Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Bahagia Ardi


__ADS_3

Andien sangat bahagia, melihat sang abang begitu ganteng dalam balutan baju adat batak, putera satu satunya mamak dan bapaknya, abang yang begitu baik dan menyayangi adik adiknya.


Andien tersenyum melihat kebahagiaan sang abang.


" Bang...,bela durennya pelan pelan,jangan kalap ya bang, slowly ,okeyyyy."


" Adek gangguin aja yah, nanti tiba giliran adek, abang culik kamu dek,biar batal belah duren nya Dimas."


Andien ngakak.


" Bang, rumah abang kan udah rampung, adek jadi pembokat aja, buat 1 hari aja."


" Kamu mengga ggu acafa penganten dek."


" Abang liat aja, kami nanti rame rame nginap sana ,baru abang kacau, kami tempati kamar penganten rame rame, bingung kan, hahahaha."


" Bingung lah, mau gimana lagi Ndien, bertamunya kapan kapan aja yahhhh, tahu waktu juga la dek."


Tawa Abi pun pecah.


" Abangku, niat banget ,mau nyetak junior, jangan lupa ,jadi atelit nanti 1 anakmu bang, pemain badminton, Andien yang latih ,beneran."


" Ihhh...,segitunya banget, kalau dia mau jadi pilot gimana? ".

__ADS_1


Abi pun manggut manggut.


" Gak pernah ngebayangkan abang , pacaran sama teman kantor , seberang gedung aja. Abangku yang malu malu kucing".


" Abang tu , susah dek mendekati perempuan, banyak perempuan jaman now , matre sih wajar, jangan berlebih, abang suka perempuan itu apa adanya. Jatuh hati sama Rere, ketika lihat Rere, beliin makanan buat anak anak jalanan di seputaran kantor. Banyak yang gajinya lebih dari dia, tetapi banyak gak peka dengan sekitar. "


" Abang juga lihat, saat mamanya Rere datang ke kantornya, dia begitu bahagia, bawa makan di rumah makan dekat kantor. Mudah senyum, ramah, sayang orangtua, itulah yang abang butuhkan, mamak sama bapak , butuh menantu seperti itu, dan abang juga butuh wanita yang bisa dekat dengan abang dan orangtua abang. "


" Seperti Andien dan keluarga Dimas bang, memang benar kata abang, nyaman kalau saling menerima."


" Jangan lama lama nikah dek, kasihan Dimas, dia sudah menunggu kamu lama banget. Dia curhat sama abang, takut kehilangan kamu, mana punya pelatih tampan nya ampun ampun, mana lirikan sang pelatih , ada maksud, pasti buat hatinya gak nyaman. "


" Mas Dimas apa gak percayaan ya bang, sama Andien?".


" Sama halnya dengan menikah, mencapai saat ini lebih mudah dari pada saat menjalaninya, kata orang orang, bakal ada rasa jenuh, ada perbedaan, namun kedewasaan lah dek, buat menyikapinya."


" Kita memilih dan dipilih, mau bagaimanapun kekurangan pasanagan, jangan sampai kita permasalahkan. Kita juga gak sempurna."


" Benar bang."


" Mbak Rere cakep banget bang, tadi video call sama Andien. Abang buruan siap, biar kita cusss langsung ke gereja."


Ardi pun mengangguk.

__ADS_1


" Kamu cantik dalam balutan kebaya ini dek, lembut banget warna nya."


" Pilihan mami nya mas Dimas, semua kompakan warna gini kan bang, orang beli kain , mamak sama mami nya mas Dimas sama sama."


" Tetapi baju kamu , desainnya beda, cuakep nya poll dek."


" Camer ku kan modern bang "


" Dari kecil kamu di jagain bu bidan, gitu kamu pacaran , dia yang paling khawatir, kamu gak bahagia. Begitu tulus kasih sayangnya sama kamu Ndien."


" Benar bang."


" Abang tenang, kamu sudah bertunangan dengan Dimas, ipar abang baik baik, suami mbak Ester baik, mana tahu jelalatan kemana mana ,kerja dia kerja, pulang banyuin ngurus anak, bantuin ngurus rumah, abang lihatnya senang, padahal abang dari rumahbtetangga depan lihat ,apakah adek abang bahagia atau tidak dalam pernikahan. Abang malahan terkejut, dafi tetangga , mereka memberitahu, suami Ester baik, sopan, sejak dari kecil tinggal di daerah sana, berbudi ,rajin ibadah, rasanya bahagia dek, bukan menilai kebahagiaan dari segi uang, tetapi dari faktanya."


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2