kita pun senang liatnya."
Andien, Ardi , Dimas dan Rere pun mengangguk.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment