Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Tidak Terurus.


__ADS_3

Andien pun tahu, Dimas sudah menyelesaikan pembangunan rumah mereka. Dari mami dan papi Dimas , mereka mengatakan nya pada Andien sewaktu bertemu.Andien juga tahu, papi mertua Andien banyak melamun, susah hatinya melihat anak dan mantunya bertengkar, dia banyakan diam, tidak pernah tersenyum.dan tertawa,juga makan sangat sedikit.


Andien melihat video mami Dimas kirimkan, menyuruh Andien pulang. Dan mengirim hasil cek kesehatan sang mertua, dokter mengatakan , papi Dimas jangan banyak pikiran. Jangan ada beban dan hidup lebih rileks.Itulah yang menjsdi pertimbangan Andien juga.


" Pulanglah yaaaang, " ujar Dimas.


Andien hanya diam.


" Tubuh mas hangat, mas demam ?".


" Mas kurang sehat aja beberapa hari, pekerjaan banyak, operasi pasien banyak, " ujar Dimas.


" Sudah minum obat ?".


Dimas menggeleng.


" Mas ini, tahunya buat masalah, udah ciptalan masalah, malah gak ngurus diri.Lihat nih jambang lebat banget, kuyu, kumal, sengaja yah biar aku kasihan sama kamu ?".


" Tidak Ndien, mas takut kamu meninggalkan mas. Menyita pikiran mas."


" Kalau gak mau di tinggalkan, makanya jangan berulah."


" Bentar Andien keluar, ngambil obat dan mesin cukur di mobil, di mobil mas adakan ?, sini kuncinya."


" Ada Ndien, ini kuncinya."


" Jangan berbaring dulu, Andien bersihkan dulu ,baru berbaring, kamu belum mandi mas ?".


" Udah lah Ndien. Masa ketemu kamu gak mandi."


" Kamu kayak duda beranak 5 aja,nguris anak sampai segininya, " ujar Andien kesal.


Dimas hanya tersenyum.


Andien bergegas membuka mobil Dimas, merapikan pakaian dan mengambil yang dia butuhkan.Andien tidak pernah menduga ,Dimas bisa se urakan saat ini.Bahkan ada makanan yang sudah basi di dalam plastik di mobil nya, dia gak makan malam atau siang. Keliatan dia beli 3 bunhkus hanya 2 yang disentuh.


Andien membuang makanan itu ke tempat sampah. Kemudian Andien pun memesan makanan gofood.Memesan makanan berkuah.

__ADS_1


Andien kembali ke kamar, melihat Dimas duduk di kursi.


" Kita ke kamar mandi."


Dimas menurut, meraih tangan Andien , dan mereka pun menuju kamar mandi.


Andien membersihkan dan merapikan jambang Andien. Sejak mereka bertengkar ,sejak itu juga Andien tidak merapikan jambang sang suami.


" Pakaian mas tukar."


Dimas mengangguk.


Terlihat tubuh sang suami turun, luamayan 5 atau 7 kiloan.


Amdien mendengar telepon dari grabfood. Andien pun mengambil makanan yang mereka pesan.Dimas tidak begitu suka dengan makanan hotel.Maakanya Andien memesan makanan di luar.


" Makanlah mas, kenapa makan saja malas, beli dari pagi, yang di makan hanya makanan pagi, makanan siang dan malam gak di makan. "


Dimas hanya memeluk Andien dengan erat. Dimas lega ,sang isteri masih memperhatikannya.


" Makan mas, selesai makan , minum obat."


Perlahan Dimas makan makanan nya.


" Kamu udah makan yaaaang ?".


" Sudah, " jawab Andien singkat.


" Mas gak habis makannya, mual dan meriang, gaknenak badan mas."


" Ya udah, makan semampu mas."


" Ini kotak obat dari mobil."


Dimas pun mengambil beberapa macam obat, Andien memberinya air hangat.


" Tidur dan istirahatlah."

__ADS_1


Dimas mengangguk.


" Temani mas tidur."


Andien hanya diam saat Dimas meraih tangannya dan mereka pun berbaring di tempat tidur.


" Hotel ini nyaman kan Ndien".


" Iya, kebiasaan kamu cek in sama tuh wanita atau yang lain disini kan mas."


" Enggak pernah Ndien."


" Kalau gak pernah. yah di rumahnya."


" Kamu cemburu yaaang ?, "


" Gak...,buat apa cemburu."


" Mas hanya salah bohongi bilang meeting, tapi temani dia nge bakso, beberapa kali. Mas nemani anaknya ,itu aja, lebih dari perasaan apapun gak Ndien, mas gak pernah suka sama siapapun."


" Pandai sandiwara dan bohong kan mas."


" Gak Ndien."


" Tidurlah, mata mas berat."


Dimas mengangguk , membenamkan dirinya di dalam dekapan sang isteri.


Andien hanya diam dalam posisi itu.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2