Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Surabaya


__ADS_3

Andien dengan doa dari kedua orangtuanya , sang abang Ardi dan sang kakak Ester, mereka mengantarkan keberangkatan Andien dan bu bidan. Andien juga di dampingi pelatih. hatih sang mamak lebih tenang, Andien di jagain bu bidan, bagaimana pun bu bidan sejak kecil sangat menyayangi putrinya.


" Ndien, kata pelatih, ibu boleh di ijinkan mendampingi kamu di hotel, apa kamu gak risih nak?".


" Enggaklah bu, malah Andien bersyukur. ada yang nemani di dalam kamar. Andien juga masih sekolah, gak paham niat jahat orang lain, memang ada mamak sama balak beritahukan berbagai nasehat dan jika orang niatnya jahat kita harus waspada, tetapi jika ibu ada,Andien kan lebih bisa terjaga, tapi si mas gimana dong bu, apa gak komplain, ibu ke Surabaya gak nginap di rumah , dan malah nemani Andien?".


" Mas mu gak komplain nak, dia malahan was was kamu tuh masih SMA, rawan kan. Harus ada pengawasan orang dewasa. Mana mungkin pelatih 24 jam ngurus kamu nak."


" Benar bu, itulah kata mamak dan bapak semalam di rumah, karena ibu ikut, mamak lega .Bang Ardi gak boleh cuti lagi bu, soalnya ada temannya cuti juga,bang Ardi juga udah beberapa kali ambil cuti, nemani Andien tanding. Andien juga tahu,uang nya si abang buat makan, ongkos pasti berat bu. Juga mamak dan bapak, uangnya mau persiapan kak Ester menikah, kan mau di lamar akhir bulan inj bu, di undur ,kian di awal atau pertengahan, rupanya rumah calon suaminya belum rampung bu."


" Iyalah nak, ibu juga senang bisa nemani Andien . Kamu itu dari lahir udah sama ibu. Banyak kan anak saudara dekat ,mau nitipin anak ke ibu, namun kamu beda nak. Kamu udah ngambil hati ibu, sejak lahir kamu itu cantik, mirip bule, lain lagi kamu buat suasana di rumah ibu hangat. Ibu beruntung mengenal kamu."


" Andien juga memeluk ibu jika sedang sedih, ibu serasa punya anak perempuan."

__ADS_1


Bu bidan memeluk Andien dengan erat.


" Nak ,jalan sedikit dari hotel ini, ada es cream alpukat ,enak Ndien, 10 ribuan udah banyak, kamu kan suka es cream ,beres beres ,ibu bawa kesana ,mau Ndien?".


" Mau banget lah bu."


" Ibu pernah kesana ? makanya tahu jalan?".


" Dulu orangtua hidup, kan sering pindah tugas, ibu di Surabaya pernah, di Medan juga loh Ndien, teman teman ibu banyak orang Surabaya. Banyak yang minta di jodohin sama mas Dimas mu. Ibu sih hanya liat aja , mas mu dingin banget sama wanita,namun sama kamu hangat banget Ndien .Kalau kamu ke mas mu gimana nak?".


" Andien masih sekolah bu, lagian kami beda agama. Apa ibu mau punya mantu beda agama? Andien kan gak bisa sembarangan pacaran bu , Andien pindah keyakinan juga gak bisa, soalnya Andien sejak daru kecil gereja ,mengimani apa yang Andien imani".


" Benar nak, hak dan identitas kita ada.Kamu tahu, ada family ibu, isterinya beragama A, suamibya B, di pujuk keluarga suami, setelah kelahiran anaknya, di dorong masuk agama keluarga mereka, eh si isteri gak bisa, dia sudah memasuki agama tersebut, tetapi bertentangan sama hati nuraninya, terakhir mereka pisah karena agama dan turut campur keluarga suami ."

__ADS_1


" Keyakinan gak bisa di paksakan ya kan nak, harus dari hati".


" Iya bu".


" Kalau ibu gak masalah, mau menikah di luar , juga gak masalah, ibu mau ,ibu punya anak satu, bahagia dianya nak, ibu menutup mata juga bahagia ".


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2