
" Tertidur dan terbangun tak ada bedanya bagiku Ndien. Mimpiku buruk dan hidupku menghoror. Entah mana yang membuat air mata melebamkan mata, hilangnyaa. Tubuh mengigil dan hati tersengut-sengut. Aku merindukan kata katamu Ndien."
⠀
“Semua akan baik-baik saja, Sayang.” Suara kalemmu berembus halus di telinga. Kurasakan aliran hangat dari jari-jarimu yang menelusuri setiap inci kulit. Dimulai dari rambutmu yang sudah mulai memanjang, turun ke leher, punggung, dan berakhir dengan pelukan erat di pinggang. "
" Dan tahu kah kamu mas, di bawah selimut,
kamu remas erat kedua tanganku. Kupaksakan tertawa sambil menjawab pesimis, “Kamu memang pembohong yang terlalu buruk.”
⠀
: Kamu tertawa, beneran, lalu menjawab serius, “Aku memang buruk dalam berbohong tapi tetap yang terbaik dalam mencintaimu yaaang, jawab Dimas.
⠀
" Menggelikan tapi aku tak bisa ikut tertawa dan tetap merasa menderita. Sungguh malas menghadapi hari ini, " ujar Andien.
Kamu tahu ngak Ndien, aku merindukan kamu melambaikan tangan , Dan aku merindukan mengejar absensi pagi rumah sakit. Tubuhku meraih handphone yang memunculkan deretan panjang notifikasi darimu Ndien. Namamu yang pertama kusentuh. Tanpa ragu kuikuti tautan sebuah lagu yang kaukirim melalui layar chat. Belum separuh lagu diputar, aku sudah tertawa mengarungi tiap liriknya. Tawa kecil tapi seakan melunturkan lelah.Aku merindukan itu Bi."
__ADS_1
⠀
" Kakiku turun dari tempat tidur dan hatiku bertekad memulai hari., tidak lagi berbuat salah padamu Ndien."
" Setiap orang memiliki luka, sakit, dan resahnya sendiri-sendiri. Bahkan terkadang, ah bukan terkadang tapi seringnya demi menjaga perasaan orang-orang di sekitar, diri ini berusaha untuk baik-baik saja. Tertawa seakan dunia memberikan letupan kembang api di dada. Begitu panggung usai, topeng dilepas, barulah hati bertanya-tanya. Apakah ada seseorang di luar sana yang menyadari bahwa tawaku sudah menghilang dari mata? Tak ada kilau. Hanya tersisa segaris kepalsuan di bibir. Aku sangat terluka, jika kamu bukan bagian dari hidupku terlalu lama, aku tidak terluka sangat dalam."
" Dan pesan mami pagi tadi ketika menelepon Andien, jangan merasa hidupmu paling berat hanya karena sudah melewati masalah yang belum pernah dihadapi orang lain. Jangan menganggap hidupmu berat jika kurang diperhatikan. Jangan berpikir hidupmu adalah yang paling menderita karena setiap usia, setiap generasi, setiap kondisi, setiap situasi, setiap orang, setiap peran itu punya kesulitan dan masalahnya tersendiri. Please, respect each other’s way of life, mami dan papi bersamamu nak."
Kata kata ini begitu menyentuh bagi Andien.Andien tahu,
" Kamu merajuk lalu kamu diam. Aku tahu Ndien mamu merasa kesal dan kamu diam. Aku diam kamu juga diam, tapi aku suka.Kamu diam mengambek itu lebih menggemaskan karena itu berarti kamu ada. Ada rasa padaku,dan rasa di antara kita tidak akan pernah padam.
Jika aku bersenang-senang sendiri itu berarti kamu tidak ada dan rasanya menyedihkan Ndien."
" Merana, sengsara, gak enak banget berjauhan dengan mu Ndien. Bahkan mau me Wa gakntahu memulainya gimana, mau minta maaf kamu marah, mau nanyakan kabar kamu kamu tidak jawab."
" Setidaknya kamu ada Wa."
" Dan mengapa kamu juga gak Wa mas ? Atau telepon mas? Gak mau nemui mas ,ketika mas di pelatihan mu? Apa karena atlet China itu Ndien ".
__ADS_1
" Harusnya aku membalas apa yang kamu buat mas, apalagi memang kan sedari dulu pemain tunggal putera China menyukaiku, bahkan sampai sekarang, biar tahu mas, rasanya di duain itu gimana ,enak gak."
Dimas hanya memeluk tubuh Andien dengan erat. Mata mereka saling menatap.
" Kamu semakin jelek ,kurus ,hiyam ,gak terurus."
" Tanpa mu mas bukan siapa siapa Ndien. Mas gak akan mengulangi berbohong sama kamu. Buat aja map, buat 360 upload dari play store,jadi kita saling tahu,kita dimana ".
" Sebenarnya gak perlu gitu gituan mas, Insting wanita tajam, dan jika pria nya berbohong cepat atau lambat akan kebuka."
🥰😋🥲😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1
⠀
⠀