Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Ceroboh


__ADS_3

Suatu siang di pusat perbelanjaan, Andien kebetulan punya tugas buat ngumpulin data di pusat perbelanjaan. Andien bersama kelompoknya Ajeng. Ratna. Jimmy, Keisya, Herry mendapat masing masing tugas.


Mereka berpencar dan sudah mendapat persetujuan dari manajer dan pimoinan mall. Saat sedang berjalan, Andien tersandung dan hampir saja terjerembab terjatuh. Sesosok pria menopang tubuhnya. Dan ketika melihat sosok itu, Andirn menjadi kikuk, sesegera mungkin berdiri tegak. dan pandangan Andien melirik wanita disamping pria itu.


Yah, sudah hampir dua bulan, tanpa kabar tanpa ada hubungan apapun, menjauh namun takdir berkata lain, sosok itu berada di dekatnya dan kembali mematahkan hatinya. Dia bersama wanita detara dengannya, cantik, tinggi berkulit kuning langsat, begitu mudah tersenyum dan sangat memikat.


" Maaf..., " ujar Andien buru buru menjauh.


" Kamu gak apa apa Ndien?" tanya Edward langsung mendekati Andien.


Andien menggeleng.


" Yuk kita balik, " ujar Ajeng yang mengenal sosok Dimas.


Andien mengangguk.


Andien hanya bisa melangkahkan kakinya. dengan pikiran kosong, hanya bisa diam berjalan berdampingan dengan teman temannya dan Edward yang kebetulan ketemuan di mall tersebut, Edward sedang membeli keperluan pakaiannya .


" Ndien, itu mantan terindah kamu kan? pak Dokter," bisik Keysia.


Andien hanya mengerutkan wajah.


" Dia bukan mantan aku deh Key, kapan jadiannya," ujar Andien.

__ADS_1


" Dia kan yang ngejar kamu, suka sama kamu, sering antar ke sekolah, benar kan Ndien, " ujar Herry.


" Dia hanya tetangga sekitar rumah kok Herr, dari kecil aku di anggap mama nya anak angkat, gak lebih ," ujar Andien.


" Wuihhh ....., manis juga wanita di sampingnya yah Ndien, apa hati kamu gak berdarah Ndien, pria cinta pertama mu , lagi jalan bareng wanuta cakep,manis, kurus ,tinggi, tas nya aja LV asli, tajir pastinya Ndien," ujar Ajeng.


" Dia bukan siapa siapa akau Jeng, sstttt jangan sampai di dengar siapa siapa aku malu lohhh, " ujar Andien.


" Kamu menghindari dia kan Ndien?," ujar Jimmy.


" Ya , benar Jim, aku menghindarinya, dengan berbagai alasan," ujar Andien menunduk.


" Datamu udah siap Ndien?".


" Aku hilang mood balik ke tempat tadi, aku pergi begitu aja, besok aja deh balik, ku gak niat apa apa lagi ,gak kepikiran ngerjain lagi."


" Ya udah, besok aja kita sambung, mata kamu kelihatan tatapan sedih Ndien, " ujar Jimmy.


Andien hanya tersenyum ,menutupi kekacauan hatinya.


Edward memperhatikan gerak gerik Andien.


Dia mengenal sosok Dimas, beberapa kali terlibat dalam beberapa seminar, Edward juga mengenal wanita di samping Dimas, dia anak pemilik rumah sakit besar di beberapa kota.Incaran para dokter.Yang mendekatinya sangat banyak.Namun memang menurut kabar yang beredar, Liana menyukai Dimas.

__ADS_1


" Mas kenal sama dokter Dimas? tanya Ajeng menepuk bahu sang abang."


" Kenal, pernah beberapa kali terlibat dalam seminar, " ujar Edward.


" Perempuannya juga kenal mas?".


" Kenal dek, dia anak pemilik beberapa rumah sakit besar ,di berbagai kota, puteri satu satunya, " ujar Edward.


Andien ikut menyimak penjelasan Edward. Andien sudah bisa menebak,sang wanita bukan kalangan kaleng kaleng, dari sepatu, tas dan make up ,wajah glowing dan sehat, terpancar perawatan super.


Andien memandang tangannya.Bagaikan langit dan bumi,ujar nya dalam hati.


Andien memperoleh rupiah dengan berpeluh keringat , tidak tersedia warisan, menggali dan mencangkul sendiri.Berjuang berdiri di kaki sendiri.


Beda dengan anak orang berduit, semua serba tersedia dan serba ada tanpa kekurangan apapun.


Andien banyakan diam, gak mempermasalahkan takdir hidupnya. Semua sudah jalannya.


Bersama memang sakit


Tapi tanpamu lebih sakit😔


Merangkak lalu kembali berdiri diatas kaki sendiri dengan asa yang masih tersisa, berharap hari esok lebih baik dari hari ini, klise!

__ADS_1


__ADS_2