Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Kemenangan 2


__ADS_3

Sedari siang, Nadien melakukan pertandingan, dan hari ini kembali mengukir prestasi,Andien kembali menjuarai tunggal puteri, dan masuk ke babak selanjutnya.


Pelukan sang abang dan kakak begitu berarti buatnya.


" Kak Ester kapan datang?".


" Kakak tadi ijin cepat pulang dek, mau lihat adik kesayangan kakak tanding".


" Makasih sudah support Andien kak."


" Kembali kasih sayang...", Ester kembali memeluk sang Adik.


" Bau keringat kak", ujar Andien.


" Keringat kemenangan wangi dek,"ujar Ester ngakak.


" Benar ,benar...,sama abang gak di bilang makasih udah nonton? " tanya Ardi sambil tertawa.


" Makasih abangku, abangku baek, abangku yang selalu ada dalam masa perjuangab, abang yang teriakannya paling kencang ,nyemangati adeknya tanding, untung adeknya gak pingsan dengar teriakan sang abang, hehehehe...," ujar Andien.


Ardi ,Ester dan Andien pun ngakak ber 3.


" Besok ada tanding lagi dek?".


" Ya kak, kalau menang, besoknya lagi baru final, terpilih akan di berangkatkan ke Surabaya tanding kak".


" Benar benar di gempur stamina ya dek.Siapa yang gak kuat,kalah lah yah.Soalnya gak ada jedah kan, terus tanding".


" Pastilah kak, soalnya kalau turnamen kan gak ada kelang kelang gitu, jadi yang terpilih, stamina wajib kuat,skill ada, lain lagi tehnik nguasai lapangan,kompleks kak,apalagi pemain tunggal, gak kayak ganda , lebih extra kan ,nguasai lapangan," ujar Andien.


" Pastilah dek."


" Gih bersih bersih dek, biar kita pulang, biar gak kemalaman, " ujar Ardi.

__ADS_1


" Abang traktir bakso ya".


" Jangan, makanan adek harus bersih,mau tanding lagi", ujar Ester.


" Adek perut tong sampah kak, makan apa aja kebal," ujar Andien ngakak.


" Pengen banget di traktir yahhh, ledek Ardi."


" Ya iyalah, di traktir abang tersayang".


" Andien bersih bersih ya kak".


Andien pun melangkah ke bagian suatu ruangan, beberapa atelit menyalami Andien, beberapa pelatih juga beberapa atelit cowok minta foto bareng Andien.Andien menyanggupi nya.Mana mungkin gak ramah, mereka sudah di ajari buat ramah pada siapapun,termasuk penggemar .


Andien bergegas mandi dan berganti pakaian, kemudian memakai sepatu pemberian sang tante yang memberikan reket padanya.


" Menang besok, hadiahnya ,raketnya bakalan di sponsori 1 tahunan.Lumayan kan, bisa gonta ganti reket, " ujar seorang atelit.


" Sulit dapat 3 besar.Saingan banyak.Atelit berbakat juga.Cewek yang putih ,tinggi itu, mainnya gesit, kuasai lapangan, dan tehniknya mantap banget,padahal pemain baru, baru kali ini ada pelatihnya, dan lihatlah, tunggal puteri bergairah sejak dia ada, semua termotifasi memperbaiki kemampuan,"ujar Andien.


Ada perasaan senang bercampur haru.


" Ndien jangan gedek kepala, jangan gedek rasa,bejuang,semangat ,ilmu padi, kian berisi kian merunduk," ujar Andien dalam hatinya.


Andien melangkahkan kaki ,sampai seseorang menyalaminya.Seorang pemain tunggal putera ,bernama Ryo Utama.


Sosok yang banyak di kagumi pemain ,sosok yang mempesoana siapapun.


" Kamu Andien kan?".


Andien mengangguk. Banyak mata memandang ke mereka.


" Kenalkan , saya Ryo." Ryo mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Andien menerima jabatan tangan itu.


" Kamu sangat memesona di lapangan,bermain dan gaya permainan kamu semakin gesit dan maju, "ujar Ryo.


Andien hanya bisa bengong mendengar pujian dari seorang yang terkenal pendiam.


" Kok bengong Ndien?".


" Ahhhh...nggak.Saya bermain masih banyak kekurangan",ujar Andien.


" Semoga besok menang ya Ndien, ke final,kita berangkat bareng ke Surabaya."


Andien mengangguk dan tersenyum.


Beberapa saat kemudian, banyak atelit wanita mendekati Ryo, Andien pun perlahan meninggalkan tempat itu.


" Ciyeeee...di dekati atelit ganteng nihhh yeee," ujar Ester.


" Ihhh kakak".


" Tampan, banyak fans nya lo dek".


" Kakak mulai dehhhh".


Ester tertawa ngakak.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


vote

__ADS_1


koment


__ADS_2