Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Kamu Berarti


__ADS_3

Lirikan mata Doni tajam saat Dimas datang mengunjungi Andien ketika berlatih, sudah pasti, Dimas membawa berbagai makanan seperti biasanya.


Dimas tahu, sorotan mata itu, mengikuti gerak sang kekasih.Sebagai pacar, tentu saja cemburunya bergelora. Apalagi mendapatkan Andien bukan hal mudah.


" Hari ini mas datang mau jemput kan ? , apa mas udah bantu mas Ardi ?".


" Udah dong yaaang, mas Ardi super sibuk, padahal pakai EO, bang Ardi sibuk ngurusi rumah, belum fix selesai ."


" Padahal waktunya mepet ya mas ."


" Mami tadi usah sibuk, baju kamu mau di feeting yaaang, kamu tambah kurus, apa extra latihannya.Mas lihat tadi ,kamu komplit pelatihannya."


" Ya mas, gak apa apa,biar terbiasa gesit."


" Pelatihmu tampan Dek."


" Ihhhh...mas cemburu yahhhh?".


" Bangetttt...".


" Gak percayaan sama Andien ?".


" Percaya, kita sudah melalui banyak hal, sedari kecil bersama, ikatan kita bukan 1 atau 2 tahun. Mas juga tahu, kamu manja sama mas, kamu juga merindukan mas, tiap malam selalu nelepon, keliatan rindunya."


" Benar banget, rindu nih menumpuk."


" Latihannya sudah selesai Ndien?".


" Satu set lagi mas. "


" Ya udah, mas nungguin ya."


Andien menggangguk.


Dimas melihat Andien berlatih sangat extra, namun mau buat apa , dia gak bisa berkata apa apa, setiap pelatihan , selalu beda.


Dimas sudah mempersiapkan kejutan spesial buat Andien.


Andien selesai berlatih, bersih bersih, dan bergegas menemui Dimas.

__ADS_1


Namun di depan pintu sosok sang pelatih berdiri , sosok Doni Setiawan.


" Kamu mau balik Ndien ?".


" Iya pak...".


" Besok waktu luang, mau jalan bareng ?".


Andien bengong.Sosok pelatih super cool , apa gak salah dengar, mau ngajak nge date , jalan sama .


" Sa..saya gak bisa pak, ababg saya mau menikah, ini undangan, kalau bapak ada waktu ,datang ya, sama teman teman juga saya bagiin."


Doni Setiawan hanya mengangguk.


Andien pamit dan terkejut, tidak jauh dari sana ,Dimas sudah menunggunya.Apakah sang kekasih mendengar pembicaraan dia dan sang pelatih ? entahlah.


Dimas menggenggam erat tangan Andien. Bolak balik menatap sang kekasih, peluh masih menghiasi dahinya.


Dimas dengan tenang mengendarai mobil, sesekali mengusap peluh di dahi Andien dengan tisu.


" Kamu sangat lelah sayaaang."


Andien hanya tersenyum.


" Mau gimana lagi mas."


Dimas mengusap wajah Andien.Ada begitu banyak rasa dalam hatinya ,rasa takut kehilangan,rasa sayang yang begitu dalam, rasa cinta yang tidak ada batasnya. Jujur setiap pria ataupun wanita yang menjalani hubungan serius ,tidak ada satupun menginginkan kegagalan, dan perpisahan, demikian juga dirinya.


Rencana yang sudah dia rancang dengan keluarga Andien, mudah mudahan berbuah manis.


Andien bingung ketika jalan ke rumahnya tidak seperti rute biasa.


" Kita mau kemana mas ?".


" Mas menculikmu sayaaaaang ".


" Mas gak sibuk ?".


" Sibuk, namun ada hal penting mau mas lakukan."

__ADS_1


" Misterius banget mas."


Dimas hanya tersenyum.


Sesampai di sebuah restoran, Andien semakin bingung.


" Acara mas Ardi ya mas ?".


Dimas hanya tersenyum.


" Yuk turun sayaaaang ".


Andien pun turun.


Suasana sepi, serasa gak banyak pengunjung.


" Mas, di rumah lagi sibuk, kita sempat sempatnya nge date, nanti mamak ngomel lohhh".


Dimas hanya tertawa.


Perlahan Andien dan Dimas memasuki rrstoran , dentingan piano dan biola pun mendayu begitu indah.Memainkan lagu kesukaan Andien.


" Mas , Andien gak lagi ultah loh ."


" Ya yaaang, mas juga gak pikun."


Andien dan Dimas saling tertawa.


Dan begitu terkejutnya Andien saat Dimas mendekapnya dengan erat.


" Maaf mas gak seperti pria lain, banyak gombal dan janji janji indah, maa kamu tahu kan Ndien, tulus dan menyayangimu, kamu jiwa mas. Makasih sudah menerima mas jadi kekasihmu, walau perbedaan kita ada ,kita berdua tidak menyerah. Di hadapan semua keluarga besar yang sedang ngumpul ,mas mau kita mengikat janji, kamu mau bertunagan dengan mas ? dan tanggal pernikahan kita, orangtua yang menyepakati, dengan berembuk dengan kita."


Andien menunduk, begitu bahagia nya membuncah, tidak munafik, dia sangat bahagia mendengar setiap perkataan Dimas.


🥰😍😍🥰😍🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2