
" Ikan dari tempat penggemarmu udah di es dek, sampai kampung, masih tahan, tadi di buat es sama bapak yang ngasih."
" Hmm, modal bakar bakar nanti malam ya bang."
Ardi mengangguk.
" Kamu kasi juga tadi dek, salam salam sama anak bapak itu, senang kali adek adek itu, awalnya nolak, gitulah ajaran orangtua, jangan nerima pemberian siapapun, kamu bilang sesekali datang, di beri kode mamak nya, barulah mereka terima."
" Keingat ya bang, kita juga dulu gitu."
" Iya dek."
" Udah abang liat anak kak Ester, gemes kali liatnya ya kak."
" Ya dek, 3 harian lagi baru kita pulang, gitu pulang, ke rumah kak Ester la kita."
" Untung aja samping sampingan rumah mertuanya sama kak Ester bang, bingung kak Ester rawat anak gimana, mertuanya ajari la kak, sama mamak."
" Iyala dek."
" Pasti jadi orangtua pertama kali kagok dek, kalau kamu sama Dimas, Dimas kan dokter, lebih paham tentang penyakit dan lebih tahu soal anak."
" Kamu aja kalau haid , sakit, respek nya Dimas , super perhatian banget dek, sampai jagain kamu banget, bawa kamu cek ke temannya spesialis kandungan. Kalian sama sama beruntung dek."
" Ya bang, apapun itu, Andien mensyukuri nya."
" Jangan lama lama menikah dek, pengorbanan Dimas sangat besar sama kamu, kebersamaan kalian jauh lebih penting."
" Ya bang."
" Andien sudah pernah juga nanya ke pembimbing pelatihan, gimana jika Andien menikah."
" Jawab mereka apa dek."
" Masih ada banyak tanggung jawab Andien, menikah boleh, namun kalau mengandung langkah Andien akan terhenti, maka pikirkanlah."
" Menunda dari cara bicaranya kan dek."
__ADS_1
" Ya bang ".
" Sulitnya jadi atelit, ya karena main fisik semua dek."
" Benar bang."
" Kadang atelit sudah menikah, balik lagi ,berprestasi dek. Walau ada satu atau dua orang, apalagi kalau melahirkan cesar, susah balik performa nya , performanya menurun ".
" Tetapi , mempunyai keturunan, jauh lebih penting dari harta dunia dek, lihat mamak dan bapak sudah kamu bahagiakan dek, sudah beli rumah, bangun, warung mamak juga sudah besar, semakin rame yang pesan dari tempat pelatihan kamu, lain dari teman teman kamu, teman abang, kalau kantor abang ada acara, Dimas mau bantuin mamak sama bapak, gimana mamak sama bapak nolak, sekelas dokter."
" Dokter kan manusia bang".
" Manusia ,tetapi memang watak dan karakter Dimas baik dek., abang merestui kalian."
" Makasih abangkuuuu".
" Rumah abang sudah selesai dekor dan renof?.
" Sudah selesai dek, bantu bersih bersih ya ".
Dimas mendekati Andien .
" Ndien ,nih dari tante mie gomak ada andalimannya , enak dek."
" Enaklah mas , khas orang batak punya masakan ini mas sedap banggg, kesana kita makan yuk bang, biar gak di gangguin bang Ardi, hehehehe".
" Nih buat kamu Di, makan sepiring berdua, hemat cucian piring Di, " ujar Dimas menahan tawa.
Ardi dan Rere pun tertawa.
Dimas dan Andien berjalan menyusuri danau. Mencari tempat duduk setelah selesai makan mie gomak . Disana Andien dan Dimas menikmati pemandangan air danau ,sungguh sangat indah.
Dimas mendekap Andien, sambil memandang danau.
" Apa kamu bahagia bersama mas Ndien ?".
Andien mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
" Kalau mas ?".
" Kamulah bahagia mas Ndien ".
" Saat ada seseorang mendekati mas, mas sangat kecewa jika kamu bersikap biasa saja, se olah olah gak ada rasa pada mas."
" Jujur, itu kan hak mas juga."
" Apa kamu cemburu ?".
" Sangat, namun Andien bisa apa mas, kita sangat berbeda dalam usia, keyakinan, bukan hal mudah kan mas."
Dimas mengangguk.
" Ndien, kita menikah , apa mau ?.
" Kalau menurutmu menunda punya anak karena profesimu, gak masalah Ndien, mami juga bilang."
" Apa aku sangat egois mas ?"
" Mencapai tempat sekarang gak mudah, kamu perlu proses dan pengorbanan."
" Maafkan Andien mas, tetapi Andien masih punya tanggung jawab, masih ada kontrak pekerjaan."
Dimas memeluk Andien dengan erat. Kapanpun itu Ndien ,mas siap.
Andien menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dimas Sedangkan Dimas memeluk nya dengan erat.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Vote
Like
Koment
__ADS_1