
Andien kembali berjuang nanti sore buat ke final di esok hari.Andien bergegas menukar pqkaiannya ,dia akan memarahi Dimas ,kenapa harus menyusulnya ke Singapura.
Andien mandi dan bergegas berganti pakaian, kemudian ketika langkahnya tergesa gesa, sebuah tangan menahannya.
Edward , yah Andien terkejut disana juga ada Edward. Edward tersenyum begitu manis padanya.Dimanakah dia saat bertanding tadi?
" Ma..mas Edward ."
" Surprice An, mas sembunyi liatin aksi tandingmu, apa gak senang An?".
Andien benar benar terkejut.Edward langsung memeluk tubuh Andien, dan di saat bersamaan Dimas menyaksikan itu semua.
Tidak ada sepatah katapun keluar dari Dimas, ketika Andien berusaha melepaskan pelukan Edward , itu semua sudah terlambat.
Andien akhirnya berhasil melepaskan dekapan Edward. Andien berlari ke pintu, mencari di sekeliling, namun hanya membaca sebua Wa.
" Slamat atas kemenangannya ya Ndien, mas senang kamu tidak pantang menyerah, selamat berjuang yah Ndien, selamat buat segalanya, jaga kesehatan, mas balik Surabaya ,kalau gak mas telat."
Andien hanya terduduk membaca isi Wa tersebut. Apakah mas Dimas menyalah pahami pelukan Edward ,entahlah.
Perasaan tertarik dan mencintai, dua perasaan yang berkecamuk sekaligus.Andien kembali ke arena , disana dia menemukan sang mamak duduk bersama Edward.
" Dimas sudah pamit sama mamak nak, katanya ,dia harus ke bandara , karena dia wajib balik buat wisudanya besok."
__ADS_1
Andien mengangguk.
Tidak ada kata apapun, bertemu juga di rintangi jarak beberapa meter, Andien hanya memandang kosong sekitar nya.
Ada begitu besar perasaan kosong, hampa dan merasa begitu banyak kesalahpahaman yang tidak terurai, bukankah dia yang menjauh, menginginkan Dimas memilih jalannya sendiri?
Menyalahlan dirinya ,yang tidak henti berharap, seperti menduakan hati, padahal hati siapa yang dia inginkan, dia tahu dengan jelas.
Setelah tidak lagi bersama ku semoga hari hari mu lebih menyenangkan temukanlah orang yang lebih tabah memahamimu melebihi segala hal yang pernah aku lakukan untukmu, semoga tidak ada luka yang berkepanjangan, nanti kamu akan mengerti, bahwa yang pernah mencintai mu ini memiliki arti dalam dada dan jiwa yang tak akan pernah lagi ditemukan, cinta dalam diamku. Berbahagialah karena tujuanku melepaskan mu untuk melihat mu bahagia walaupun tidak bersama ku.
Andien menunduk.
Mudah percaya
Mudah terluka
Andien membaca status Dimas di Wa nya. Hanya ada gurat kecewa dalam wajahnya.
" Bukan salah kamu sihhh...., akunya aja yang giving too much affection ke kamu dan berharap dapet feedback yang sama, mungkin akunya aja yang berlebihan."
Andien hanya mengusap status itu. Menghapus air mata yang mengalir di sudut matanya.
Andien membuat status nya juga.
__ADS_1
" Sampai jumpa lagi di suatu kebetulan selanjutnya".
Hanya satu derita yang dimiliki
yaitu, derita paling menyiksa , jatuh cinta tetapi tidak memiliki.
Apapun yang di bicarakan Edward ,semua hanya angin lalu.Dan Andien duduk di balkon menatap langit hitam, tanpa bintang dan hanya di temani angin kencang.
banyak yang aku rindukan,
termasuk diri mu.
Dimana sekarang kau berada dan apakah tidak ada rasa rindu yang muncul di hati mu? tolong, muncul sekali saja.Ahh aku terlalu munafik ,memintamu kembali, aku yang menghindar, aku yang menciptakan jarak, aku juga yang merindu.
Ku menanyakan, bukankah dulu kau pernah berjanji akan selalu ada untukku. dan sekarang dimana janji itu? aku tau kau bukan seseorang yang suka ingkar janji.Namun aku terus menolak perbedaan kita.
Seharusnya waktu itu kita tidak terlalu dekat, agar saat ini kita tidak terlalu jauh
🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment