Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Buah Kemenangan


__ADS_3

" Itu anak saya bu, " ujar bu Bidan.


" Dokter ya bu?".


" Iya , bener bu,l agi pendidikan spesialis, bentar lagi selesai."


" Keliatan banget ,sayang sama pemain yang ibu bilang anak angkat.Ih.... pemain ini cakep lo bu, apa gak mau jadi mantu bu, keliatan nya baik, sopan, liat cedera aja bisa senyum , keliatan juga anak ibu suka sama pemain Andien ini bu."


" Kita orangtua bu, anak anak aja memilih pasangan hidupnya, saya sebagai orangtuanya, menyerahkan pada mereka ,saya sayang sama anak saya,sayang juga sama anak angkat saya.Dari kecil saya jagain dia, mama nya sibuk bekerja, buat ekonomi keluarga, Andien ini juga baik, pintar dari kecil. Awalnya saya ingin dia jadi dokter,nilai sekolahnya tinggi, masuk sekolah percepatan, dapat beasiswa lagi, namun dia suka badminton, jadi saya hanya mendukung, menemani ".


" Atelit sekarang udah lebih di perhatiin pemerintah bu, hadiah dari sponsor lumayan juga. Turnamen ini, menang akan ke Singapura bu, dapat uang juka kan entah berapa puluh juta."


" Oh ya bu? saya gak tahu hadiahnya apa,hanya support anak angkat saya ".


" Dah hebat kali anak angkat ibu ini, liat pemain cowok badminton dah liatin dengan penuh rasa tertarik , cowok cowok sekarang,udah pada tahu, mangsanya mana yang cakep, pintar, high quality," ujar sang penonton.


" Putih anak angkat ibu ya,ke bule bule an."


" Iya,kakek mereka gitu, ada keturunan Belanda.Tapi siapa yang tahu nasib, merwka bukan keluarga berduit, tetapi jujur, baik, sama tetangga ringan tangan bantu, semua sayang sama mereka."


" Iya bu, dapat tetangga baik, jarang jaman sekarang."

__ADS_1


" Mana ada iri irian, suami saya aja mau betulin apaoun, mau bapaknya Andien bantu,makanya kami dah dekat banget bu."


Andien kembali bertarung, kejar mengejar skor kembali terjadi.Wajah sang lawan kembali mengetat,tanda dia sedang dalam posisi tidam baik.Skor Andien kembali menoroh rasa takjub, smash Andien susah dia kembalikan.Namun smash nya sangat mudah Andien kembalikan.


Sang pemain meminta waktu melap keringat, mengambil nafas dan berusaha konsentrasi.


Andien kembali mendapatkan point, dan kembali sang pemain terjatuh berusaha memulangkan bola raket.Deru teriakan menyemangati Andien dan sang pemain semakin menggema.


Andien meminta wasit buat menukar raketnya, akibat menahan pukulan, jaring raket Andien putus.


Andien mengambil raket serapnya, kembali melakukan perlawanan.Dan kembali sang pemain lawan terjatuh.Beberapa kali mengalami break.Sampai akhirnya Andien memenangkan permainan di babak ke 3 dengan skor 21- 17.


Andien berlutut membuat tanda salib lalu memeluk sang ibu bisan di pinggir lapangan.Dimas juga sangat bahagia menepuk bahu Andien.


Andien menghapus air matanya.


" Jangan mewek Ndien, " ujar Dimas.


" Akhirnya , niat beli kereta bapak terwujud, tahu gak mas , kebayang kereta baru, bapak senang,kerja gak susah benerin kereta butut nya."


" Kamu anak berbakti Ndien, " ujar sang ibu bidan.

__ADS_1


" Bapak dan emak segalanya bu, mereka banyak berkorban buat membesarkan kami".


" Ya nak, itulah orangtua, biar buatnya yang jelek ,asal buat anaknya yang terbaik, biar dia kelaparan, asal anaknya gak kelaparan."


Sang pelatih Andien sangat bahagia.Bolak balik menepuk pundak Andien.


" Ke Singapura kamu Ndien, ke Singapura."


Andien mengangguk.


" Kamu hebat Ndien, bisa kalahkan banteng nya club jarum ," ujar Bambang mengedipkan mata pada Andien.


" Slamat ya Ndien, ujar beberapanpemain dari satu club Andien."


Andien tersenyum dan menerima uluran tangan mereka menyalaminya. Beberapa kali Andien di minta foto bersama mereka.


🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2