
Andien masih mengingat nasehat mamak dan bapaknya. Kesuksesan sampai kapanpun tiada berhenti, tetapi mendapatkan orang yang sehati belum tentu.
Mengandung dan memiliki anak terkandang membuat seorang perempuan merasa takut bakal kehilangan kariernya. Terlebih, bagi perempuan yang berprofesi sebagai atlet.
Menjalani proses kehamilan, melahirkan, hingga merawat bayi, praktis membuat seorang atlet perempuan harus meninggalkan segala aktivitasnya di lapangan olah raga.
Ketakutan serupa juga pernah membayangi petenis Belarus, Victoria Azarenka.
Petenis peraih dua gelar grand slam itu bahkan sempat merasa tidak bahagia saat mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.
Peluang untuk kehilangan kariernya sebagai petenis profesional menjadi hal paling ditakuti Azarenka saat itu.
Pikiran pertama saya adalah 'karier saya berakhir'. Saya tidak akan pernah bermain tenis lagi," ujar petenis 29 tahun itu menambahkan.
Hamil memang tidak ada dalam rencana hidup Azarenka untuk tahun 2016 lalu. Saat itu, dia sedang menduduki peringkat keenam dunia dan tengah berada di puncak performa. Azarenka berhasil menggenapi gelar WTA miliknya menjadi 20 trofi setelah menang di Brisbane, Indian Wells, dan Miami pada awal 2016.
Namun, kehamilan terpaksa membuat Azarenka mengakhiri musim lebih awal. Mantan petenis nomor satu dunia itu pun sempat dihinggapi rasa kecewa dan cemas akan masa depan kariernya.
__ADS_1
Kemudian, semua yang saya pikirkan adalah tentang apakah saya akan kembali (bermain tenis), dan kapan saya akan kembali," kata dia.
Saya merasa diberkahi (dengan kehamilan), tapi saya tetap ingin memiliki mimpi dan karier saya sendiri," imbuh Azarenka. "Saya tahu saya akan kembali, tapi yang pertama saya pikirkan adalah 'oh ya Tuhan, saya tidak akan pernah bermain tenis lagi'."
Meski sempat kaget dan mencemaskan kariernya, Azarenka kemudian bisa menerima kehamilannya dan bahagia menyambut kehadiran sang buah hati. Putra yang dinantikan Azarenka pun lahir pada Desember 2016. Enam bulan setelah sang putra, Leo, lahir, petenis yang kini menduduki peringkat ke-44 dunia itu pun kembali ke lapangan tenis.
Tak tanggung-tanggung, Azarenka langsung berhasil mencapai babak keempat di grand slam Wimbeldon 2017. Azarenka membuktikan bahwa mengandung dan memiliki seorang bayi tidak akan menghentikan karier seorang wanita atlet. "Saya yakin banyak wanita tidak akan bisa terhubung dengan saya, tapi saya merasa jauh lebih baik setelah melahirkan," ujar dia. "Saya merasa lebih kuat secara fisik, dan tubuh saya menjadi lebih baik. Saya merasa tubuh saya akhirnya menjadi matang untuk menjadi seorang wanita, itulah artikel yang pernah Andien baca.
Sebelum putra saya lahir, tenis adalah hidup saya. Namun, saya tidak mencintainya (tenis) sebesar dulu, tapi itu tidak masalah, karena saya ingin bersama anak saya di setiap menit dalam hidup saya. Namun, tenis adalah pekerjaan saya," ungkap Azarenka dalam artikel tersebut, cukup mengharukan.
Mantan pebulutangkis sekaligus musuh bebuyutan Greysia/Apriyani asal Jepang, Ayaka Takahashi, unggah tampilan baru saat mesra bareng suami pasca melahirkan.
Kelahiran sang anak pertamanya tersebut, membuat kehidupan rumah tangga sejoli asal Jepang, Ayaka Takahashi dan Yuki Kaneko, kian lengkap.
Hal itu sebagaimana pernah diungkapkan Ayaka Takashi melalui instagram pribadinya.
Usai melahirkan seorang putri, Ayaka Takahashi juga mengaku sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu. Kabar bahagia itu, langsung banjir komentar para penggemar bulutangkis.
__ADS_1
Usai genap 3 bulan usai postingan kelahiran bayinya, Ayaka Takahashi kembali menyapa penggemar dengan postingan momen mesranya dengan sang suami, Yuki Kaneko.
Andien berusaha tetap bertahan, menjadi atelit di posisi saat ini bukanlah hal mudah.
Literatur bacaannya ,setidaknya membuat nya lebih banyak masukan.
Cita-cita menjadi seorang atlet di Indonesia masih jarang terdengar melalui jawaban anak-anak ketika mereka ditanya apa cita-citamu? Karena jaminan untuk masa depan memang masih belum bisa dijadikan tumpuan hidup. Meskipun ada yang sukses menjadi atlet profesional bahkan setelah pensiun mempunyai kehidupan yang mapan tetapi tidak banyak. Yang bisa menjadi contoh suksesnya seorang atlet di Indonesia yang kemudian bisa hidup layak yaitu kebanyakan dari cabang badminton (bulutangkis).
☂️☀️☔🌤🌨🌤☔☀️☂️
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment