
Andien kembali berlatih, dia akan mengikuti kejuaraaan di Bali.
Bagi seorangbatelit, sangat jarang, dan menjahui gosip apapun, itu selalu dinyatakan dalam disiplin sikap mereka.Atelit tidak meng expose kehidupan pribadinya secara menyeluruh.
Yang ditonjolkan hanya prestasi.
Kejuaraan itu bertajuk Indonesia Festival Badminton.
"Ajang ini diharapkan dapat membantu membangkitkan perekonomian dan pariwisata Bali," kata Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Kegiatan olahraga berskala internasional yang pertama dalam masa pandemi Covid-19 itu akan menaikkan citra Bali dan tentunya menjadi kebanggaan bagi Indonesia.
Kegiatan Indonesia Festival Badminton yang akan diikuti 24 negara itu dilaksanakan di kawasan ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, dengan menerapkan sistem bubble.
akan terdapat 3 kejuaraan internasional sekaligus, yakni, Daihatsu Indonesia Master , Indonesia Open serta BWF World Tour Final .
Kegiatan itu dilaksanakan setelah melihat dua kegiatan berskala internasional yang sebelumnya digelar di Bangkok dan Inggris yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan.
Dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan ajang olahraga internasional itu karena Pulau Dewata merupakan salah satu "wajah" Indonesia. "Tingkat vaksinasi di Bali sudah sangat tinggi dan mengalami kemajuan yang signifikan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan mendukung program pemerintah .
Sehabis latihan, Andien melihat sang merrua dan ayah mertua menemuinya.Sungguh berat bagi Andien menjelaskan situasinya dan Dimas.
Andien berusaha untuk bersandiwara sebaik mungkin.
" Mami, papi, ....".
__ADS_1
" Lagi sibuk nak ? ,sampai gak pulang pulang kah? ," tanya mami Dimas.
Andien hanya menunduk.
" Andien latihan buat turnamen di Bali mi."
" Perasaan seorang ibu, tidak dapat di bohongi. Jika selama ini kami hanya diam, dan ibumu juga diam,karena kamu akan bertanding, takut mempengaruhi mentalmu nak."
Papi Dimas meraih tangan Andien.
" Papi tahu, begiyu pandainya kamu menutupi rasa kecewa mu, dan masalah kalian tidak se simpel biasanya. Kalau belum bisa cerita, maka kami akan mencari cara mengetahui apa yang terjadi antara kamu dan Dimas."
Andien mengikat rambutnya, gerah rasanya ,bicara dengan kedua orangtua Dimas. Menjelaskan apapun situasi diantara Dimas dan Andien semakin renggang dan tidak tahu bagaimana memperbaikinya.
" Dimas ke Korea tugas ,apa kamj tahu Ndien ?" .
" Temannya kena masalah DUI di Korea.
Dimas terkena masalah, karena dia berada di mobil yang sama ,keluar dari club malam di Korea."
" Temannya Deiving under the infuence( Berkendara di bawah pengaruh alkohol dan obat obatan.)"
" Ohh.....," hanya kata kata itu yang bisa keluar dari mulut Andien .
" Ndien ..., kalian kenapa, apa harus saling menghancurkan ?".
__ADS_1
" Andien tidak pernah menghancurkan apapun mi, mami bisa lihat kan ,perjuangan Andien, dengan tiyik keringat, meraih skor dan meraih kemenangan. Bagi Andien, pub, hiburan malam ,bukan buat penghiburan, pelarian karena ada masalah."
" Andien lebih suka menyendiri, lebih suka berkarya dari pada ber ulah.Lingkup pergaulan Andien juga ,lingkup yang sehat ".
" Yah nak, mas mu saja yang gak tahu diri, berteman dengan orang orang salah, punya teman dokter pun ,bisa drugs dan doyan alkohol."
Dengan berat mami Dimas menggenggam tangan Andien.
" Mas mu baru sampai tadi Ndien. Dia menangis di dalam kamar, menceritakan semua kesalahpahaman kalian. Ndien beri mas mu kesempatan, mami dan papi mohon padamu".
" Takdir bisa mengubah yang tidak cinta ,menjadi cinta.Tapi cinta...tidak bisa mengubah yang bukan takdir menjadi takdir,itulah kenapa mi....setiap orang selalu berdoa, agar ketika jatuh cinta ,kepada yang bukan takdir,iklasku mi, akan hadir di akhir.& ngga ada bohong demi kebaikan.. jujur lebih baik, terima kenyataan sesakit apapun itu..
sebelumnya kita dah tau, apa resiko dibalik berbohong! ujungnya sakit bukan?bagiku mi, menjadi kuat, adalah wajib,menjadi kuat untuk semua hal yang membuatku patah."
" Setia itu mi, tentang siapa yang bertahan,bukan siapa yang berjanji."
" Mami dan papi tahu, Dimas salah, dari yang dia ungkapkan pada kami, kami tahu Ndien kamu sangat terluka, kami tidak membela anak, kamu juga anak kami, sedari kecil bersama kami. Kamu berjuang di dalam tekanan rumah tangga mu, bukan hal mudah.Pantas papi gelisah melihat kamu nak, bertanya apa yang kamu alami."
Andien hanya memeluk sang mami mertua,tanpa bisa berkata apa apa.
😔😔😔😔😔😔
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment