
Andien tersenyum saat melihat sang pengantin wanita memasuki gereja , bergandengan dengan papa nya. Wajah itu begitu bahagia.
Dan Ardi sudah menunggu nya di depan Altar. Begitu bahagia, suasana hikmat berjalan sepanjang upacara pemberkatan.
Andien sesekali memandang sang mamak dan baaknya ,mengusap air mata, sebuah air mata kebahagiaan.
Andien juga terharu, saat melihat sang bapak dan mamak , yang begitu menyayangi dan bertanggung jawab pada mereka.
Tangan Andien di genggam Dimas dengan erat . Merwka bergabung dengan tante dan tlang serta kedua orangtua Dimas.Mereka sangat care menghadiri pemberkatan bang Ardi,sama dengan sewaktu pemberkatan kak Ester.
Anak kak Ester terlihat sangat lucu, tertidur di dekapan sang papi.
Mereka sangat menyayangi Ester, takut Ester kelelahan, dari mertua dan par, mau bergantian menjaga sang anak.
Andien aalut melihat keluarga sang kakak. Punya ipar baik, tidak saling fitnah dan berantem.
Andien sangat bersyukur ,Tuhan menyatukan mereka ,menjadi keluarga besar yang saling dalam berbagai hal.
Sesudah pemberkatan, pesta resepsi pun di adakan di gedung, pesta adat begitu kental, dan khas, tari tor tor, dan banyak adat istiadat dilakukan . Andien juga banyak belajar tata cara adat Batak .
Pesta d bagi 2 tempat, bagian atas gedung buat nasi kotak dan bagian bawah , bagian adat.
__ADS_1
Andien menemani orangtua Dimas makan di bagian atas.
Ada gulai rendang, ayam goreng, cap cai, sambal teri medan plus kacang, acar ,ada juga kari ayam, mie ayam, sate padang, semua dimasak orang muslim kenalan mami Dimas.
Dmas tersenyum melihat Andien begitu menyayangi kedua orangtua nya. Bahkan mengambil air minum buat kedua orangtuanya.
" Adek jangan capek, biar mas aja yang ambil ,kalau mami dan papi butuh apa apa."
" Gak apa apa mas, adek bisa ngambil, mas sudah banyak bantu acara bang Ardi, kemarin dan semalam aja masih sibuk mas cek sema hal, bersama bapak."
" Mas lebih tenang kalau semua sudah detail di urus Ndien. Bagaimanaun Ardi teman mas, dia penyemangat mas dapatin kamu ."
" Ya iyalah dek, kalau gak, surat ijin gak keluar,hehehe.Enggak Ndien, mas hanya pingin, memberi kebahagiaan atas apa yang selama ini Ardi lakukan. Kamu gak lihat ,gimana abangmu bantuin mamak sama bapak selama ini, papi dan mami juga ,banyak bang Ardi bantu, bang Ardi ringan tangan. Kamu sakit aja , kamu digendong bang Ardi, bawa ke rumah sakit, kamu gak lihat, dia jagain banget kamu Ndien."
" Andien kasi kado perabotan , bareng sama mamak dan bapak mas. Biar di beliin yang bagus sekalian."
" Lihat Mas, tuh bang Ardi nyanyi, lucu banget, pakai malu malu."
" Kedengaran juga disini ya Ndien, makanan nya enak kan nak ?".
" Enak mi, enak, udah pas semua.rendangnya enak, ayam gorengnya juga gak keras mi."
__ADS_1
" Nanti catering , yang ini aja kita pakai ya nak, buat family di dekat rumah, kalau kalian di Singapura menikah, cukup keluarga dan kalau ada teman datang, kita buat di hotel aja ya nak."
" Ya mi...".
" Pernikahan kalian ,bukan pernikahan biasa, pasti ada aja orang bicara di belakang ataupun di depan.Jangan perduliin ya nak, jadilah anak mami dan papi yang baik, berbakti, jaga keluarga kalian dengan utuh, jangan perjuangan kalian sia sia.
" Kapan siap memiliki anak , mami dukung, tetapi jangan kelamaan juga ya nak, mami juga pengen punya cucu".
Andien mengangguk.
Mami Dimas mengusap punggung Andien.
☀️🌝🌨☀️🌝🌨🌝🌝🌨
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1