Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Kehadiran Edward


__ADS_3

Andien mengganti pakaiannya.Sesama atelit wanita, memberi selamat pada Andien.


" Gak sia sia Ndien, dokter cinta jadi pelatih kamu, bahkan permainan mu banyak mengalami kemajuan pesat," ujar Diana .


" Kamu sangat beruntung Ndien, saat pelatihmu sakit, kamu langsung meyabet dokter cinta jadi pelatihmu, kamu gak lihat, sumpah matanya natap kamu, love love gitu loh Ndien, " ujar Sylvia.


" Ihhhh...yang benar aja Syl, ngarang dehhhh, " ujar Andien.


" Udah , bungkus aja Ndien, mumpung berkwalitas, kamu gak lihat, pemain Denmark aja , lihat dokter cinta kamu something lohhh."


" Ndien, kalian pacaran atau PDKT? kok PDKT nya lama amatttt, " ujar Nana .


" Aku tadi lihat dokter Edward mantan kamu loh Ndien, " ujar Rina.


" Ah...yang benar kamu Rina, salah liat kali."


" Gak, ku bahkan fotoin buat barang bukti, dia masih setia dan sayang kamu Ndien."


" Tulus banget cintanya Ndien , andai kekasihku begitu mencintaiku, aku gak akan merasa sendirian Ndien."


" Mumpung masih pacaran, perlu dipikirkan Rin, jangan menikah dengan orang yang salah."


" Ibu ku, bolak balik mau menjodohkan aku".


" Bagusan jalan aja sama pria yang dijodohin ke kamu Rin, biasa pilihan ibu benar lohh,kayak kakak aku, di jodohin sama anak sahabat papiku, baik banget lohhh, gak macam macam, setia, mau jagain anak, ketika kakak ku makan, mau bantu nyuci dan berberes rumah. Kalau pergi ke resto, kakak ku di suapin loh, atau anaknya suaminya pegangin, kakak ku makan dengan tenang.Hanya beri ASI dia gak bisa Ndien, hehehehe".


Semua pun tertawa.


" Edward baik, bahkan baik banget. Kami se iman. Namun aku yang salah, aku yang jahat, hatiku gak bisa lepas dari bayangan dokter cinta, aku tidak mau membohongi Edward. dia layak mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku.Walau aku harus sedih, kehilangan teman dekatku Ajeng.Dia belum memaafkan aku, memblokir aku, mau bagaimana lagi."


Sebuah ketukan membuat mereka semua menoleh dan disana Andien dipanggil seseorang.

__ADS_1


Ketika Andien keluar disana dokter Edward tersenyum sangat manis pada Andien.


" Slamat yah Ndien, " ujar Edward mwnyalami Andien.


Andien tersenyum.


" Makasih mas, mas nonton ?".


" Nonton, khusus buat dukung kamu Ndien."


" Makasih mas. jauh jauh dari Jakarta ke Bangkok."


Edward hanya tersenyum ,lalu mengulurkan bunga plus boneka beruang dalam buket.


" Makasih mas, " ujar Andien segan menerima pemberian Edward.


" Kamu lebih kurusan Ndien, jaga kesehatan yah, minum vitamin yang biasa mas resepin."


" E...e...e...., Dimas tugas di Jakarta ya Ndien?".


Andien mengangguk.


" Buka praktek di rumah nya ya Ndien?".


" Iya mas."


" Mas boleh bertamu ke rumahmu Ndien?".


Andien hanya diam menunduk.


" Apa kita masih bisa bersama Ndien?".

__ADS_1


" Apa harapan buat mas masih ada ?".


" Dari mamak ,mas tahu, kamu dan Dimas gak pacaran, gak ada hubungan sampai detik ini."


" Yah emak, kok kepo banget sih mas, " ujar Abi.


" Emak kayak kamu Bi, orangnya jujur, penyayang, makanya sulit melupakan kamu."


" Kabar Ajeng gimana mas ?".


" Dia baru putus sama pacarnya, trus dikenalin sama tante, baru pacaran 1 bulan, udah mau menikah, Ajeng meng iyakan aja, capek pacaran katanya."


Andien bengong.


" Ajeng kan selektif banget mas."


" Hmmm, begitulah dia Ndien."


" Apa gak keluarga selidiki dulu keluarga nya mas?, jangan di depan manis, nanti kejam sama Ajeng, Ajeng yang kasihan."


" Benar Ndien, mas sudah selidiki, dari tetangga ,teman nya dan selidiki keluarganya, semua aman Bi, mereka keluarga baik baik, dan tisak ada kawin cerai, hanya pria ini, pemalu Bi, jadi begitu lihat Ajeng, di kenalkan sama Ajeng, dia langsung suka, dikenali sama orang lain dia gak mau."


Andien mengangguk.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2