
Di sepanjang perjalanan, Andien tetap meringkuk, dan Dimas sangat mencemaskan sang isteri. Ada satu syok begitu memeriksa denyut nadi sang isteri dan bagian perut sang isteri, Dimas merasa dirinya sangat teledor ,sampai tidak memahami dan mencek kondisi sang isteri.
Dan Andien memandang begitu khawatirnya sang suami akan keadaanya.
" Sekarang aku benar benar mengerti, jika seseorang mencintaiku,aku tidak perlu mengemis memintanya buat bersyukur, tidak perlu memaksakan untuk menghargai diriku, karena dia melakukan itu dengan sendirinya,jika dia sadar, bahwa aku berharga dalam hidupnya."
Di sepanjang perjalanan, Dimas selalu menggenggam erat tangan Andien, hingga mereka sampai ke rumah sakit dimana Dimas bertugas.Dimas dengan sigap membuka pintu mobil ,langsung menggendong Andien dengan sangat hati hati, menyempatkan diri di sepanjang perjalanan menuju UGD mengecup puncak kepala Andien.
Para suster terkejut melihat sosok Dimas ,sang dokter senior yang cool ,baik, tegas dan loyalitasnya tinggi.
" Sus, tolong di cek, dokter Dhea bertugas kan ?".
" Ya dok, dokter Dhea lagi visit pasien."
" Tolong kontak dokter Dhea. Segera ke UGD, urgent, note dokter Dimas ,bilang gitu ya Sus."
" Baik dok."
Andien pun di baringkan di brankar UGD.
" Yaaang, jaketnya di buka ya."
__ADS_1
Andien mengangguk dan Dimas membantu jaket di buka.Dimas juga membantu Andien membuka sepatunya.Andien kemudian meringis lagi, dan memeluk erat lengan Dimas dengan sekuat tenaga.
Dimas melihat begitu kesakitannya Andien, mengusap wajah Andien dengan tisu.Dan tidak lama kemudian langkah dokter Dhea pun menghampiri Dimas.
"Dokter Dimas......."
" Dokter Dhea, tolong saya mencek isteri saya sepertinya mengalami kontraksi hebat, dari analisis saya mengecek denyut nadi dan bagian perut isteri saya, sepertinya isteri saya sedang mengandung, tolong USG, dan lakukan pengecekan."
" Kamu tidak tahu isterimu mengandung Dim ?".
" Tidak dok, malah isteri saya barusan naik pesawat bolak balik Jakarta - Bali bertanding, di bandara tadi saya melihat isteri saya sangat pucat, wajahnya berkeringat, dan saya menyadari ada yang gak beres dan benar dok, dia selalu meringis pada bagian perutnya."
" Baik, saya akan mencek."
" Sudah dok ".
" Dokter Dimas sudah membuat list apa aja yang di cek."
" Baiklah, Dokter Dimas sudah biasa nanganinpasien UGD. Dia udah paham ngecek apa aja, dan suster bawa alat USG 4 Dimensi kemari yah, kita akan lihat, ada baby junior kayaknya seperti itu."
Sang suster mengangguk, bergegas mengambil alat USG .
__ADS_1
Sang suster membalur jel di perut Andien.
Dokter Dhea pun mengarahkan alat ke sekeliling perut Andien.
" Benar Dim, nih ada dua biji kacang hijau, sepertinya isterimu hamil kembar, usia kandungan 4 minggu, pantas sih mengalami kontraksi hebat, pertandingan tadi saya menontonmu Ndien, smash kamu bertenaga ,penuh power,drop shot kamu tajam seperti biasa, tidak berdarah, kamu butuh bed rest, saya akan suntik penguat kandungan, kamu saya resepkan asam folat, vitamin buat pertumbuhan janin, juga buat tambah darah."
" Sa...saya mengandung dok ?", tanya Andien.
" Benar Ndien, malah double lohhh, kembar, kamu lihat ini, ada 2 kantung, dan saya paling senang bayi kembar, rasanya magic.Kamu sangat terberkati, mama muda, bisa dapat double."
" Apa kamu senang Ndien?, atau kamu kepikiran gantungkan raket buat sementara?".
" Ti...tidak dok, saya sangat bahagia dok, saya bahagia banget, ini penantian keluarga saya, suami saya, "ujar Andien melirik sang suami yang tetap menggenggam tangan Andien, dan mencemaskan sang isteri.
🥰😍🤩🥰😍🤩😍🤩
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment