Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Tatapan Tanpa Kata


__ADS_3

Andien melihat sosok Dimas agak kurusan.Entah karena tugas akhir atau karena apakah faktor lain, entahlah.


Andien lebih banyak diam, sedangkan Dkmas sangat bahagia, akhirnya gadis pujaannya datang dan berfoto wisuda dengannya.Dengan bantuan sang mama , wisudanya menjadi sempurna, mendapatkan gelar spesialis.


" Minum Ndien", ujar Dimas.


Dimas mengulurkan aqua pada Andien.


" Makasih mas ".


Beberapa kali pengarah gaya mengarahkan mereka berpose, sungguh Dimas sangat gagah memakai toga dan sertivikat cum laude nya. Ada satu kebahagiaan dan kebanggaan orang yang dia sayangi , mendapatkan apa yang dia cita citakan. Andien sangat bahagia melihat kesuksesan Dimas. Pria yang sederhana pembawaanya. baik, pelucu, pria yang sering iseng padanya. Pria yang dekat dengannya sedari kecil.


" Dimas akan bertugas di Solo nak, pindah dari Surabaya. Dimas mau pindah disini,tetapi rumah sakit di Solo yang menerimanya. mereka juga memberi Dimas fasilitas buat ke luar negeri seminar ataupun menimba ilmu,makanya mas mu memutuskan nerima di Solo, " ujar bu Bidan.


" Iyalah bu, yang mana yang menguntungkan dan yang terbaik yang di pilih, mumpung ada tawaran, kesempatan dan kemampuan, " ujar Andien.


" Mas mu bakalan sibuk Ndien meniti karir, yah ibu bakalan bolak balik Solo, kalau ibu ke Solo kamu ikutan sesekali ya nak, pas libur ,kita main main, jalan di Solo, disana rumah Eyang gendut ,masih ingat kan nak ? Dimas tinggal dekat dari rumah eyang, mas Dimasmu beli rumah disana. "


Andien tidak menjawab apa apa , hanya tersenyum.


Dimas tanpa setahu Andien, meminta koreografer mengarahkan fotonya ber dua dengan Andien. Dimas tersenyum lebar saat mereka berfoto.Sedangkan Andien expresinya bercampur aduk.

__ADS_1


" Ihhh foto kalian berdua bagus loh nak, " ujar bu bidan melihat hasil yang di tujukan fotografer secara keseluruhan.


Andien meng iyakan, memang dalam balutan kebaya bermode, dan dengan jas nya, mereka tidak nampak berjarak umur 8tahun, Dimas memang berwajah awet muda.


" Aduhhh cakep banget nak, kalian cocok dehh, udah cepat cepat tamatan nak, biar bapak lamar," ledek papi Dimas.


Andien hanya tersenyum, sedangkan tatapan Dimas tidak lepas dengannya.


Mereka memilih foto buat di pajang dalam album.Ibu Dimas juga memberikan beberapa album ukuran sedang, foro mereka dengan Andien dan Dimas.


" Selesainya 2 mingguan lagi ya bu, ujar sang fotografer."


" Ya pak, makasih," ujar papi dimas.


Andien tertawa.


" Makanya gak minat jadi model pak, bisa di kampak mamak sama bapak, apalagi kalau model kan pakaiannya banyakan terbuka, gawat sama mereka , " ujar Andien.


" Mas mu kurusan kan Ndien, sudah sibuk , dianya gak seleraan makan, pengen makan masakan mamak , mamak dari semalam datang bawa makanan, terus mas mu juga di suruh ke rumah sama mamak."


Andien hanya tersenyum.

__ADS_1


" Jaga kesehatan mas, kan mas dokter, apalagi maag nya mas kan ada."


" Maag dari pikiran nak, pikiran mas mu campur aduk," ujar papi Dimas menepuk pundak sang anak.


Bu bidan menepuk nepuk tangan Andien.


" Gimana sekomahnya Ndien?".


" Seperti biasa bu, Andien akan berangkat 3 hari lagi ke Singapura, sama emak, soalnya mau tanding disana."


" Ya nak, maaf ibu gak bisa hadir, ketepatan mas mu juga wisuda.Andai kamu bisa hadir nak, ibu dan mas mu bahagia, namun mas mu dan ibu juga maklum, kamu lagi bertanding, semangat ya sayaaang, ibu doakan kamu mendapat yang terbaik, dan melakukan yang terbaik ".


Andien mengangguk.Memeluk bu bidan.


Mereka pun singgah makan es cream kesukaan Andien dan Dimas.


🥰😋🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2