
Andien tersenyum saat sang abang dan kakak ipar duduk di dekatnya.
Seperti biasa sang Mamang sudah tahunkesukaan Andien dan Ardi.
Andien melahap bakso di depannya, sesekali menyuapi sang ponakan.
Sebenarnya ,jika di tanya jujur, begitu besar rasa kecemburuan Andien ,ingin tahu apa yang suaminya lakukan dengan wanita itu, bolak balik makan di warung bakso ini, dan mungkin juga makan di tempat lainnya.Semakin di pikir, semakin perih rasanya hati.Bagaimanapun Andien bukan meng hak kan kehidupan Dimas, namun Dimas sudah lama menjadi bagian dari dirinya.
Andien bersyukur sang Abang tidak tahu , sang suami disana. Andien takut mereka akan bertengkar.
" Mam yang banyak ya abang William, bulan depan liburan, mau sama Ante jalan jalan ?".
" Mau dong Ante, kita kemana ?".
" Ke Singapura gimana sayaaang? mau kan ?".
Willian mengangguk.
" Kamu kenapa dek ?" , tanya Ardi.
Gak apa apa kak. Pengen tidur di rumah mamak.
" Ya udah, bilang aja ke Dimas. "
Andien mengangguk.
Andien me Wa Dimas dan belum di balas.Andien sengaja permisi ke toilet dan Dimas sudah tidak disana lagi.
Gemuruh hati Andien, namun berusaha mengatasi kegauannya.
" Gimana dek? apa suamimu mengijinkan ?".
" Belum dibaca kak."
" Tumben Dimas gak langsung balas Wa kamu, biasa kalau kamu Wa ,dia langsung nelepon kan ?".
" Akhir akhir ini gak bang."
" Kok Dimas jadi aneh. Apa kalian lagi ada masalah ?".
Andien menggeleng.
__ADS_1
" Jadi gimana dek ?".
" Udahla bang, rumah mami deketan sama rumah mamak dan abang. Andien pengen tidur di kamar Andien , udah di kabari, juga kan, di telepon gak di jawab. Nanti Andien telepon aja mami, pamit buat tidur hari ini."
Andien menggendong William. Dan menuju mobil Ardi.
" Dek ,laporan keuangan, sudah abang kirim ke email ya, pelajari ya dek."
Andien mengangguk.
" Toko sport di mangga dua lumayan jalan dekzstok selalu habis. sesekali datang kesana jumpa fans dek, namanya mereka kan fans kamu, jadi sesekali wajib di perhatikan, kamu bagi merchendise juga."
" Jadwalkan aja lusa bang, Andien bisa."
" Baiklah dek, di 3 tempat bisa ? , di hari yang sama ?, biar abang cuti."
" Bisa bang."
Andien duduk di kursi bagian belakang ,William sudah mengantuk, jadi Andien dan Dimas menutup mata nya.
Seberapa gigih pun ingin memejamkan mata , Andien kesulitan, pikirannya berkecamuk.
Sesampai di belokan jalan, Andien bisa melihat, mobil Dimas belum ada di halaman rumah.
" Mak....," ujar Andien ketika melihat sang emak duduk di teras.
" Sudah balik bulan madunya nak ?, Dimas nya mana ?".
" Sibuk mak. Andien mau berkemah di kamar hari ini mak, boleh kan ?".
" Udah ijin sama suami dan mertua ?".
" Andien telepon dulu ya mak."
Andiennpun menelepon sang mertua. Dan sang mertua paling mengenal Andien. Tahu ada yang gak beres.
Sekuat mungkin Andien berkilah.
Dan ijinpun sang mami berikan.
Malam itu, sampai pukul 11 malam, Wa Andien tidak dibaca dan tidak dibalas apapun. Andien mengusap air matanya .
__ADS_1
Sesak rasanya dada Andien.
Andien akhirnya tertidur .
Malam itu, mami Dimas menunggui Dimas di ruang tamu, seorang ibu tahu perubahan anaknya dan kegalauan sang menantu.
Dimas membuka pintu dengan kunci yang dimilikinya.
" Mami belum tidur ?".
" Belum , kenapa lama pulang ?".
" Tadi ada pekerjaan Mi."
" Kamu sedari kecil mami didik, bukan buat semakin pintar berbohong ya Dim . Kamu bisa bohongi isterimu, tidak dengan mami. Satu bulan terakhir ,kamu jauh berubah, kamu mulai mulai, kamu mau lihat gimana papimu mati di hadapan kamu, atau mami ?".
" Mi...,mami kenapa ? , Dimas tidak ada buat macam macam."
" Kamu dekat dengan siapa ? , kamu tergila gila dengan siapa? , kamu minta anak orang, buat kamu sia siakan ?".
" Mi...., Dimas gak pernah lalai menjadi seorang suami."
" Kamu melaksanakan tugas mu gak jadi suami ? , kamu jalan sembarangan sama siapa, kamu kemana sama muhrim mu gak ?".
Dimas terdiam.
" Dim...,mami bukan anak kemarin sore.Mami tahu, dari nada suara Andien, dia sedang banyak pikiran. Kamu tega yah Dim."
" Mi...., Dimas hanya nemani teman ."
" Dan dia wanita kan ?".
Dimas mengangguk.
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment