
" Maaf mas, karena Andien ,waktu mas terganggu."
" Gak Ndien, mas memang mengurangi jam kerja di beberapa rumah sakit, mas juga kan buka klinik."
" Kalau udah sore, pasien mas rame."
" Ya Ndien."
" Mas dokter yang baik, gak mematok harga mahal, cukup terjangkau, kalau masyarakat yang gak mampu, mas malahan beri pengobatan gratis."
" Semua yang kita lakukan berkat Ndien, Alhamdulillah, tidak mengurangi materi kita,terkadang ada saja teman mas relawan, beri obat gratis, bantu fasilitas, beli infus, mas padahal gak minta, mereka tahu, mas buka klinik, kadang nitip begitu mas sampai di rumah sakit, ada aja bantuan mereka Ndien, gak pernah putus. "
" Mereka tahu, mas amalnya banyak ".
" Ya Ndien, seorang dokter ,harus memikirkan, orang berobat, apakah cukup uangnya bayar obat obatannya, kalau buat makan susah, gimana mau berobat. Banyak kasus, seorang ibu sakit, dia menahan sakit, agar anaknya gak kelaparan, begitu sang ibu sakit, udah parah, gak bisa tertolong lagi.Padahal si ibu janda, di tinggal suaminya, suaminya pergi dengan wanita lain, disitu nurani bekerja Ndien."
" Ya mas, kalau ekonomi susah, sudah biasa, seperti kami, mamak sama bapak, gigih bekerja agar kami gak kekurangan,bisa dapat makan setiap hari.Kalau mamak sama bapak sakit, mami mas yang ngobatin, papi mas juga. Kalau gak, gimanalah kami mas, rumah aja dulu ngontrak."
" Mamak sama bapak orangnya baik, jujur ,rajin, tetanggapun sayang.Mamak masakannya enak."
" Ya mas, sejak kami besar besar, bapak gak jauh lagi bekerja, nolongin mamak aja. Kalau dulu, bapak pulang kehujanan, motornya rusak di tengah jalan, aku nangis mas, sesedih ini aku alami hidup."
" Bersakit sakit dahulu Ndien, bersenang senang kemudian, buah sabar itu manis, lihat lah emak, sudah mapan anak anaknya. Apalagi kamu tulang punggung keluarga yang membanggakan. Desember nanti, kamu ikutkan mamak sama bapak jiarah rohani kan yaaang, mereka pasti sangat bahagia."
" Ya mas, ada rejeki, mereka sambil liburan. Kalau lihat urat tangan dan urat kaki mamak dan bapak, terlihat lelahnya mereka besarkan kami mas."
__ADS_1
" Kalau mamak sama bapak lihat kamu berjuang, mereka sampai nangis.Kamu gak menyerah Ndien."
" Mereka mengajarkan aku banyak hal mas.Arti hidup, arti berjuang."
Dimas mengusap rambut Andien.
" Mami ngajak makan di rumahnya, biasa papi ulangtahun hari ini yaaaang."
Andien mengangguk.
" Hadiah dari kita, jangan lupa bawa ya yaaaang."
Andien mengangguk.
" Iya, kan itu Andien tanam dari masih kecil banget tanaman nya mas. Sayang banget rasanya."
" Kenapa bisa mati Ndien ?".
" Ada burung , masuk ,matuk gitu, jadi bang Ardi udah buat jaring mas.Bapak juga nolongin, dah aman."
" Waktu kita di danau toba, enak banget ya Ndien, makan ikan bakar di tepi danau, makan ikan arsik, papa sama mama, mau ke sana."
" Ayoklah bang, kita ajak bang Ardi."
" Dengar dengarnya ,bang Ardi prewed disana."
__ADS_1
" Kita jadi dayang dayangnya mas, hehehehe."
" Jangan gangguin Ndien,calon isterinya bang Ardi pemalu banget.Kamu sering gangguin banget dehhhh".
" Kita aja habis habisan bang Ardi gangguin, bilangnya gini, mau banget pacaran sama atlet ,bisa karatan Dim.Coba ..., ihhh bang Ardi kan suka ganggu."
" Memang benar juga Ndien, mas karatan nunggu kamu," ujar Dimas ngakak dan lengan Dimas di pukul Andien.
" Terus ,bang Ardi ledekin, siap siap kau pudan, bakalan di bopong dilamar ".
" Kalau seriusan gimana ?".
" Pernikahan beda agama, udah gak ribet Ndien, bisa di Bali, bisa juga di Singapura.Kamu udah siap mas lamar sama mamak dan bapak ?".
Andien hanya menunduk.
🥰😍🤩🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1