Cinta Atlit Dan Pelatih

Cinta Atlit Dan Pelatih
Terheran


__ADS_3

Andien bergegas menukar pakaiannya , kemudian bersiap buat berjuang di lapangan.


Andien terkejut melihat kehadiran Fimas di samping sang mamak.Padahal bedok dia kan wisuda. Andien sampai bengong, namun Dimas mengedipkan matanya.


Andien kembali berjalan menuju lapangan , melihat sang emak kegirangan banyak cerita sama Dimas, Andien menggaruk kepalanya.


Emaknya yah gitu, kalau soal Dimas, kekeh mantu idaman selalu ledekannya begitu


" Besok wisuda, kenapa kesini mas?".


" Mas kan supporter kamu Ndien , " ujar Dimas tersenyum manis.


" Yah ,bedok mas bakalan capek lohhh".


" No problem Ndien."


Andien kembali menghembus nafas panjangnya.


" Semangat nak, dah di nonton mas mu, berusaha ya nak, "ujar sang mamak.


Andien pun mengangguk.


Pukulan pertama di lakukan lawan, Andien melakukan lop, lawan suka dengan bola bola panjang. Airin yang pembawaannya tenang, pujulannya fokus, membuat lawan kebakaran jenggot. Para suporter meneriakin nama Andien sambil menyebutkan ,Indonesia.


Andienerasakan kebahagiaan , nama negaranya berkumandang di negara tetangga, Andien akan selalu berusaha buat bendera negara Indonesia terpajang menjadi yang terbaik di tengah lapangan.


Keringat Andien mengucur deras, pelatih memberikan masukan pada Andien, Andien sesekali mengangguk.


Teriakan Dimas di setiap penambahan point buat Andien, membuat Andien tersenyum.Begitu bersemangatnya mas Dimasnya.

__ADS_1


" In...do...ne..siaa ..go...ayu go...., teriak para penonton."


Andien pun menutup babak pertama dengan nilai 21- 7 .


Pertukaran tempat pun di lakukan. Andien melihat sang lawan mempercepat ritme permainan nya, melakukan net ting , smash dan sangat menekan di posisi Andien.


Andien tertinggal beberapa angka.Lapangan senyap, karena suasana sangat tegang.


" Ayo kamu bisa...., " ujar suporter.


Andien mengejar ketinggalannya, namun silih berganti bola Andien beberapa kali pukulannya keluar, sehingga menguntungkan pihak lawan.


Babak ke dua , Andien kalah dengan skor 19-21. Beda tipis.


" Semangat Ndien, udah datang dokter cintamu, teriak Joko ."


Andien menepuk jidatnya.


Dimas mendekati Andien.


" Sisi kanan nya kelemahannya Ndien, serang disana," ujar Dimas.


" Benar Ndien, bapak juga lihat begitu permainan maju mundur Ndien, lalu smash, ujar sang pelatih"


Andien pun mengangguk.


Kembali Andien bertanding, melakukan tekanan kepada lawan, lawan kelabakan, sesekali mengulur waktu, sang lawan terlihat sangat kelelahan akibat udah set ke 3.


Bukan hal muda melawan Andien, Andien berpostur tinggi, smash sangat tajam,terarah. Lain penempatan bola yang baik, membuat sang lawan belum siap dan beberapa kali terjatuh.

__ADS_1


Andien kembali menyemangati dirinya, agar tetap fokus. Sang pelatih memberikan tepuk tangan dan support pada Andien.


Andien kembali kehilangan beberapa point,.Situasi lapangan pun tegang, karena babak penentuan. Deru sorak para seporter pun menggema. Andien menatap sang mamak ,komat kamit berdoa, melihat wajah sang ibu, kembali Andien berjuang pantang menyerah.Melihat Dimas memberikan hatinya ketenangan dan keteduhan.


Andien kembali berjuang hingga Andien beberapa kali berjuang. sampai terjatuh ,namun kembali bangkit ,dan akhirnya Andien memenangkan pertandingan.


Andien menyalami wasit, dan sang lawan meminta foto bersama Andien.Suatu kebanggaan tersendiri, senior seperti sang lawan ,meminta foto bersama dengannya.Bahkan sang lawan memberi Andien sebuah kalung cenderamata, mengalungkannya pada Andien. Andien sangat terharu.Bahkan meminta kontak Wa Andien.


Sorak sorai penonton dan kebahagiaan sang mamak dan Dimas Andien lihat, mata Andien pun berkaca kaca Bukan lawan yang mudah buat Andien.


" Salamat Ndien, kamu bisa melalui semua lawanmu, masih banyak PR, harus tetap semangat juang tinggi ," ujar sang pelatih.


Andien pun mengangguk.


Andien kembali mengangkat tangannya ,menepuk tangannya dan menunduk, membuat tangannya di dada nya.


Sang penonton kembali bersorak In...do ..ne ...sia...


Andien tersenyum dan meninggalkan lapangan.


🥰😍🥰😍🥰😍🤩


Karya ini Saya pribadi persembahkan buat para pembulutangkis Indonesia, yang berjuang buat bangsa dan Negara.Masih banyak kekurangan ,apalagi saya bukan seorang atelit badminton/ bulutangkis.


Namun semoga ,karya para pemain badminton, bisa kita kenang, bisa kita selalu support ,dimanapun kita berada.


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2