Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Dinding Pembatas


__ADS_3

" Kamu menjahui Dimas karena dia dekat sama beberapa wanita? kamu salah nak, itu semua wanita yang mendekati mas mu, kamu gak tahu, mas mu uring uringan karena kamu mendiaminya."


" Ibu ngarang dehhhh".


" Beneran nak, sampai ibu pun kamu jahui, tega banget kamu nak, ibu sampai rindu bangwt sama kamu."


" Andien sibuk bu".


" Alasanmu aja kan sayang, hayo jangan boongan lagi".


Andien menutup wajahnya.


" Kamu dengar apa dari orang tentang mas mu Andien ?".


" Beberapa hal, teman mas Ardi ada berfoto dengan mas Dimas, menurut teman mas Ardi mereka dekat, pacaran, dan sudah serius.Mas Ardi cerita gitu sih bu."


" Jadi kamu lebih percaya wanita jadi jadian itu dari pada mas Dimas mu sendiri?".


" Andien masih SMA bu, gak mikir banyak , menjalani kegiatan, menjauh yah normal bu, gak mau di salahkan juga. Ribet kan bu.Mas Dimas pun dekat sama Andien, Andien gak mau di datangi wanita gara gara mas Dimas bu".


Bu bidan mengangguk , mengerti apa yang Andien katakan.


" Kamu harusnya percaya mas mu, apa memang begitu dia?".


" Ketemu di mall juga sama wanita bu."


" Kan bisa jadi temannya."


" Dekat dekat gitu, keliatan bu seperti pacaran."


" Bisa jadi kan nak, kecentilan wanitanya mendekati mas mu, seperti wanita jadi jadian yang datang ke rumah dulu ".


Andien menunduk dan diam.


" Mas mu wisuda, tepatnya setelah kamu selesai bertanding, besoknya dia wisuda. Ibu berharap kamu datang nak, ibu akan jemput kamu, kami mengharapkan kamu hadir."


Andien hanya menunduk.


" Ibu tahu, kamu mulai beranjak menuju kedewasaan, banyak berpikir, banyak punya teman, dan ibu tidak pernah memaksakan kamu dan Dimas seperti apa. Kalian punya hak masing masing, tetapi menjahui ibu, ibu sangat sakit dan bersedih hati, karena kamu sangat dekat dengan ibu, sedari kecil, kita jalan bersama,makan bersama, tidur bersama. "


Andien memeluk sang bu bidan.

__ADS_1


" Maafkan Andien bu".


Bu bidan menepuk nepuk pundak Andien dengan lembut.


" Kamu jahui ibu beberapa minggu aja,ibu sering menangis, rindu sama kamu, nunggu kamu keluar rumah, gak pernah ibu lihat, pagi pagi , ibu bangun nunggu di teras , kamu hanya ibu lihat memakai pakaian seragam pergi sekolah buru buru langsung keluar, langsung berangkat, wajah tertutup helm."


" Ceritanya ibu ngambek nihhh, gak bisa liatin wajah Andien? hayo ngaku bu".


" Iyalah, ibu ngambek, besok ibu jemput di sekolah ya".


" Kita mau kemana bu?".


" Ibu mau jait pakaian ,hadiri wisuda mas mu, mas mu juga mau di jahitin jas nya, dia kurusan akhir akhir ini kecapekan, gak teratur makan ,lain kamu hindari, komplitlah."


Dari balik pagar, Dimas keluar.


" Ada yang nguping rupanya Ndien, nyari kesempatan juga, udah merana banget, bolak balik nyari kamu , gak ada di rumah."


" Iya bu, Andien banyak tugas dan baru selesai ujian."


" Tuh ada yang nunggu giliran, kamu hati hati, sangkin rindunya ,nanti kamu dia terkam."


Andien tertawa.


" Kamu kenal Edward dari mana Ndien?".


" Mau tahu ...atau mau tahu banget?", tanya Andien menaik turunkan alisnya.


" Mau tahu banget, " ujar Dimas.


" Adiknya mas Edward ,satu kelas dengan Andien. Mas Edward udah lama mengenal Andien, waktu nganterin catering pesanan keluarga mereka mas".


" Kamu suka sama Edward?".


" Suka."


" Serius?".


" Serius nya gimana maksudnya mas?".


" Mau pacaran dengannya?".

__ADS_1


" Belum kepikiran."


" Baguss....,ujar Dimas tersenyum bahagia."


Andien sampai bengong melihat reaksi Dimas.


" Jadilah pacarnya mas, apa kamu gak tertarik? gak suka , gak merindukan mas?".


Andien menunduk. Kalau mau jujur, Andien sampai menangis menahan rindu, menjahui Dimas.


" Wanita kantoran, yang dekat sama mas, apa pacar mas? ".


" Yang mana Ndien?".


" Ini fotonya dari mas Ardi,satu kantor dengan mas Ardi,ngaku berpacaran dengan mas."


" Kamu percaya sama bualannya Ndien?".


" Mana Andien tahu".


" Kamu cemburu".


" Mas Dimas dan Andien beda keyakinan, gak bisa hanya dengan kata di jalani aja bu, Andien banyak berpikir, mas Dimas anak satu satunya, Andien juga gak bisa melepaskan keyakinan Andien. Jika di jalani juga gak akan ada habisnya dan ujungnya juga ambyar kemana mana."


" Menikah beda agama kenapa gak Ndien?".


" Untuk menuju itu semua gak mudah ,dan baiknya kita adik kakak aja mas".


" Sesuka apapun pada seseorang, se cinta apapun ,banyak hal Andien pikirkan."


Dimas mengusap wajahnya.


Hubungan mereka selalu istirahat di tempat, hubungan yang ada garis pembatas.


😔😔😔😔😔😔😔


Jangan Lupa


Like


vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2