Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Lirikannya


__ADS_3

" Apa kamu bersedia menjadi pacar aku Rat, aku serius, serius menjalani hubungan ,dan kapanpun kamu siap,aku akan melamar kamu".


Ratna menutup mulutnya, dia tidak percaya di ambang keputus asaan nya ,ada pria brondong menyukainya.


" Kamu gak main main kan Bambang ?".


" Ini tabunganku, semua ATM aku, aku serius."


Andien dan Ratna saling menatap.


" Kamu bisa jatuh miskin karena aku lohhh".


" Aku gak peduli Rat, aku percaya sama kamu, melihat kamu ,aku termotifasi, aku masih ingat, kamu pinjamin raket buat tanding, padahal raket aku rusak. Aku tahu Rat, aku menyukaimu dari sejak itu, hati kamu tulus ,jujur, dan kamu dewasa, aku suka cara kamu berteman,total."


" Cinta itu bisa datang se iring waktu, apalagi seperhatiannya Bambang, kamu melewatkan kesempatan ini mbak Ratna ?", tanya Andien.


" Bam, aku tua loh, aku pensiun, kamu maaih tanding, kamu nafkahi aku lohhh".


" Aku sudah siap, aku memilih kamu,sudah dengan pertimbangan, aku gigih menabung, aku hanya merasa ,aku perlu berjuang untuk kamu."


" Aku pamit ya mbak, beresi urusan mbak, aku mendukung pilihan mbak."


Andien pun permisi.


Dari kejahuan, Andien melihat, mbak Ratna mengangguk dan Bambang memluk Ratna dengan erat. Sweet banget easanya.Hati Andien sangat bahagia.


Hidup memang pilihan, semua berhak bahagia.


Andien kembali ke lapangan, melihat sang pelatih dengan wajah handsome dan memikat, sudah begitu dekat dengan nya .

__ADS_1


Andien pun melakukan pemanasan seperti biasa.Andien tersenyum melihat para atelit wanita berjejer melihat sang pelatih, sangat lucu.


" Barang antik memang di kelilingi, " ujar Andien pada Dikta ketika berpapasan.


Dikta pun ngakak tertawa.


" Kamu gak kepikat Ndien ?".


" Tidak sama sekali, dokter cintaku the best pokoke...," ujar Andien mengacungkan jempol.


" Ku tunggu undangan mu Ndien."


" Tunggu tanggal mainnya, " ujar Andien mengedipkan mata.


" Serius Ndien ?".


Andien memukul begitu banyak nya bola yang di lempatkan pelatih, bukan hal mudah, 3 kali lipat dari biasa Dimas lakukan, lelah pasti.Namun mau gimana lagi, keputusan sudah dipilih pelatihnya, karena Dimas tidak bisa intens lagi.Dimas di minta pemerintah buat bertugas di beberapa rumah sakit.Waktunya semakin terbatas, sebagai orang terdekat, Andien tidak mau ,Dimas terus terusan berkorban buatnya.Dimas juga butuh karir yang bagus bagaimanapun kelak Dimas kepala keluarga. Fungsinya sebagai kepala keluarga selalu yang utama.


Berat namun Andien harus membiasakan diri kembali dengan pelatih baru.


Andien dan Dikta saling bertarung di dalam pelatihan.Mereka sama sama pemain puteri tunggal. Dikta punya banyak kelebihan.Lwbih muda usia nya daripada Andien.


Mereka sering dilakukan pelatihan bareng, dan mereka sering bertanding bersama.


Andien dengan tekun menepis smash dari dikta, dan melakukan netting. Langkah Dikta pun terkecoh, satu point kembali buat Andien.


Mereka saling mengejar ngejar point, dan Andien memenangkan 2 set sekaligus.


Senyuman manis mengembang di wajah sang pelatih ,yaitu Doni Setiawan.

__ADS_1


" Kerja yang bagus, teknik yang baik, dan penempatan bola yang tepat Ndien."


Andien hanya mengangguk.


Mengambil botol air minum nya, meneguk air. Rasanya kehausannya pun terobati.


Andien melihat Doni memandang lama ke arah Andie . Andien mengerutkan dahi nya.


Andien membagi beberapa undangan buat teman teman nya.


" Kamu nikahan sama dokter cinta Ndien ?, " tanya temannya Chandra.


" Baca baik baik cok, kalau aku yang menikah, kalian wajib datang, ledek Andien.


Mereka pun cepat cepat membuka undangan Andien beri.


" Bang Ardi lohhh, ku pikir kamu di nikahi dokter Cinta Ndien " ujar Tere.


Andien hanya tersenyum.


🥰😍🤩🥰😍🤩🥲😍


Jagan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2