
Tidak terasa pernikahan itu pun sudah mereka buat resepsinya di Indonesia. Resepsi lumayan mewah di hotel berbintang 5.
Dan seperti pasangan lainnya , Abi dan Dimas langsung bulan madu ke Eropa.
Mereka mengunjungi beberapa negara. Mereka juga membawa kedua orangtua masing masing, istilah mereka ,bulan madu rame rame.
Rasa nya ,walau sejak kecil sudah dekat, bagi Andien, tidur satu kamar, satu tempat tidur bersama Dimas masih sangat asing. Bahakn Dimas meledeki Andien.Dan sudah paati , Andien sangat malu , wajahnya sampai bersemu merah.
" Jadwal latihan dan pertandingan sudah keluar mas , nih baru dapat dari pelatih dan pengurus juga kirim."
" Ya yaaaang. "
" Temani aku berenang ya mas, olah raga wajib mas, buat atelit seperti Andien."
" Ya yaaang, kita kebanyakan bermalas malasan. Perut mas saja membuncit dikit, nih lemaknya menimbun disini."
Andien menggelitik perut Dimas.
" Hamil 3 bulan ya pak ?".
Dimas mengangguk sambil tertawa.
" Kalau bisa Mas yang hamil, mas pingin kita gak menunda punya anak yaaang."
Andien diam dan membelai wajah sang suami.
" Maafkan Andien mas ".
" Gak yaaang, mas gak mau menuntut apapun, kita sudah sepakat , sebelum menikah akan menunda, tapi kalau kebobolan ,mas gak tahu juga ya dek."
__ADS_1
" Ihhhh....".
" Kan kamu gak pakai KB, kita sistim penanggalan, dan kamu sendiri bilang, jadwal haid kamu kadang sesuai tanggal,kadang gak."
Andien menutup.wajahnya dengan bantal.
" Jangan malu, suamimu dokter loh yaaaang ."
Andien dan Dimas pun saling menatap.
Dimas mengelus pipi sang isteri.
" Mas gak tertekan dengan banyak omongan prang tentang pernikahan beda agama kita ?".
" Sama sekali gak Ndien, sekua agama membawa kita pada sang pencipta, semua agama membuat kita pada kebaikan."
Andien mengecup bibir Dimas .
Andien pun melemparkan bantal nya ke arah Dimas,kemudian berdiri dari tempat tidur.Namun belum melangkah, Dimas sudah meraih Andien ,menariknya ke pembaringan, menguncinya dan perlahan Dimas pun melancarkan aksinya. Penyatuan itu begitu indah , mereka sama sama belajar saling dalam banyak hal.Dekapan dan sentuhan Dimas membawa mereka melupakan perbedaan yang ada.
Tanpa terasa ,malam itu menjadi malam pertama mereka sah sebagai pasangan suami isteri, satu tubuh dan satu jiwa.
Ketika semuanya selesai, Dimas tahu bagi Andien ini pertama kalinya. Dimas menggendong Andien membersihkan diri ke kamar mandi.
" Jangan malu sayaaang. "
Andien hanya menahan tawanya.
" Sakit ?".
__ADS_1
" Iya ,sakit....".
" Nanti gak lagi."
" Perih....dan melangkah juga perih mas ".
Dimas mengecup dahi Andien.
" Makasih yaaang, kamu menjaga dirimu buat suamimu. Jaman sekarang, jarang perempuan menjaga diri, banyakan terpengaruh budaya luar ,padahal kita adat ketimuran. Namun walaupun bagaimana keadaanmu ,mas tidak memperdulikan itu semua."
" Andien anak orang susah mas, harga diri keluarga jangan di pertaruhkan. Andien juga perlu menjaga nama baik keluarga. Kata mamak, harga diri wanita itu wajib di junjung tinggi, kalau Andien aja gak menghargainya, bagaimana suami atau orang lain bisa menghargai."
" Terlalu banyak pergaulan bebas, aborsi yang merugikan diri sendiri, namun begitu bodohnya wanita mau di manfaatkan.Begitulah Ndien, yang rugi wanitanya, pria bisa bebas mengepakkan sayapnya kemanapun, catatan hitam yang kelihatan wanitanya. Apalagi kalau suami menuntut virgin wanitanya, banyak juga kasus perceraian karena laki laki di bohongi ."
" Andien juga bersyukur ,punya pacar seperti mas, jagain Andien, gak nakal, gak ***** *****, mas benar benar menghormati nilai nilai pernikahan. "
" Tidurlah yaaang ."
Andien mengangguk, mereka kembali ke pembaringan. Dimas bolak balik mengusap pipi Andien. Andien sangat bahagia, bisa menikah dengan Dimas .
Perasaan Andien di penuhi kebahagiaan.
Begitu juga dengan Dimas.
❤🥰❤🥰❤🥰❤🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment