Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Datang Menemuimu


__ADS_3

Andien di antar oleh Edward. Di perjalanan, Edward sangat ramah, dan selalu berusaha mengajak Andien ngobrol.


" Kamu dekat sama dokter Dimas? " tanya Edward.


" Yah mas. sejak dari kecil, rumah kami dekat dekatan. Ibunya mas Dimas sangat menyayangi saya."


" Ohhhh."


" Dimas stay di Surabaya, kan dalam waktu eekat bakalan wisuda "


" Ohhhh, " ujar Andien singkat.


" Besok boleh mas jemput? sepulang sekolah, nemani jalan?".


Andien banyak mikir, lalu Edward pun bersuara.


" Temani yahhh Ndien, mau yahhhh".


Andien akhirnya mengangguk.


Andien menunjukkan rumahnya, dan Andien sangat terkejut saat Edward turun dari mobil nya dan menyalami sang mamak dan sang bapak di teras depan rumah.


Andien sampai bengong melihat keberanian Edward.


" Mas nya Ajeng mi, " ujar Andien menjawab tanya sang mamak dan bapak.


" Ohhb anaknya bu Broto toh nak, ibumu tuh baik banget sama ibu, kalau kemana mana pasti oleh oleh gak lupa, kalau mesan catering selalu paling baik, gak banyak komplain, uang di lebihin, " ujar sang mamak.


Edward hanya tersenyum.


" Anak bu Broto 2 aja, berarti den yang dokter yah?".

__ADS_1


" Benar bu," ujar Edward.


" Tadi kami bareng Ajeng mak, bareng Keyshia dan teman lain, teman lain mau nyari bahan tugas, Andien kan udah siap.Mas Edward nawari bawa pulang adek."


" Makasih ya nak Edward, udah ngerepotin.Ibu gak ijinkan Andien sendiri kemana pun, biasa abangnya antarin, tadi udah pamit karena sama Ajeng. ibu ijinkan. Keluarga bu Broto sangat ibj kenal, bapak baik, ibu baik, bahkan para pwkerja cerita. anak bu Broto baik baik semua sama mereka.Mereka bekerja sejak den dari kecil."


" Iya bu, ada bekerja 30 tahunan, ada bekerja 20 tahunan.Semua betah. "


" Iya lah nak, kalau majikan dan anak nya baik, yang bekerja juga bakalan loyal sama tuan ,nyonya dan anak anaknya."


" Den juga sangat pintar,ibu sering mandang piala den, penghargaan banyak banget."


" Masa sekolah bu, saat sekolah dan kuliah."


" Kamu menyelesaikan kuliah juga cepat kan dek."


" Ya bu."


" Ibu sama bapak permisi dulu ya nak, lanjut aja ngobrol nya ".


" Harap maklum mas ,rumah sederhana."


" Gak apa apa Ndien."


Tidak begitu lama kemudian , bu bidan pun datang menyapa.


" Ndien, ihhh somse ( sombong sekali ) ,Andien ibu cariin , selalu gak ada."


" Iya bu, ini aja baru sampai."


" Gak menghindari ibu kan nak?".

__ADS_1


Andien hanya tersenyum.


" Ndien yuk ke rumah, dah kangen ibu sama kamu nak."


Andien hanya menunduk, Andien tahu, Dimas sedang berada di kota ini.


" Eh teman kamu yah Ndien? pacar?".


" Enggak bu, abangnya Ajeng,teman Andien."


" Nak, Andiennya ibu pinjam dulu yah, lagi ada penting banget."


Sang bu bidan menarik tangan Andien.


" Yah udah ,mas pamit yah Ndien, jangan lupa besok ya."


Andien mengangguk.


Bu Bidan dan Andien melihat Edward meninggalkan kediaman Andien.


" Apa yang menyebabkan kamu menjauh sama mas Dimas mu sih nak . Bolak balik mas mu telepon, gak jawab."


" Mas Dimas kan dekat sama beberapa wanita bu, Andien ambil jarak, gak enakan juga ".


Jadilah pribadi yang apa adanya, hingga kita tidak perlu lelah bersandiwara. Terkadang bukan hidup yang sulit tetapi kita yang menyulitkan hidup. Seolah tidak ada yang peduli. Berjalan sendiri, saat jatuh, harus bangkit sendiri pula. Hidup memang terkadang sekejam itu.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2