Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Belum Sepenuhnya Memaafkanmu


__ADS_3

Andien pun jalan bersama Dimas , melihat pemandangan di kota itu.Menikmati kuliner, dengan tidak begitu banyak bicara.


" Maafkan mas Ndien."


" Maaf buat kesalahan apa ?".


" Tidak terbuka ,dan bohongi kamu."


" Sudah terbiasa bohong ya mas, jadi kebiasaan ,gampang minta maaf aja , bereskan mas?".


" Gak Ndien....".


" Aku gaakan pernah lupa gimana cara kamu ngebuang aku, gimana mati matiannya kamu sembunyiin cewek lain dari aku, seterang terangan apa kamu lebih bela cewek lain dibanding aku, kamu bahkan minta maaf kedia waktu aku chat dia, bahkan atas kedekatan kalian, yang kamu lakukan pun dimatamu aku penjahatnya.Udah apa maumu ku ladeni mas.Kalau di agamamu gampang talak,yah talak saja. Selesai, langsung talak 3."


" Ndien...,kamu jangan bawa emosi, mas ngaku salah, tetapi mas gak selingkuh."


" Masih belum kan, krn ketahuan aku, dan ketika berjalan waktu, aku menganggap masalah ini sudah selesai, malahan kisah kalian belum usai."


" Mencari Cinta Itu Baik, tapi memberi cinta itu jauh lebih baik, walau kadang cinta itu terakabaikan," ujar Andien menatap di kejahuan.


" Beberapa pasang mata mungkin memandang dengan pelik, betapa terseok-seoknya aku sekarang. Sedikit dari mereka prihatin, sisanya memberikan solusi basa-basi. Tidak ada sapa yang hangat, dekap yang erat, juga memori tipis yang melekat, dan hilang yang semakin pekat. Kini aku tahu, jarak bukan cuma rentang waktu tempuh, tapi juga bayangmu yang semakin memudar dalam kepalaku; yang kemudian akan buyar dan meninggalkan sunyi yang menusuk tiap-tiap langkahku."


" Hukumlah mas Ndien, tetapi jangan pernah ada kata pisah."


" Terus kamu sesukamu memperlakukan aku?".

__ADS_1


" Kamu merasa aku ini apa ?".


Sebagian pelajaran di tahun ini, soal tenang, soal bahagia, sudah nggak boleh lagi bergantung sama orang lain.


Nggak boleh lagi buru - buru naruh ekspetasi dan mudah kasih percaya ke orang lain.


Kalau ada apa - apa coba pendem sendiri, selesain sendiri dulu.


Nggak boleh lagi sering - sering pinjam pikiran orang lain, untuk bantu rapikan pikiran kita sendiri.


" Bukan cuma kamu yang bisa sedih, on mood, patah hati, bete, kecewa.


Jadi, nggak boleh egois soal duka.


Setiap orang punya trauma, setiap orang menyimpan luka, entah itu didalam hati atau pun didalam kepala.


" Teorinya udah dewasa , tapi prakteknya masih sering kek bocah , " ujar Andien berusaha tertawa hambar .Kamu udah tahu belum bedanya "sibuk" sama "ga peduli" hmmmmm?


jangan salah tangkep sikap, nanti hatimu retak lagi, aku pastikan kamu menyesalinya."


Dimas langsung memeluk erat Andien .Ada tangisan dalam pelukan itu.Terenyuh sihhh, namun rasa dongkol masih gedek.


" Istirahatkan perasaanmu, tidak semua luka menjadi tanggung jawab orang lain untuk menyembuhkannya, ada waktu kita harus turun tangan sendiri, itulah yang aku katakan pada diriku sendiri ," ujar Andien .


" Tulus bukan tentang kita selalu ada buat dia, tapi Tulus itu adalah dewasa di dalam hubungan dan selalu menghargai pasangannya, " ujar Andien.

__ADS_1


" Yang datang aku sambut


yang pergi aku silahkan


Hidup adalah rumah, aku adalah pemiliknya


sisanya adalah tamu yang tak bisa aku paksa untuk tinggal," ujar Andien.


" Jangan terlalu berharap padaku, aku hanyalah manusia yang jauh lebih buruk dari yang kau kira.


Jangan lupa cari kekuranganku, bisa jadi kamu butuh itu untuk alasan pergi nanti, apa baiknya begitu mas Dim.?".


" Tidak Bi, satu sampai selamanya."


" Itu teori mu aja bang."


" Pernahkah kamu belajar memahami? Bahwa melupakanmu adalah jalan panjang berlubang yang harus kutempuh sendiri. Aku harus melangkah pelan-pelan, agar tak jatuh dan tetap bisa sampai ke tujuan. Itulah alasan sederhana aku tidak ingin lagi bertatapan dengan matamu di hari depan. Aku takut, aku jatuh lagi pada lubang yang sama, dengan luka yang sama. Rasa sedih ini butuh waktu yang panjang untuk pulih kembali. Tetaplah menjauh agar hidupku bisa kujalani dengan seharusnya lagi.Please Ndien."


Andien menolak badan Dimas, tetapi Dimas semakin mempererat pelukannya.


🙄🤪🙄🤪🙄🤪🙄🤪🙄🤪


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


vote


Koment


__ADS_2