Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Kejutan Manis


__ADS_3

Andien dan sang abang sampai di rumah, mamak dan sang bapak langsung memeluk Andien dengan erat, seperti biasa,si emak yang sering melow membuat suasana jadi mewek,bahkan mata Andien berkaca kaca.


Seperti biasa ,di meja sudah tersedia nasi putih dan telur rebus di atasnya, seperti kebiasaan orang di sumatera utara asal mamak dan bapak, namanya upa upa, istilahnya menyelamati anak ketika sukses atau dalam keadaan apapun.


Semua mendoakan langkah Andien, menggapai cita cita nya.


" Mak, ini ada hadiah, simpanlah uangnya,siapatahu ada kebutuhan keluarga kita."


" Simpan saja lah nak, mamak sudah ada menyisihkan uang, jangan pikirkan kali mamak dan bapak nak, masa depanmu masih panjang nak ."


" Simpan saja nak, pergunakan baik baik, itu hasil jerih payah kamu, " ujar sang bapak.


" Besok masuk sekolah ya nam?", tanya sang bapak.


" Iya pak, sekolah percepatan.Andien lulus memasuki nya, ada juga sistim online pak, jika berhalangan ,gak ada persoalan pak.Lagian tanding 2 atau 3 hari, sekolah mengijinkan ,karena ada beberapa juga siswa yang seperti Andien.Ada robotik, ada kegiatan musik, sekolah dukung pak".


" Iyalah nak, pendidikan nomor satu ," ujar sang mamak.


Ketika pagj datang. Andien bergegas sarapan dan di antarkan sang abang ke sekolah, Ardi sambil berangkat bekerja.


Di sekolah baru, Andien mengamati fasilitasnya lengkap,sebagai siswa yang mendapatkan beasiswa, bisa bersekolah di sekolah yang lumayan besar, lumayan berbobot di kota mereka.


Lambaian tangan sang abang membuat Andien tersenyum.


" Makasih ya bang, hati hati, " ujar Andien.


" Rebes dekkk," teriak Ardi( beres).


Andien menyusuri lorong sekolah, dan siswa disana sudah lumayan banyak berkumpul.

__ADS_1


Sekolah mengadakan perkenalan lingkungan sekolah, menerangkan berbagai gedung, kegiatan sekolah, dan Andien .


" Hai, namaku Mitha , kamu?"


" Saya Andien."


" SMP nya gak dari sini yah?".


" Iya saya murid pindahan, kebetulan lulus disini dan dapat beasiswa."


" Waw pinter dong kamu Ndien, disini gak sembarang dapat beasiswa gitu."


Andien hanya tersenyum.


" Share no Wa dunkk,temanan yah sama aku ", ujar Mitha.


" Aku kenalin lagi yah, teman ku yang baik, namanya Rubi, tuh dia, "ujar Mitha.


Andien hanya tersenyum.


" Rubi temanku dari SD, sampai SMA ,hehehe, bahkan kami di TK yang sama, dia dan aku tinggal di dekat komplek yang sama. Dia baik, lucu, dan gak ada busuk hati alias hatinya tulus,udah aku di uji coba ".


" Beneran? serius ? " tanya Andien.


" Serius, kamu akan liat kebaikannya ",ujar Rubi.


Andien dan Mitha pun menemui Rubi, benar Rubi ramah,pelucu dan baik . Andien sangat senang punya teman seperti mereka.


Andien dan kedua teman barunya ternyata satu kelas ,mereka pun duduk berdekatan.Suasana sekolah sangat ramai , Andien sangat senang dengan suasana di sekolah ,apalagi suasana di kelas. Para gurunya care pada murid.Bahkan pada pelajaran kesenian tadi, mereka di ajari bermain gitar, kunci gitar dan lainnya membuat Andien sangat antusias ,bisa belajar musik gratis, Andien sangat senang dan sekolah memfasilitasi gitar bagi anak yang tidak punya gitar, bagi yang mau beli atau bawa milik pribadi juga di ijinkan.

__ADS_1


Andien teringat tetangganya punya gitar,jadi Andien bisa pinjam, jika mau bermain gitar di rumah.


" Sekolah ini eskulnya bagus, ada klub renang, badminton, basket, club lari, judo, kesenian, kalian mau masuk club apa ?" tanya Rubi.


" Mau masuk club Judo dan renang, " ujar Mitha.


" Emang bisa 2 sekaligus? " tanya Andien.


" Bisa Ndien."


" Aku suka badminton dan lari," ujar Andien.


" Aku masuk klub kesenian, aku hanya bisa melukis dan bernyanyi," ujar Rubi.


Mereka semua pun tertawa bersama.


" Daftarnya besok aja, no problem,ujar Mitha."


Andien dan Rubi mengangguk.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2