Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Kalah Saing


__ADS_3

Andien sengaja menyuruh Dimas menjemputnya. Sudah pasti Andien sangat bahagia melihat sang kekasih.Cara terbaik menolak perasaan orang lain, menjaga jarak dan tidak memberi kesempatan sekecil apapun.Berusaha bersikap profesional, kerja tidak melibatkan perasaan.


Andien perlahan berjalan di sisi Dimas. Dimas merasakan, Andien tidak biasanya seperti itu.


" Ada sesuatu yang adek pikirkan ?".


" Gak sih mas, hanya jika kita diliatin seseorang, terus menerus,risih juga ya mas."


" Siapa yang liatin adek ? bukankah penggemar adek banyak ?".


" Kalau penggemar kan ketemu sesekali mas, kalau yang rutin ketemu, ahhhh entahlah mas, takut dikatakan ke GR ran."


" Feeling seseorang , ada di berikan Tuhan Ndien, sebagai karunia. Jadi respect aja , begitu ada seseorang suka dengan kita ,kita pasti tahu."


" Kamu nyuruh mas jemput, apa ada yang mendekatimu sayaaang ?".


" Andien hanya mau mempertegas ke orang orang, Andien pacarnya mas, tunangan nya mas. Memang sih bagi pria, ada istilah , sebelum janur kuning melambai, semua sah sah aja mengejar seseorang, namun Andien juga ingin menegaskan, Andien sudah ada yang punya, dan Andien setia dengan komitmen yang sudah kita buat, terima atau tidak terima, urusan mereka. "


" Apa kamu takut berpaling dari mas dan gak setia Ndien ?".


" Gak mas, Andien bukan tipikal gampang dan mudah menerima seseorang.Asal mas juga gak macam macam, cukup 1 macam."


Dimas tersenyum.


" Kamu tahu sendiri mas mu gimana sayang, dari map, dari handphone, mas gak pernah menduakan kamu, bagi mas,bisa berpacaran sama kamu, adalah perjuangan panjang."


Dimas memeluk Andien dengan erat dan mengecup kening Andien.


" Bang Ardi , suruh kita makan malam di rumahnya mas."


" BBQ an, kan hari ini mbak Rere ultah , begitu pesan memo nya Ndien."


" Yah mas, kita bawa apa ?".

__ADS_1


" Beli tanaman aja Ndien, mbak Rere kan suka tanaman gitu."


" Benar mas."


Dimas pun melajukan kendaraannya ,menuju sebuah toko tanaman.


Dimas tersenyum melihat Andien sangat bahagia. Memandangi berbagai tanaman hijau.Bahkan Andien mulai memilih beberapa yang dia suka.


" Mau beli kado neng, atau nyambil ,hehehehe," ledek Dimas.


" Nyambil dong .....mas, surga nya tanaman ".


" Buat di rumah aja ya yaaang, kalau nikah, mas gak kuat mikul tanaman kamu di lantai 4 rumah mu."


Andien pun ngakak.


" Mikul ke mobil aja , ampun ampun."


" Ihhh udah keliatan banget tua nya mas, bentar lagi pakai tongkat" ledek Andien ngakak.


" Beneran mau urus krucil kelak ?".


" Mau pakai banget, mas kalau lihat anak teman, gemes banget."


" Kalau kita gak punya keturunan gimana mas ?".


" Kita angkat anak yaaang, apapun itu semua rejeki dari Tuhan."


Andien memilih beberapa tanaman, dan menyuruh yang punya tanam membungkus tanaman buat mbak Rere.


Andien sangat bahagia.


" Mas aja yang bayar ya dek."

__ADS_1


" Proyek mas cair, restoran mendapatkan laba lumayan."


" Mas apa bagi bonus pada karyawan ?".


" Tentu saja dek, bagaimana pun ,itu juga usaha dan kerja keras mereka."


Andien tersenyum mengelus pipi sang kekasih.


" Bijaksana banget pacar akyuuuu".


" Harusnya ginj dek; bilangnya.Bijaksana banget,tunangan aku...".


Andien dan Dimas tertawa.


Sesampai di rumah,Andien menukar pakaiannya, kemudian tersenyum melihat mamak dan bapaknya sudah berpakaian rapi.


" Rumah Ardi dekat, kenapa mobil masih di depan nak ?", tanya Ibu sama Dimas.


" Di dalamnya tanaman bu, nanti biar mas Ardi yang gotong ke rumahnya, " ujar Andien ngakak.


" Begini istilah nya Ndien, kalau mau kado, jemput sendiri, " ujar bu Bidan ngakak.


Andien pun tertawa dan bergelayut manja ke bu Bidan.


" Dimas kalah saing sama mami, kalau mami udah ada, tunangan pun lari ke orang ke 3, " ujar Dimas.


Semua nya pun tertawa.


❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


__ADS_2