
" Tandingnya kapan Ndien?".
" Rabu depan mas".
" Giat latihan ya".
" Ya mas."
" Mas selalu memikirkan kamu".
" Gombal mas.....".
" Beneran loh Ndien".
" Ngaco mas nya".
" Enggak loh Ndien."
" Ih Andien kalau senyum terlalu OP".
" Apaan OP sih mas?".
" Over power".
" Ihhh mas ada ada aja dehhhh".
" Tingkatkan kecepatan ngejar bola di belakang ya Ndien, kurang cepat ,jadi kelemahan kamu saat ini mas liat disana."
" Iya benar mas, Andien juga ngerasa melatih bagian belakang.Biar gak mati langkah."
" Besok antarin mas ya".
Andien mengangguk.
" Mas pamit dulu ya dek, udah malam".
" Ya mas,hati hati pulang."
" Ya Ndien,orang dekat aja.Tuh ibu sama bapak dari lantai atas ngintipin anaknya ngapel ".
Andien melongo melihat ke arah rumah Dimas.Terlihat ibunya Dimas ngakak tertawa berdua dengan sang suami ,mereka akhirnya melambaikan tangan".
Wajah Andien bersemu merah.
" Ibu sama bapak ngapain".
" Tim mata mata buat calon mantu Ndien."
" Ihhh mas...," ujar Andien menepuk pundak Dimas perlahan.
__ADS_1
" Seriusan loh dek."
" Ngaco, mas itu suka daun muda yahhhh".
" Beneran dek."
" Besok balik sama aibu dan bapak aja, mereka nganterin mas".
" Ya mas".
" Jam 7 udah siap siap ya Ndien."
" Ya mas, bangunin ya."
" Ya,mas udah set alaram handphone kamu, tadi kamu letak di meja mas set kan, biar bisa bangun.Besok mas bell kamu juga."
" Ya mas".
" Mimpiin mas ya dek."
" Kumattt, " ujar Andien ngakak.
" Ibu dan bapak mas lucu banget. Andien ngakak lihat mereka."
" Apa ibu gak sjka dengan dokter yang baru samperin mas?".
" Ngerujak gimana mas?".
" Cemberutan, kayak makan asem gitu" ,ujar Dimas ngakak.
" Mas ada aja dehhh".
Andien tertawa.
Dimas melambaikan tangannya dan pamitan pada orangtua Andien.
" Dek, kamu dekat dengan Dimas? " tanya Ardi.
" Seperti biasa kok bang ".
" Keyakinan kita beda loh dek.Apa kamu mau merubah keyakinan, identitas kamu karena suatu hubungan? jangan pernah jual Tuhan mu dek".
" Gak bang, itu hakiki banget."
" Kalau udah dalam susah loh dek.Susah buat Dimas dan kamu".
" Andien beneran gak mikir apapun bang ".
" Kalau beda agama bisa dek, tetapi kalian apa bisa beda agama? apa bisa melewati banyaknya rintangan, menikah di luar negeri.Ribet urusannya lo dek biaya juga mahal."
__ADS_1
" Namun namanya jodoh,gak tahu gimana ya dek.Tuhan akan menuntun langkahmu, masih panjang perjalanan."
" Ya bang".
" Yang penting jaga diri ya dek, itu kehormatanmu jadi perempuan".
" Ya bang."
" Jaman sekarang banyak laki laki yang gak sesuai norma,drugs lah, dugem la,gonta ganti pacar. free *** ,kita jangan terlibat pergaulan gitu ya Ndien."
" Kita anak orang gak berpunya dek ,sadar diri.Lagian agama tidak memperbolehkan ngikuti perkembangan negatif gitu.Merusak semuanya tuh dek."
" Benar bang.Kalaunudah drugs sejalan sama free *** dan ujung ujungnya AIDS dan HIV mas".
" Benar dek."
" Kami pernah ada penyuluhan dari sekolah bang."
" Jahui teman yang aneh aneh dek, ingat kadang ada teman yang mau menjebak".
" Ya bang."
" Gimana tadi bantu abang depan bang".
" Dah lumayan kali la dek, sudah bisa baguskan seng dapur".
" Kasihan ibu itu ya bang".
" Gitulah dek, senangnya sama orang,susahnya sama kita."
" Sedih kali ibu itu ya bang.Gakningat suaminya gitu sabarnya sang ibu.Apa tahan isterinya nanti liat sifat aslinya bang?".
" Awalnya manalah kebuka kedok dek,berlalunya waktu, mana bisa dia tipu gitu.Terbuka juga kedoknyalah".
" Benar bang.Kalau bapak itu marah ibu depan. kasihan liat si ibu.Sabar banget."
" Yok tidur dek, udah malam."
" Ya bang".
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1