Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Pusat Perhatian


__ADS_3

Andien kembali merasakan rekapan dari Dimas, dimana saat kaki nya yang sakit di suntik.


" Kekeh jagain banget Dim, udah nunggu apalagi, ngundang ngundang yah, kalau kamu duluan, " ledek Bima.


" Doain aja bro, susah mendapatkan atelit, perjuangannya semenjak dari kecil , " ujar Dimas .


" Iyah. aku doain. Apa Andien nya balik Jakarta besok?".


" Iya dok."


" Besok satu kali suntikan lagi ya Ndien."


" Ya dok."


" Tandingnya kapan Ndien ?".


" Senin dok ".


" Di ?".


" Thailand dok".


" Wajib menang ya Ndien."


" Amien dok".


" Coba jalan normal Ndien".


Andien pun melangkahkan kakinya." Udah enakan kan".


Andien mengangguk.


" Gak perlu di gendongagi Ndien."


Andien pun tertawa.


" Yang menggendongnya nyari kesempatan dalam kesempitan, hati hati lohh, " ujar Bima ngakak.


Andien hanya mengangguk menahan rasa malu.


" Udah , kami pamit bro, kamu ngebahas banhak hal, buat Andien kikuk, " ujar dimas.


" Alasan kamu aja mengatakan Andien kikuk, kamunya kali, " ledek Bima ngakak.

__ADS_1


Andien perlahan berjalan ,dengan setia Dimas memegang tangan Andien.


" Gak usah segitunya bro, udah aman kok, " ujar Bima kembali tertawa terkikik.


" Pemandangan taman rumah sakit ini sangat indah yah Ndien."


" Yah mas, menjadi satu tempat hiburan juga , buat pasien."


" Kamu mau mas ajakin?".


" Ajak kemana ?".


" Ada deh, ikut aja yukkk ".


Andien pun mengikuti Langkah Dimas. Dimas menekan lantai 1, ketika pintu lift terbuka, Dimas langsung meraih tangan Andien, membawa Andien menyusuri sebuah lorong.


Dari kejahuan sudah terdengar suara berbagai orang.


Andien plenga plengo .


Disana begitu banyaknya berpakaian putih .


" Kantin mas ?".


Andien ewngan kikuk di tengah kerumunan para perawat dan dokter, bahkan Andien menjadi bahan tontonan mereka.


" Mana bisa nelam mas, mereka liatin


Andien banget, " ujar Andien.


" Kamu kan terkenal di koran koran Ndien, wajar kan, senyumin aja, hitung hitung tambah fans, " ujar Dimas tertawa.


" Mas ngerjain aku dehhhh".


" Enggak...".


Andien pun cemberut.


Andien menunjuk beberapa menu makanan, kemudian membawa makanan nya. mengikuti Dimas.


Tentu saja dokter Shelly seperti mau melahapnya, Andien bisa melihat itu semua.


Andien seperti berada di sarang penyamun.

__ADS_1


Dengan menunduk, Andien perlahan melahap makanan nya. Sedangkan Dimas hanya tersenyum.


" Mana mental baja nya Ndien, sewaktu tanding, penonton di stadion kan lebih banyak, kenapa kamu berani, disini ngak."


" Beda ces mas, beda tempat," ujar Andien.


Andien perlahan duduk , meletakkan piring, tidak lama kemudian perlahan menyantap makanan di depannya.


" Makan lebih Ndien, kamu lumayan kurus."


" Atelit gak boleh naik berat mas, akan susah loncat dan susah gerak," ujar Andien.


Andien meminum jus jeruknya.


Setelah selesai makan, satu persatu dokter mendekat meminta foto sama Andien.Andien dengan sabar melayani mereka satu persatu.


" Kenal dari mana Dim? Andien udah punya pacar kan ? gosipnya gitu, " ujar Dokter Bram.


" Ini cewek yang kamu perjuangkan Dim ? makanya gak nikah nikah, ledek dokter Agus, " teman dekat Dimas.


Dimas hanya tersenyum dan kemudian tertawa.


" Sebelum janur kuning melambai, masih ada kesempatan Dim, papet terus, " ujar Agus.


" Setelah selesai sesj foto dan jumpa fans, kita kemana lagi mas?, " tanya Andien.


" Balik ke kamar mami, pasti dah sibuk nanyain dari tadi kan, handphone mu dan handphone mas masuk Wa melulu kan Ndien ?".


" Kamu tambah tinggi aja yah Ndien, ".


" Dulu sepinggang mas."


" Ihh, bukan anak kecil lagi lohhh mas, namaku Andien," Andien membuat gaya Sifa dalam film anak anak, Dimas pun tertawa.


😍🥰😘😍🥰😘😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2