Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Merindu


__ADS_3

Semoga hujan cepat reda, entah di kota atau di mataku.


Dulu memikirkan mu adalah kebahagian sederhana ku,namun sekarang memikirkanmu dan mengingat mu adalah luka yang ku buat sendiri,karna kamu sudah tidak bersama ku.


Kadang menyayangi seseorang yang menyayangimu itu jauh lebih berharga daripada menyayangi seseorang yang kamu suka.


Semua ada waktunya sendiri sendiri, termasuk kapan bahagia itu akan datang, jika bukan saat ini, mungkin nanti , entah dengan siapapun.


Kalaupun aku terbunuh, apakah rindu ini bisa hilang?


Kalau kita memang untuk kita, kita akan kembali pada kita.Bertapapun sulitnya itu.


Setidaknya kamu mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis


Setidaknya kamu mengingat susahnya usaha dan mudahnya menyerah.


Cowo di dunia ini banyak lohh,tapi ko masih aja ngarepin si dia🀦


" Andien kenapa hanya diam nak? bahkan Edward tadi pamit pulang , kamu seperti datar nak?".


" Apa memikirkan Dimas ? kamu dan Dimas kenapa aja , mamak gak ngerti kalian nak."


" Andien gak apa apa mak."


" Kamu lebih pemikir dari dua saudaramu , besok final, kamu fokus nak ."


" Iya mak, Andien gak apa apa ,pengen sendiri aja."


" Kamu kebiasaan nahan sendiri dalam hatimu nak, apa yang kamu inginkan, mencari jati dirimu, kamu seperti orang kelimpungan ."


" Mamak ledekin Andien yahhh?".


Andien memeluk sang emak.


" Kamu makan lah nak, udah sore, dari siang tanding, sampai nih malam, belum makan, tenaga kamu biar pulih. Pejamkan mata, istirahat. "


Andien mengangguk.


Andien perlahan menonton film disney, dan memakan makanan yang baru mamaknya dapatkan dari hotel.

__ADS_1


" Kamu seperti awan Ndien, sebentar mendung, sebentar cerah."


" Dan mamak mataharinya kan."


Sang mamak tertawa.


" Edward serius sama kamu ya nak, keliatan dia sabar banget ngadaoin kamu yang oleng sana oleng sini."


" Kamu kekeh jahui Dimas, dekat dengan Edward .Jangan berdiri di dua perahu nak, kamu bisa tenggelam."


Andien menunduk.


" Sudahlah nak, fokus aja sama sekolah dan badminton, jangan mijir berat, jalani aja, semua sudah ada jalannya."


" Ya mak."


Andien memutar beberapa lagu, mendengatkannya dengan earphone nya.Sesusah apapun dirinya tetap bisa tidur, Andien tidur pulas, setelah lelah bertanding 3 set.


Ketika pagi datang, Andien sudah kembali seperti biasanya , ketika hendak membuka pintu, Edward sudah di depan pintunya.


" Kita joging Ndien?".


Andien mengangguk.


" Ya nak, hati hati."


" Eh nak Edward ".


" Ya Bu....".


" Hati hati yah nak, titip Andien."


" Beres bu."


Andien pun melangkah melambai tangannya pada sang mamak.


Andien mendengarkan musik, sambil berlari. Sesekali Edward memfoto Andien.


" Mas seperti paparazi dehhh".

__ADS_1


" Tepatnya seperti manager deh Ndien,hahahaha".


" Mas orangnya supel, Andien bad mood, mas bisa nerima, trus biasa aja. "


" Mas pernah ikuti banyak kegiatan dan pendidikan psikologi. Mas tahu kamu lagi mencari jati diri, kamu belum dewasa sepenuhnya Ndien, cover dewasa ,namun pemikiran belum sempurna."


" Proses kan mas".


" Tepat Ndien."


" Udaranya sejuk , pemandangan indah, di temani cewek cakep, aduhhh nikmat gimana lagi mau di duakan Ndien, " ujar Edward.


" Dokter nih, dokter paling ulung ,menghiburnya, dokter paling care, dokter paling bisa buat mood come back."


" Mas juga dulu kayak kamu, banyak jalan berliku liku, banyak kebimbangan, mas jalani aja, semua berhasil di lalui."


" Nikmati perjuangannya, apa begitu mas ".


" Tepat Ndien."


Edward memberikan air minum pada Andien.


" Mas pernah pacaran ?".


" Mas susah jatuh cinta, begitu suka ,sreg, kayaknya susah dapatin gadis pujaan hati, " ujar Edward .


Edward tersenyum memandang gadis manis, berkulit putih, di hadapannya.


Apapun keputusan sang gadis , dia menerimanya. Berdekatan saja , sudah membuat dirinya sangat bahagia.


πŸ₯°πŸ˜πŸ₯°πŸ˜πŸ₯²πŸ˜πŸ₯°


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2